Jauh di kota Grand Rapids, negara bagian Michigan, Amerika Serikat, ada seseorang yang selalu menanti-nanti kehadiran skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star.
Namanya Micah Lancaster, pria berusia 42 tahun yang telah diakui sebagai salah satu pelatih terkemuka di negara basket terhebat di Bumi.
Ya, Micah bukan sekedar pelatih biasa. Sepanjang kariernya, ia telah melatih banyak pemain yang berstatus sebagai NBA All-Star. Kyrie Irving, Dwyane Wade, Brandon Ingram, Norman Powell, dan Victor Oladipo termasuk dalam daftar nama kliennya.
DNA kepelatihan Lancaster juga tertanam dalam permainan para juara NBA 2026, Karl-Anthony Towns dan OG Anunoby. Bahkan, mendiang Kobe Bryant pun kerap menghabiskan waktu bersama Lancaster selama masa bermainnya.
Namun, yang terpenting, pria bertinggi badan 175 cm itu konsisten membina dan memaksimalkan potensi ribuan atlet muda di seluruh dunia.
Pada 28 Juli 2026 mendatang, Micah akan bertemu dengan putra-putri terbaik Indonesia di fasilitas latihannya untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Dalam setiap pertemuan, ia selalu berjalan mengelilingi para DBL All-Star saat mereka sedang mengasah ketangkasan masing-masing. Penglihatannya jeli bagaikan mata elang dalam memperhatikan gerakan tiap pemain.
Micah merupakan sosok yang terobsesi dengan detail. Ia aktif mengidentifikasi kelemahan pemain agar performa mereka bisa lebih optimal sesaat setelah mereka meninggalkan lapangannya.
Baca juga: Kartika Hatta Mahanani Ungkap Catatan di Balik Dua Kemenangan Scrimmage Game
Menu latihan yang disediakan Micah pun tidak pandang bulu. Artinya, putra-putri DBL All-Star 2026 akan mengikuti kelas latihan yang serupa dengan bintang-bintang NBA.
Dampak positif dari bimbingan Micah telah dirasakan secara langsung oleh salah satu pemain DBL All-Star 2025, Yogie Putra Darmawan.
Mantan bintang SMA Gloria 1 Surabaya yang kini mengenakan seragam Universitas Bina Nusantara itu tampil mentereng di Pekan Olahraga Remaja Provinsi (Porprov) 2025 berkat latihan intensif di atas DrillMat Micah.
“Di Amerika Serikat kita latihan dribble terus. Pas main di Porprov, lebih enak di tangan. Jadi nggak gampang lepas bolanya,” ujarnya setahun lalu.
“Nah, waktu latihan sama Micah kebanyakan ngelatih pocket dribble. Itu kepakai banget buat di Porprov,” imbuhnya.
Baca juga: Ilmu dari Micah Lancaster Jadi Kunci Yogie Darmawan Moncer di Porprov 2025!

Kenneth Leebron Huang saat menjalani sesi latihan Micah Lancaster bersama Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025
Bukan hanya Yogie, materi ketangkasan Micah juga memberikan kesan tersendiri untuk rekan setimnya di sana, Kenneth Leebron Huang. Pertama kali berlatih bersamanya, Leebron -sapaan akrabnya- langsung tidak bisa menahan antusiasmenya.
“Kita jadi tahu kalau respons pemain itu penting banget. Misalkan, kita bergerak ke satu arah, terus ada yang nutup, nah itu kita harus cepat ganti arah,” sebut Leebron.
"Tapi itu semua gak bisa direncanakan pas lagi game kan, karena pasti kebaca lawan. Jadi ya sepenting itu buat terus dilatih. Di latihan kalau salah, bisa diulang. Tapi kalau di pertandingan, ya gak bisa. Makanya semua harus dibiasakan dan dilatih terus supaya terbiasa pas gim,” tambahnya.
Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh Fathur Rahman dari SMAN 116 Jakarta 2 tahun sebelumnya.
Menurutnya, program latihan Micah yang mengedepankan pengambilan keputusan dan konsistensi lapangan berhasil mendorong teman-teman DBL All-Star 2024 untuk keluar dari zona nyaman mereka.
"Dari awal sampai akhir, rasanya semua yang diajarkan sangat berguna buat kita berkembang jadi pemain yang lebih baik dan mengatasi pertahanan lawan. Kalo capek sih ya namanya latihan, tapi seru dan berguna banget!", cerita Fathur.
Baca juga: Big Impact! Kenneth Leebron Belajar Banyak Hal Krusial dari Micah Lancaster
Segala bentuk latihan dan sistem yang Micah terapkan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan pemahaman yang sempurna di lapangan.
Ia yakin bahwa aspek-aspek tersebut dapat membuat pemain dalam level, peran, dan ukuran apa pun untuk tampil impresif. Sebab, sebelum mulai meniti karier sebagai pelatih pada 2008, ia telah bersinar menggunakan resep yang sama sembari diragukan banyak orang.
Saat masih duduk di bangku SMA, Micah hanyalah seorang bocah dengan postur 150 cm. Meski tergolong terlalu kecil, ia berhasil tampil beda di antara pemain lainnya dengan kemampuan dan pola pikir yang jauh lebih tajam.
Pada tahun terakhirnya, Micah tampil impresif dengan rataan 30 poin di turnamen tingkat negara bagian. Sejumlah beasiswa kuliah pun terkirim satu per satu ke kotak suratnya. Kemudian, di tingkat profesional, namanya dinobatkan sebagai International Basketball League (IBL) All-Star.

Momen Micah Lancaster memberi contoh gerakan latihan kepada skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025
Seluruh karya dan perjalanan hidup Micah Lancaster dalam dunia bola basket bisa disimpulkan dalam satu kalimat: kesuksesan ditentukan oleh kemampuan dan kegigihan, bukan ukuran badan atau bakat alami.
Dengan demikian, ia ingin seluruh pasukan DBL All-Star menerima dan menerapkan prinsip itu. Di balik setiap drill yang mereka lakukan, sejatinya ada hal lebih besar yang justru menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan di lapangan.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Baca juga: Evaluasi Berbuah Manis, Tim Putri DBL All-Star Libas Universitas Budi Luhur
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini