DBL Academy Basketball Clinic menjadi salah satu kegiatan edukatif yang meramaikan rangkaian Road to AQUA X DBL di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, para pelajar mendapatkan kesempatan untuk mempelajari dasar-dasar permainan basket secara langsung dari pelatih DBL Academy.
Dalam sesi clinic tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai materi fundamental yang menjadi bagian dari kurikulum latihan DBL Academy. Materi yang diberikan meliputi teknik dribble, kontrol bola, hingga pemahaman dasar permainan basket 3X3.
Head Coach DBL Academy, Fandi Andika Ramadhani, mengatakan materi yang diberikan pada Basketball Clinic tidak jauh berbeda dengan program pembinaan yang diterapkan kepada para student-athlete di DBL Academy.
"Materinya hampir sama seperti yang diajarkan di DBL Academy. Ada fundamental dribble dan kita tambahkan juga bagaimana permainan 3X3. Kalau di DBL Academy sendiri lebih banyak mengembangkan pemain dari dasar bermain basket. Nanti setelah itu mereka mau bermain 3X3 atau 5on5 bisa menyesuaikan," ujar pelatih yang akrab disapa Coach Rama tersebut.

Baca Juga: SMP Jubilee Jakarta Kawin Gelar di DBL 3X3 Competition
Ada hal menarik dalam Basketball Clinic by DBL Academy hari ini. Mereka yang ikut sudah duduk di bangku SMP dan SMA. Menurut Rama, sebagian besar peserta yang mengikuti clinic sudah memiliki kemampuan dasar bermain basket yang cukup baik. Hal itu terlihat dari kemampuan mereka dalam memahami dan mempraktikkan materi yang diberikan selama sesi berlangsung.
"Kalau melihat dari 12 pemain tadi, hampir sekitar 70 sampai 80 persen sudah bisa bermain basket. Jadi apa yang dipraktikkan bisa langsung diterapkan oleh mereka," katanya.
Selain memberikan pelatihan teknis, DBL Academy juga memanfaatkan kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada para pelajar yang ingin mulai menekuni olahraga basket. Rama menegaskan bahwa usia bukanlah hambatan untuk memulai belajar.
"Saya sendiri jujur baru mulai bermain basket waktu SMP kelas 2. Jadi menurut saya berapa pun umur kamu, mulai aja dulu. Balik lagi ke niat belajar dan prosesnya," ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan seorang pemain lebih ditentukan oleh kemauan untuk belajar dan konsistensi dalam menjalani proses latihan dibanding usia saat pertama kali mulai bermain.
Baca Juga: Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar, terutama belajar basket. Kalau ada niat dan usaha, hasilnya pasti akan terlihat," kata Rama.
Lebih lanjut, Rama menekankan pentingnya penguasaan fundamental bagi para pemain muda. Menurutnya, kemampuan individu dan bakat yang dimiliki seorang atlet harus tetap ditopang oleh dasar permainan yang kuat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Sekarang banyak pemain yang punya talent dan kemampuan individu bagus. Tapi fundamental dan dasar bermainnya harus tetap kuat. Itu pondasi seorang atlet basket untuk bisa konsisten dan memiliki karier panjang di basket," jelasnya.
Melalui DBL Academy Basketball Clinic, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar langsung dari pelatih profesional, tetapi juga memahami pentingnya membangun kemampuan basket dari aspek paling mendasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Road to AQUA X DBL dalam menghadirkan aktivitas edukatif yang mendorong generasi muda untuk aktif berolahraga sekaligus mengembangkan kemampuan mereka di dunia basket. (AIS)