ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Achmad Fadillah Afandy bersama asistennya, Rizqy Alfiansyah Suksin, saat SMA Wijaya Putra Surabaya bertanding di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

9 Agustus 2026. Tanggal itu sudah disimpan baik-baik oleh Achmad Fadillah Afandy, pelatih SMA Wijaya Putra Surabaya (Smawipa).

Ia dan anak-anak tim basket putra Smawipa akan menjalani debutnya di Honda DBL with Kopi Good Day East Java North. 

Setelah melalui berbagai perjuangan berat dan perjalanan yang panjang, mereka akhirnya berkesempatan untuk membawa bangga nama sekolah di depan ribuan penonton di DBL Arena.

Pukul 09.00 WIB. Coach Fandy -sapaan akrabnya- sudah tiba di sekolah dan berkumpul bersama srikandi Smawipa. “Untuk video session. Jadi kita evaluasi sparing-sparing yang kita jalanin sebelum DBL. Melihat matchup lawan. Bagaimana yang harus kita adjust,” tuturnya.

Pertandingan mereka dijadwalkan pada pukul 16.00 WIB. SMAN 10 Surabaya (Bigten) menjadi lawan pertama mereka di DBL East Java-North 2026. 

Coach Fandy dan Smawipa hadir 2 jam sebelumnya. Tepat waktu. Antusias untuk mempersiapkan diri demi tampil maksimal.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North 2026: BIGTEN Masih Perkasa, Smamda Menang Dramatis

Pukul 15.30 WIB. Setengah jam menuju laga perdana mereka. 

Pertandingan yang dijadwalkan sebelum mereka telah berakhir. Pelatih yang kini berusia 24 tahun itu bergegas memandu anak-anaknya untuk meninggalkan locker room.

Let’s go! Let’s go! Jangan lupa tumbler,” tegasnya kepada anak-anak Smawipa. 

Smawipa berbaris rapi di sebelah anak-anak Bigten. Mereka masuk ke dalam lapangan terlebih dahulu.

Coach Fandy sangat ceria. Tidak bisa berhenti tersenyum. Ia memberi tos kepada seluruh pemain Bigten sebelum beranjak. Cuitan percakapan dan candaan juga beberapa kali dilontarkan.

Karena para pemain baru bisa masuk setelah dipanggil, Coach Fandy akhirnya menjadi yang pertama untuk menginjak lapangan DBL Arena.

Ia ditemani oleh asistennya, Rizqy Alfiansyah Suksin. Coach Fandy pun terdiam. Ekspresinya tajam saat mengamati atmosfer DBL Arena.

Di depan matanya, anak-anak Wipa Mania (julukan suporter Smawipa) tengah sibuk mengatur posisi dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk mendukung tim kebanggaan. Coach Fandy sungguh tidak bisa berkata-kata.

Baca juga: TENTACLES Bawa Koreo 5D dan Penari Aslinya, Promosikan Ekskul Tari Tradisional

Apalagi di papan skor terpampang gagah nama sekolahnya. Di atas itu, ada tulisan yang membuatnya semakin emosional: Home of the Dreamers.

“Saya merinding saat melihat sekeliling saya. Masyaallah! Dulu saya hanya bisa duduk di tribun. Hanya bisa melihat di YouTube. Sekarang saya bisa duduk di bench, melihat anak-anak berjuang di DBL,” cerita Coach Fandy.

“Selama 2 tahun kebelakang saya cuma bisa berdoa semoga kapan-kapan bisa masuk DBL,” tambahnya.

Ia kemudian mengambil ponselnya. Mengabadikan tribun Wipa Mania yang kini juga mendapatkan tempat di rumah bernama DBL. 

Beberapa detik terlewat. Setelah mengamati tribun itu, Coach Fandy memegang bola basket yang tersedia bagi timnya untuk pemanasan. Sekali dua kali ia melakukan dribble

Coach Fandy adalah orang pertama dari SMA Wijaya Putra Surabaya yang memegang bola DBL. 

Perasaannya campur aduk. Ini bukan hanya tentang debut Coach Fandy dan Smawipa di DBL East Java-North. Ini juga tentang mimpi yang terealisasikan. Mimpi yang tidak pernah berhenti untuk menanti jawaban selama 9 tahun.

Baca juga: Kebut Sejak Juli, Ultras Madness Siapkan Sonic untuk Kawal Putra Smatag

Coach Fandy

Pelatih SMA Wijaya Putra Surabaya, Achmad Fadillah Afandy (nomor punggung 0), bersama tim basket sekolah pada 2017 (Foto: dokumentasi pribadi Achmad Fadillah Afandy)

Tahun 2017 merupakan pertama kalinya Coach Fandy memasang identitas Smawipa di dadanya. “Saya itu dulu ikut semua ekskul. Gak mau ada waktu luang. Gak mau langsung pulang. OSIS, pramuka, basket, semua saya ikuti,” katanya.

Olahraga basket pun kemudian menjadi kegiatan yang paling Coach Fandy minati. Ia berhasil masuk ke dalam roster tim. Berbagai ajang Coach Fandy ikuti dengan nomor punggung 0 serta sepatu kesayangan berwarna putih, hitam, dan merah yang selalu menemaninya.

Namun, ada satu hal masih belum dicentang dalam daftar keinginannya: Bermain di DBL.

“Mimpi saya itu sempat tertunda. Dulu kami belum punya anak-anak dance,” jelas Coach Fandy.

Saat itu, skuad Smawipa juga hanya diisi oleh teman-teman angkatan Coach Fandy. Tidak ada kakak maupun adik kelas. Hanya mereka yang berminat untuk membela Smawipa di lapangan basket.

Coach Fandy akhirnya lulus SMA tanpa ada pengalaman melantai di DBL Arena. Setidaknya sebagai pemain. Pada 2022, Coach Fandy mendapatkan panggilan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Setelah pandemi Covid-19, mereka (Smawipa) gak punya pelatih. Saya akhirnya direkrut,” ujarnya.

Baca juga: Debut di DBL, Wipa Mania Rasakan Megahnya Tribun DBL Arena

Mimpi itu ternyata tidak pernah padam. Coach Fandy masih punya kesempatan untuk berlaga di DBL East Java-North. Hanya saja, dia akan mengemban tugas di samping lapangan. Memandu anak buahnya untuk meraih kemenangan.

“Saya juga punya banyak utang budi ke Smawipa. Selama saya sekolah, Smawipa memberikan semuanya kepada saya. Sekarang waktunya saya membalas itu,” tegasnya.

Tanpa berlama-lama, Coach Fandy langsung berjuang untuk menggenggam lisensi pelatih. Penataran berlangsung di Kabupaten Lamongan selama 5 hari. 

Tahun demi tahun, Coach Fandy selalu menemani perjalanan anak-anak basket Smawipa dan berada di sisi mereka. Membangun hubungan yang spesial layaknya saudara. 

Dari yang dulunya hanya diikuti oleh satu angkatan, mereka langsung menjadi skuad yang solid dengan Coach Fandy sebagai nahkoda. 

Sampai akhirnya, pada 2025, salah satu dari mereka mengucapkan kalimat yang tidak pernah berhenti menjadi motivasi Smawipa.

“Ayo kalau bisa tahun depan ikut DBL!”

Selama ini, mereka sudah menguji kemampuan mereka lewat ajang-ajang yang lebih kecil. Tinggal DBL East Java-North saja yang tersisa.

Baca juga: Setahun Menanti, Labib Aqil Firjatullah Akhirnya Bermain di DBL Arena

“Panggung ini (DBL) adalah mimpi semua anak-anak SMA dan SMK se-Indonesia. Kalau katanya anak-anak, ‘Ayo, coach! Kalau gak ikut DBL iku guduk arek basket (itu bukan anak basket)!” ungkap Coach Fandy.

Coach Fandy dan Smawipa sangat bersikeras untuk bermain di DBL East Java-North. Mereka lantas mengikuti salah satu turnamen yang juga pernah diselenggarakan di DBL Arena. Manifestasi.

“Itu event biasa, bukan yang besar kayak DBL. Tapi mereka akhirnya masuk ke lapangan dan merasakan main DBL Arena,” ingat Coach Fandy.

Bahkan, saat itu Smawipa juga berhasil mengukir rekor bersejarah untuk sekolah mereka. “Dulu suporter yang datang di sana itu adalah yang terbanyak. Itu yang bikin saya haru,” tutur Coach Fandy.

Bukan hanya tim basket, seluruh siswa-siswi Smawipa juga ingin merasakan atmosfer DBL.

Momen itu telah tiba. Selamat datang di DBL East Java-North 2026.

Baca juga: Scootersmania Bawa Dewi Themis ke Tribun DBL East Java-North

SMA Wijaya Putra Surabaya

Momen SMA Wijaya Putra Surabaya setelah bertanding di DBL Arena pada 2025 lalu (Foto: dokumentasi pribadi Achmad Fadillah Afandy)

Kembali ke pertandingan. 

Coach Fandy masih dengan ponselnya. Saat tim putra Smawipa dipanggil masuk ke lapangan, ia merekam momen bersejarah itu.

“Saya jujur sempat sedih. Akhirnya mimpi saya, mimpi asisten saya, dan mimpi anak-anak saya semua tercapai. Saya mau memberikan apresiasi ke anak-anak. Saya abadikan momen itu untuk cerita di kemudian hari,” sebutnya.

Ia sendiri berpenampilan rapi. Rambut terpangkas. Dasi dipasang erat. Kemeja putih dipakai untuk melambangkan awal yang baru. 

Sebelum tip-off, Coach Fandy dan putra Smawipa membentuk lingkaran untuk terakhir kalinya sebelum mereka resmi mengukir sejarah baru di DBL East Java-North.

Coach Fandy menunjuk nama sekolah di jersei mereka dengan bangga. 

Guys, ini impian kalian dari beberapa tahun lalu! Tolong percaya temanmu. Kalian dilihat orang banyak, dilihat orangtua kalian, berikan yang terbaik!” katanya kepada srikandi Smawipa.

Di laga perdana itu, ia juga tidak ingin memberikan banyak beban kepada anak-anak. “Enjoy saja. Jalankan apa yang kita latih selama ini,” sebut Coach Fandy.

Baca juga: Dari Tuban, Smansa dan Coach Yogi Bawa Mimpi Student Athlete Daerah ke DBL

 Achmad Fadillah Afandy

Achmad Fadillah Afandy saat memberi instruksi kepada tim putra SMA Wijaya Putra Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Saat pertandingan resmi dimulai, perasaan Coach Fandy semakin campur aduk dibanding sebelumnya. 

“Kenapa kok dulu saya gak main di DBL? Kenapa gak sebagai pemain? Kenapa baru sekarang?”

Kendati demikian, memperjuangkan Smawipa sampai akhirnya ia bisa membela mereka di DBL East Java-North 2026 sudah sangat berarti baginya. Ia pun tetap menjalani tugasnya sebagai pelatih dengan baik.

Setiap pemain Smawipa rela mengeluarkan tenaga ekstra untuk tampil gesit di sisi bertahan, Coach Fandy selalu mengacungkan jempol kepada mereka.

Bahkan, setelah tim dance Smawipa selesai memberikan penampilan, ia juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka. “Saya ingin mereka semua senang,” tegas Coach Fandy.

Hasil akhir pertandingan Smawipa melawan Bigten memang belum memenuhi harapan mereka. Namun, Coach Fandy tetap tersenyum.

Akhirnya Coach Fandy bisa merasakan euforia yang tidak pernah ia rasakan selama bersekolah di Smawipa. 

SMA Wijaya Putra Surabaya

Achmad Fadillah Afandy bersama tim putra SMA Wijaya Putra Surabaya setelah pertandingan berakhir di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Saat anthem magis Smawipa dinyanyikan, sosok Coach Fandy kecil di dalam lubuk hatinya tersenyum bahagia. Bersyukur karena ia tetap setia dan tidak pernah menyerah untuk mewujudkan keinginan terbesar masa kecilnya. 

Terima kasih sudah berani bermimpi dan berjuang, Coach Fandy.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Sempat Dilarang Basket, Pesan Papa Justru Jadi Pegangan Joseph di Pertandingan

Profil Achmad Fadillah Afandy bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS