ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Yogi Oktafianto berdiri di pinggir lapangan saat mendampingi tim basket Smansa Tuban di DBL Arena Surabaya, Minggu (9/8/2026).

Mimpi bermain di Honda DBL with Kopi Good Day bisa datang dari mana saja. Bagi pemain dari daerah, kesempatan tampil di DBL Arena Surabaya bahkan bisa menjadi pengalaman yang sebelumnya hanya mereka bayangkan.

Hal itu pula yang terus tumbuh di SMAN 1 Tuban. Selama bertahun-tahun, sekolah tersebut menjadi tempat bagi pemain-pemain muda Tuban untuk mengenal basket, berkembang, dan membawa nama daerahnya ke panggung yang lebih besar. Termasuk salah satunya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. 

Di balik perjalanan panjang tersebut ada Coach Yogi Oktafianto. Ia mulai menangani tim basket SMAN 1 Tuban sekitar 2015 hingga 2016, setelah sebelumnya melihat langsung kondisi tim ketika mengikuti kompetisi di Tuban.

Awalnya, ia hanya bermaksud membantu teman yang lebih dulu menangani tim. Namun, ketika sang pelatih tidak dapat melanjutkan, Coach Yogi mengambil tanggung jawab tersebut.

“Awalnya coba-coba dan kecemplung,” kenangnya.

Dari keputusan yang bermula secara tidak sengaja itu, perjalanan Coach Yogi bersama Smansa Tuban terus berlanjut. Ia melewati pergantian generasi dan melihat pemain datang silih berganti.

Baca juga: Simak Daftar Tim Waiting List yang Lolos DBL East Java-East 2026!

Sebagai tim dari daerah, proses pembinaan pun tidak selalu dimulai dari pemain yang sudah memiliki kemampuan matang. Sebagian baru mengenal basket ketika masuk SMA. Namun, bagi Coach Yogi, kondisi tersebut bukan alasan untuk berhenti berkembang.

Justru, ia ingin para pemain memiliki kesempatan untuk merasakan persaingan di luar Tuban.

“Yang saya senang dari anak-anak itu semangat mereka untuk ingin lebih kompetitif, lebih berproses ke depannya. Biasanya kita ketemu sama daerah sekitar saja, ini sampai ketemu sama SMA-SMA di Surabaya dan sekitarnya. Kita termasuk bangga karena kita bawa nama Tuban,” tuturnya.

Musim ini, Smansa Tuban kembali menjadi satu-satunya wakil Tuban di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North. Bagi Coach Yogi, keberadaan mereka di kompetisi bukan hanya tentang bertanding, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi anak-anak yang tumbuh jauh dari pusat persaingan basket.

Semangat itulah yang membuatnya bertahan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ia tidak sekadar ingin membentuk pemain, tetapi juga menemani mereka menemukan jalan masing-masing.

“Saya lebih merasa care saja sama anak-anak. Saya tahu mereka pastinya ingin lebih kompetitif, lebih berproses ke depannya. Targetnya masing-masing beda. Selama saya bisa memberitahu dan melatih mereka, ya saya kasihkan untuk mereka saja,” ujarnya.

Bagi Coach Yogi, proses tersebut tidak berhenti ketika seorang pemain lulus. Beberapa anak didiknya masih berkomunikasi dengannya hingga sekarang. Ada yang melanjutkan basket di bangku kuliah, bekerja, hingga membangun keluarga.

Melihat mereka tumbuh setelah meninggalkan sekolah justru menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Melihat mereka sudah kerja, ada yang nikah juga. Paling nggak saya bagian dari kehidupan mereka. Lihat mereka sampai sekarang sukses, saya juga senang,” katanya.

Baca juga: Bukan Sekadar Mengejar Menang, Coach Boyo Rawat Kultur Basket Smekda

Pandangan tersebut turut membentuk cara Coach Yogi membina pemain. Ia tidak ingin anak-anak hanya menjadi pemain yang mampu menjalankan instruksi, tetapi juga memahami keputusan yang mereka buat di lapangan.

“Basket itu olahraganya manusia. Kamu harus seutuhnya jadi manusia,” tuturnya.

Menurutnya, basket bisa menjadi tempat belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, hingga kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut kemudian ia jaga dalam kehidupan tim sehari-hari.

Ia juga berusaha membuat pemain merasa seperti satu keluarga. Sementara untuk menjaga karakter tim ketika generasi berganti, alumni tetap dilibatkan untuk datang, berbagi pengalaman, dan memberikan motivasi kepada pemain yang lebih muda.

Coach Yogi Oktafianto memberikan arahan kepada pemain Smansa Tuban saat pertandingan di DBL Arena Surabaya.

“Untuk jaga itu tetap membutuhkan bantuan alumni. Saya pengin mereka tetap datang, jenguk adik-adiknya, membantu kasih motivasi, mungkin sedikit ilmu yang mereka sudah dapat di tingkat kuliah atau di luar sekolah,” katanya.

Perjalanan panjang Smansa Tuban sendiri telah melahirkan sejumlah catatan di panggung DBL. Tim putra pernah melangkah hingga Sweet Sixteen pada 2011, ketika Dean Danu Dewanto juga masuk First Team. Tim putri kemudian menyamai pencapaian tersebut pada 2023.

Bagi Coach Yogi, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak banyak tim dari daerah yang mampu melangkah sejauh itu.

“Saya merasa bangga jadi salah satu bagian dari SMAN 1. Dari dulu mungkin dari daerah agak jarang yang masuk. Apalagi kalau masuk 16, masuk grup selanjutnya saja kadang sudah nggak bisa,” ujarnya.

Kini, semangat tersebut beriringan dengan tema Home of the Dreamers yang diusung DBL musim ini. Bagi Coach Yogi, rumah bukan hanya tempat untuk kembali, tetapi ruang yang membuat seseorang merasa nyaman untuk bertumbuh.

“Rumah itu menurut saya tempat kita kembali. Entah kita ada masalah atau kita bahagia, kita selalu kembali ke rumah,” katanya.

Karena itu, ia ingin lingkungan basket Smansa Tuban menjadi tempat yang nyaman bagi pemain, official, guru, hingga alumni. Dari sana, para pemain bisa belajar, berkembang, lalu berani membawa mimpinya lebih jauh.

Coach Yogi sendiri tidak memasang target khusus berupa gelar atau pencapaian tertentu untuk masa depan tim. Fokusnya sederhana: melihat anak-anak berkembang dan berhasil dalam kehidupan mereka.

Baca juga: Lawan "Masa Lalu", Coach Dzaki Hanif Bawa Delapan Bekuk Almamater Sendiri

Hampir satu dekade berada di pinggir lapangan membuat Coach Yogi tahu bahwa suatu hari para pemain itu akan meninggalkan Smansa Tuban.

Mereka akan memilih jalan masing-masing, membawa pengalaman yang pernah didapat selama mengenakan jersey sekolah.

Ia hanya ingin mereka tetap mengingat satu hal: perjuangan sebagai anak daerah bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

“Jadi tetap semangat, tetap rendah hati, jangan pernah sombong. Yang penting, kita ini anak daerah yang harus berjuang lebih untuk menjadi sesuatu yang besar,” pesannya.

Lalu, ketika perjalanan mereka telah membawa masing-masing menuju tujuan, Coach Yogi punya satu kalimat untuk para pemain yang pernah dibinanya.

“Sampai jumpa ketika kalian sudah sukses.”

Hampir satu dekade, lapangan basket Smansa Tuban bukan hanya menjadi tempat bertanding. Di sana, anak-anak daerah belajar mengenal basket, tumbuh bersama, dan perlahan berani membawa mimpi mereka lebih jauh.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).




Profil Coach Yogi Oktafianto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).


Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS