Satu suara memenuhi DBL Arena Surabaya ketika Horsamania mengawal tim putra SMA Al Hikmah Surabaya menghadapi SMKN 3 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 8 Agustus 2026. Debut itu berakhir manis setelah Al Hikmah mengamankan kemenangan 23-8.
Namun, bagi Horsamania, pertandingan tersebut bukan sekadar debut tim di lapangan.
Ada penantian panjang yang akhirnya terbayar di tribun.
Sejak sebelum hari pertandingan, siswa kelas X hingga kelas XII SMA Al Hikmah Surabaya mulai menyatukan suara. Latihan dilakukan bersama. Rasa deg-degan pun muncul menjelang hari yang sudah lama mereka nantikan.
“Pertama sebelum hari H kita deg-degan banget. Banyak banget pengorbanan yang kita lalui,” ujar Muhammad Arzu Hilmi Muttaqqi, salah satu capo Horsamania.
H-1 pertandingan menjadi salah satu momen penting. Seluruh angkatan berkumpul untuk satu tujuan. Bukan untuk sekadar memenuhi tribun, melainkan memastikan suara Horsamania terdengar ketika Al Hikmah menjalani debutnya di DBL.
“Dari kelas X sampai kelas XII bersatu cuma buat suara Horsa. Kita latihan,” lanjut Arzu.
Baca juga: Trzy Mania Ajak Stigabaya Lawan Keputusasaan Lewat Koreo
Bahkan, kabar mengenai DBL ikut memenuhi percakapan di grup kelas dan angkatan.
Pengumuman yang disampaikan setelah salat berjamaah di masjid sekolah langsung membuat grup ramai. Pesan demi pesan masuk. Antusiasme menyebar dari satu kelas ke kelas lainnya.
“Padahal kita cuma bilang, kalau misalnya kita announce-nya di masjid. Jadi habis salat, dari masjid kita announce DBL. Tiba-tiba di grup kelas ramai yang nge-chat-in kita,” tuturnya.
Bagi Horsamania, antusiasme tersebut bukan sesuatu yang muncul dalam semalam.
Mimpi untuk kembali berdiri di tribun DBL sebenarnya telah mereka simpan sejak lama. Setelah terakhir tampil pada 2004, kerinduan itu kembali menguat pada 2014, ketika para alumni angkatan tersebut begitu ingin merasakan lagi atmosfer DBL dari tribun. Apalagi, pada masa itu, “nribun DBL” seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak SMA.
“Dari dulu banget. Dari lama,” ujar Hamdan Nasir Abdul Aziz, capo Horsamania.
Keinginan itu akhirnya diwujudkan melalui satu sapaan sederhana. Hello DBL.
Tulisan tersebut menjadi bagian dari koreo pertama Horsamania di DBL Arena. Bukan tanpa alasan.

Horsamania mengawal tim putra SMA Al Hikmah Surabaya dari tribun saat pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
“Kalau dari koreo kita mungkin itu sapaan dari Horsamania untuk event DBL yang kita nantikan dari dulu. Dari 2014 dulu, kita sudah pengen banget ikut event DBL, cuma belum ada persetujuan dari sekolah,” jelas Arzu.
Tahun ini, pintu itu akhirnya terbuka.
“Alhamdulillah di tahun ini kita bisa debut. Makanya di koreo kita ada bertuliskan Hello DBL,” lanjutnya.
Koreo tersebut juga membawa gambaran kuda yang tengah beradu kencang. Arzu menjelaskan makna di balik visual tersebut.
“Kuda tadi sedang beradu kencang. Maknanya adalah kita bersama-sama datang di sini untuk mendukung dengan kekuatan penuh,” ujar Arzu.
Ada pula latar pegunungan yang menjadi bagian dari koreo. Namun, bukan gambar tersebut yang menjadi filosofi utama Horsamania.
Bagi mereka, pesan terbesarnya adalah keberanian untuk mendobrak.
“Filosofi utama tetap kita mendobrak. Dari angkatan dahulu sampai sekarang Horsamania tidak masuk DBL. Tapi di angkatan kita, kita bisa mendobrak dan masuk ke DBL,” katanya.
Baca juga: Bukan Koreo Panda Biasa, Ini Identitas Ultras Smekda
Menyelesaikan koreo tersebut pun bukan perkara panjang.
Kain mulai datang, sketsa dibuat, lalu proses pengecatan dikebut dalam waktu sekitar satu pekan.
“Dari datangnya kain sampai kita ngecat sketsa, ngecat, kita semingguan,” ujar Arzu.
Waktu yang singkat membuat mereka harus menyiapkan sejumlah kemungkinan. Revisi dilakukan ketika diperlukan. Bahkan, plan B disiapkan untuk mengantisipasi apabila rencana utama tidak berjalan sesuai harapan.
Namun, semua persiapan akhirnya berjalan sesuai rencana.
“Kita selalu punya plan B setelah plan A kalau misalnya gagal. Alhamdulillah kita nggak pernah pakai plan B kita karena alhamdulillah sukses hari ini,” tutur Arzu.
Sukses bukan hanya soal koreo.
Di tribun, Horsamania hadir dalam jumlah besar. Sementara itu, supporter perempuan memiliki tribun tersendiri dengan nama Horsi.
Pemisahan tersebut merupakan bagian dari aturan yang diterapkan SMA Al Hikmah Surabaya. Meski berada di tribun berbeda, mereka tetap menganggap Horsi dan Horsamania sebagai satu keluarga.
“Sebenarnya sama sih, Horsa juga. Cuma karena saking dipisahnya di sekolah itu sampai kita bukan nggak bersatu. Kalau ada event di sekolah kita tetap satu,” jelas Hamdan.
Baca juga: Garap Koreo Tema Nostalgia, Wolumania Diwarnai Aksi Pocong-Pocongan
Perbedaan tribun pun tidak mengubah tujuan.
“Pastinya tetap totalitas tanpa batas. Tugas kita biarkan yang penting Horsamania all out,” ujarnya.
Nilai tersebut juga mereka bawa ketika berada di luar lingkungan sekolah.
Sebelum berangkat menuju DBL Arena, mereka tetap menjaga kebiasaan yang diajarkan sekolah. Salat berjamaah dan doa dilakukan bersama. Ketika berada di tribun, mereka berusaha menjaga sikap dengan tidak berkata kasar dan tetap tertib.
“Walaupun kita di luar sekolah, kita tetap bisa mengamalkan syar'i Islam yang baik dalam supporter. Sebelum berangkat kita salat berjamaah, doa dulu,” kata Hamdan.
Hari itu menjadi lebih dari sekadar pertandingan pertama.
Bagi siswa kelas XII, pengalaman tersebut terasa seperti membuka pintu yang sudah lama mereka tunggu. Mereka akhirnya berdiri di tribun DBL Arena, meneriakkan sapaan yang selama ini hanya menjadi keinginan.
“Pertama kali itu saya pengen berdiri di situ, teriak ‘AYOOO’ kayak gitu,” ujar Arzu.
Namun, mereka belum menganggap seluruh energi Horsamania sudah keluar.
Arzu dan Hamdan justru menyebut penampilan perdana tersebut baru sebagian kecil dari apa yang masih mereka siapkan.
“Untuk kedepannya tunjukkan, kita masih banyak yang belum kita keluarkan. Ini masih 10 persen dari 100 persen yang harus kita keluarkan,” kata Hamdan.
Satu hal yang pasti, debut yang telah mereka tunggu sejak lama sudah terwujud. Dari keinginan yang muncul sejak 2014, latihan bersama seluruh angkatan, hingga koreo Hello DBL yang dikerjakan dalam waktu sekitar sepekan.
Baca juga: Inspirasi Fajar Merah, MANSTERMANIA Unjuk Koreo di DBL Arena
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).