Gelar DBL Indonesia All-Star selalu menjadi pencapaian tertinggi yang paling diincar oleh seluruh student athlete SMA di Indonesia. 

Persaingannya yang begitu ketat di setiap musim membuat tiket menuju Amerika Serikat ini terasa sangat eksklusif.

Namun, menariknya, panggung DBL Camp berulang kali menjadi saksi munculnya fenomena unik lewat keberhasilan saudara kandung yang kompak menembus skuad elite ini. 

Bahkan, catatan sejarah ini baru saja diperbarui lewat gebrakan dari nama-nama baru di Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Membuktikan bahwa kualitas basket juga mengalir dalam darah keluarga mereka.

Siapa sajakah mereka? Berikut daftar kakak-beradik yang berhasil mengamankan slot DBL Indonesia All-Star.

Hutomo Rio Pangesthio dan Rivaldo Tandra Pangesthio

Pasangan kakak-beradik asal Pontianak ini memegang rekor sebagai pionir sekaligus kejadian langka dalam sejarah DBL. 

Berangkat dari dua sekolah yang berbeda Hutomo Rio di SMK Immanuel 1 Pontianak dan Rivaldo di SMA Santu Petrus Pontianak, mereka tidak menggunakan sistem estafet. 

Keduanya tampil dominan dan berhasil berangkat bersamaan dalam satu tim elite DBL All-Star 2012. Hebatnya lagi, setelah Rio lulus, Rivaldo masih mampu mempertahankan posisinya dan kembali terpilih di musim berikutnya.

James Patrick dan Justin Patrick

Datang dari SMA St. Louis 1 Surabaya, Patrick bersaudara ini kompak membawa harum almamater mereka. 

Sang kakak, James Patrick, menjadi sosok yang membuka jalan setelah berhasil terpilih sebagai DBL Indonesia All-Star pada 2017 silam. 

Meski jarak tahunnya terhitung lumayan jauh, sang adik, Justin Patrick, terbukti juga mampu menjaga tradisi kompetitif keluarga dengan menyegel slot elite pada panggung DBL Indonesia All-Star 2024 dan 2025, plus back to back Most Valuable Player.

Baca Juga: Justin Patrick Satu-satunya Pemain yang Back-to-Back MVP DBL Camp!

Muhammad Reza Fahdani dan Muhammad Firdhan Maulana

Beralih ke DBL West Java, SMAN 9 Bandung memiliki duet Muhammad yang prestasinya bergantian. Sang kakak, Muhammad Reza Fahdani, berhasil mengamankan tempat di skuad DBL All-Star pada 2012. 

Berselang dua tahun kemudian, giliran sang adik, Muhammad Firdhan Maulana, yang menyusul jejak manis tersebut di DBL All-Star 2014. 

Saat ini, kakak-beradik ini bahkan kompak melanjutkan karier basket mereka ke ranah profesional basket Tanah Air, Indonesian Basketball League.

Yohanes Aristharkus dan Yosua Nathanael

Masih dari DBL West Java, pasangan kakak-beradik yang satu ini justru bersinar dengan membela dua sekolah yang berbeda. 

Yohanes Aristharkus, sang kakak, merupakan alumnus SMA Bina Bakti 1 Bandung yang sukses menembus jajaran DBL All-Star 2017. 

Gak mau kalah, sang adik, Yosua Nathanael yang memperkuat SMA Trimulia Bandung, akhirnya berhasil mengikuti jejak sang kakak pada musim DBL All-Star 2021.

Baca Juga: Restu Ibu Iringi Debut Sempurna Miracle Christiano Borong Tiket All-Star dan MVP

Anggun Annaila Zahra dan Syafira Dwita Meydianti

Sejarah baru dari South Sumatra Series resmi pecah pada musim 2026 ini lewat performa gemilang duo srikandi SMA BSI Palembang. 

Sang kakak, Anggun Annaila Zahra sudah merasakan atmosfer Amerika Serikat lebih dulu di tahun terakhir masa SMA-nya, yakni pada 2025.

Saat sang adik, Syafira Dwita, melaju ke DBL Camp 2026, ia sempat mengaku minder karena nama besar kakaknya. 

Namun, dengan modal mentalitas yang kuat, Fira justru melesat hingga masuk jajaran Top 24 dan sukses melanjutkan estafet jersei All-Star milik sang kakak.

Miracle Christiano dan Praisey Blessed

Sejarah kembali tercipta lewat keluarga besar SMA Raffles Christian School Jakarta di DBL Camp 2026. 

Sang kakak, Praisey Blessed (Eci), merupakan MVP DBL Camp 2024 yang otomatis masuk dalam barisan DBL All-Star di musim tersebut. 

Praisey kemudian sukses melakukan comeback epik pasca-cedera ACL hingga terpilih lagi tahun ini. 

Hebatnya, sang adik, Miracle Christiano, langsung menyusul jejak sang kakak dengan menyabet titel DBL Indonesia All-Star 2026 dan gelar MVP DBL Camp 2026 di musim perdananya! 

Keberangkatan mereka ke Amerika Serikat tahun ini terasa makin spesial karena mereka juga lolos bersama sang sepupu, Matthew Ivander.

Baca Juga: Bukan Sekadar Comeback, Praisey Blessed Bawa Adik dan Sepupu ke Amerika

Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.

Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. 

Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi
Pengalaman di Liga Profesional, Kartika Siti Aminah Antusias Ikut DBL Camp 2026