Basket Smekda tak dibangun dalam satu musim. Di tengah kesibukan siswa SMK yang harus membagi waktu antara kegiatan belajar, praktik, hingga magang, kultur basket SMKN 2 Surabaya tetap berjalan dan terus berkembang.
Beberapa musim terakhir, Smekda konsisten bersaing di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North. Di balik proses tersebut, ada Suryo Hadi Prabowo alias Coach Boyo yang ikut menjaga keberlanjutan tim, meski di musim ini ia masuk dalam jajaran medical support.
“Untuk perkembangan anak-anak sendiri, alhamdulillah, untuk regenerasi bisa berjalan,” ujar Coach Boyo.
Bagi Coach Boyo, menjaga regenerasi menjadi bagian penting dalam perjalanan Smekda. Bukan perkara mudah, sebab memasuki kelas XI dan XII, para pemain harus mulai menjalani program magang yang membuat jadwal latihan perlu disesuaikan.
Baca juga: Lawan "Masa Lalu", Coach Dzaki Hanif Bawa Delapan Bekuk Almamater Sendiri
Porsi latihan pun telah dipersiapkan sejak awal. Tim pelatih berusaha menyesuaikannya dengan kesibukan para pemain agar kegiatan sekolah dan proses pengembangan di lapangan tetap berjalan beriringan.
Tantangan lain datang dari kultur olahraga di sekolah. SMK memang kerap identik dengan futsal, tetapi basket juga mendapat tempat di SMKN 2 Surabaya dan menjadi salah satu pilihan olahraga bagi para siswa.
“Sekarang memang olahraga futsal adalah olahraga masyarakat. Sering kita jumpai olahraga futsal. Cuma sekarang di SMK 2 ini basket juga menjadi kegemaran mereka,” tuturnya.
Dari sana, proses pembinaan terus berjalan. Coach Boyo dan tim pelatih bahkan melakukan scouting sejak pemain masih duduk di bangku SMP, mulai dari berbagai sekolah di Surabaya hingga luar Surabaya.

Suryo Hadi Prabowo alias Coach Boyo berbincang dengan salah satu pemain SMKN 2 Surabaya (SMEKDA) di DBL Arena Surabaya.
Pemain-pemain yang dianggap memiliki potensi kemudian dikumpulkan untuk mengikuti proses pembinaan. Kesepakatan antara pemain dan tim juga mulai dibangun sejak awal sebagai bagian dari cara Smekda menjaga regenerasi.
Tujuannya agar ketika pemain lama lulus, regenerasi tetap berjalan dan Smekda tidak harus memulai kembali dari awal. Musim ini, sekitar 80 persen skuad Smekda masih dihuni pemain dari musim sebelumnya.
Meski begitu, Coach Boyo masih melihat satu pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Second team menjadi bagian yang ingin terus dikembangkan agar memiliki kekuatan yang lebih seimbang dengan first team.
“Yang perlu kita banyak evaluasi adalah pemain dari second team. Jadi ibarat kita berjalan kaki dua, sekarang kita masih berjalan dengan satu kaki,” katanya.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North 2026: Smekda Menang Perdana, Al Hikmah Comeback Manis
Perumpamaan tersebut menggambarkan pekerjaan Smekda musim ini. First team sudah memiliki pondasi, tetapi kedalaman skuad masih harus terus dibangun agar first team dan second team dapat berkembang bersama.
Proses itu menjadi bagian dari upaya Smekda menjaga konsistensi dari musim ke musim. Bagi Coach Boyo, perjalanan tersebut tidak hanya berhenti pada skuad yang sedang bermain saat ini, tetapi juga menyiapkan pemain yang akan melanjutkan langkah mereka berikutnya.
Kini, Coach Boyo memasang target yang tegas untuk musim ini. Playoff.
“Playoff, harga mati,” ucapnya.
Musim ini juga membawa cerita personal bagi Coach Boyo. Salah satunya ketika Smekda dijadwalkan bertemu SMA Negeri 1 Manyar, yang diperkuat sejumlah pemain yang pernah berada di bawah asuhannya.
Coach Boyo menyebut mereka sebagai 'mantan anak asuh'. Pertandingan tersebut pun menjadi salah satu momen yang ia nantikan, meski hubungan di luar lapangan tetap menjadi bagian yang ia jaga.
“Namanya sebuah pertandingan menang kalah itu hal yang wajar. Yang penting adalah bagaimana kita saling respect di dalam lapangan,” ujarnya.
Bagi Coach Boyo, perjalanan Smekda bukan sekadar tentang memenangkan pertandingan. Ada regenerasi yang harus disiapkan, pemain muda yangharus dikembangkan, dan kultur basket yang harus terus dijaga.
Sebab, konsistensi Smekda dari musim ke musim bukan hanya soal siapa yang bermain hari ini. Tetapi juga tentang siapa yang siap melanjutkan langkah mereka berikutnya.
Baca juga: Bukan Koreo Panda Biasa, Ini Identitas Ultras Smekda
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).