SMA Cendana. Namanya mungkin masih terdengar asing. Mengingat, mereka menjadi tim anyaran yang berpartisipasi di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Riau. 

Namun, jika ditelusuri lebih jauh, SMA Cendana sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup panjang di DBL Riau. Sejak kompetisi ini pertama kali bergulir pada 2008, pasukan SMA Cendana sudah menjadi bagian dari persaingan tersebut. 

Hanya berselang satu musim, SMA Cendana berhasil mengukir sejarah sebagai kampiun DBL Riau 2009. Pencapaian prestisius ini kembali terulang pada musim 2013. Bahkan, mereka sempat mengirimkan dua perwakilan dalam skuad elite DBL All-Star, yakni Ravy Zhafari pada 2010 dan Rioga Deswara pada 2013. 

Setelahnya, kehadiran SMA Cendana tak lagi terlihat. Tim yang sempat ditakuti itu justru harus menghilang dari panasnya lapangan DBL Riau. 

Tak banyak yang mengetahui pasti alasan dari keputusan berat tersebut. Setelah menjadi tanda tanya besar selama lebih dari satu dekade, Azman Shadiqi selaku coach SMA Cendana akhirnya berkesempatan untuk membagikan cerita di baliknya. 

“Dari tahun 90-an, SMA Cendana itu sebetulnya terkenal dengan basketnya. Setelah pernah juara DBL dan kirim pemain ke DBL All-Star, kita justru langsung kekurangan pemain. Salah satunya memang karena muridnya makin sepi. Dulu, ada 300 murid di satu angkatan, sekarang langsung turun ke 70,” buka pria yang akrab disapa Azman. 

Baca Juga: Performer Sejati! Nathania Triana Callista Jago Main Musik dan Dance!

Terlebih, SMA Cendana selama ini identik dengan lingkungan yang cukup eksklusif karena berada di kawasan kompleks perusahaan migas terbesar di Riau. Sebagian besar siswanya pun merupakan anak-anak dari pekerja industri migas. 

“SMA Cendana itu sebenarnya ada dua. Kami yang awalnya ada di Rumbai, kemudian dipindahkan ke Duri. Jadi, muridnya ikut menyusut. Nah, yang ramai itu ada di Bengkalis. Ditambah, persaingan dengan sekolah lain yang bikin anak-anak ini lebih milih sekolah di tempat lain,” ujar coach Azman. 

Tantangan yang dihadapi skuad SMA Cendana tidak berhenti sampai situ. Situasi kian terasa berat ketika pelatih sebelumnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Kondisi tersebut membuat tim basket SMA Cendana sempat berjalan tanpa tim kepelatihan selama kurang lebih 10 tahun. 

Tim basket yang semula dibangun dengan begitu serius pun perlahan berubah menjadi sebatas kegiatan ekstrakurikuler sekolah di bawah arahan guru Penjaskes. 

“Waktu itu, memang enggak ada the right man on the right place. Secara culture, ada something wrong juga sepertinya yang bikin benar-benar enggak ada talent lagi. Mau ikutan DBL lagi pun enggak tahu harus gimana. Mempertahankan prestasi memang lebih susah daripada merebut,” terang coach Azman. 

Keinginan untuk kembali melantai di DBL Riau pun sempat harus dipendam. Minimnya kesiapan pemain dan pelatih menjadi hambatan terbesar saat itu. 

Menariknya, di tengah kondisi tersebut, tim dance SMA Cendana justru lebih memadai untuk berkompetisi di DBL Dance Competition. Situasi ini cukup jarang ditemui, mengingat kebanyakan sekolah biasanya justru kesulitan menggaet anggota tim dance.

“Kita sebenarnya sudah pengin ikut kompetisi basketnya DBL dari dulu. Bayangin, tim dance kita juga sudah siap. Makanya, beberapa tahun lalu kita sempat ikut DBL Dance Competition sebagai tim independen,” cerita coach Azman. 

Baca Juga: Bersinar di Panggung DBL Dance, Nalani Nesha Juga Berprestasi di Marching Band!

Sebagai seorang alumnus sekaligus pelatih basket, kerisauan mulai menghantui coach Azman saat dihadapkan dengan realita tersebut. Dari situ, dirinya mulai “merayu” pihak sekolah agar membawa nama SMA Cendana kembali ke kancah DBL Riau. 

Tentu, proses tersebut bukan sesuatu yang mudah. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan agar SMA Cendana bisa kembali melantai di DBL Riau. Meski begitu, coach Azman tak gentar sedikit pun. Ia optimistis bahwa kembalinya SMA Cendana akan membawa dampak positif bagi sekolah. 

“Sudah hampir tiga tahun terakhir, saya nyindir sekolah mulu. Saya cuma bilang, sekolah yang masuk DBL pasti rata-rata sekolah favorit. Nah, sekolah ini masuk enggak? Sampai akhirnya tahun lalu, saya ngomong ke sekolah mau sampai kapan kayak gini. Kalau mau ikut DBL lagi, saya akan handle basket dan build lagi timnya,” terang coach Azman. 

Di sinilah, era baru SMA Cendana dimulai. Cerita coach Azman bersama tim basket SMA Cendana masih akan berlanjut di bagian kedua…

 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Cara Meningkatkan VO2 Max Biar Nggak Gampang Ngos-Ngosan
Cara Memilih Air Mineral yang Baik untuk Aktivitas Sehari-hari dan Olahraga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya