DBL Arena Surabaya menjadi panggung bagi dua cerita tentang Indonesia pada gelaran AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, Senin, 10 Agustus 2026. SMAN 12 Surabaya (Twelfforce) dan SMA Untung Suropati Sidoarjo (Marvelous Dance Crew) datang dengan interpretasi berbeda terhadap tema 100% Indonesia.
Twelfforce membawa kisah Cendrawasih yang terancam perburuan. Sementara Marvelous mengajak penonton menengok kembali masa penjajahan hingga lahirnya kemerdekaan.
Di awal penampilan Twelfforce, Cendrawasih digambarkan hidup bebas. Suasana kemudian berubah ketika para pemburu datang. Burung yang semula menjadi pusat perhatian perlahan berubah menjadi korban perburuan.
Baca juga: TECHNO4 Bawakan Kisah Dewi Shinta, VOR7IC Buka Warung AQUA di AQUA DBL Dance
Kisah tersebut menjadi cara Twelfforce menyuarakan persoalan tentang Cendrawasih yang kini semakin langka. Mereka ingin menunjukkan ironi ketika burung yang menjadi salah satu ikon Indonesia justru terancam oleh aktivitas manusia.
“Realitanya Cendrawasih itu saat ini sudah langka dan saat ini juga banyak diburu. Mereka diburu sama warga lokal mereka sendiri,” ujar Earlene Kalila Putri Hidayati, kapten Twelfforce.
Cerita berlanjut hingga Cendrawasih akhirnya dibunuh. Para dancer yang berperan sebagai warga menunjukkan reaksi kecewa dan kesakitan. Adegan itu menggambarkan rasa kehilangan ketika ikon yang seharusnya dijaga justru diburu demi kepentingan manusia.
Pesan tersebut turut diterjemahkan melalui kostum. Twelfforce mengambil inspirasi dari tari-tarian Indonesia Timur, kemudian menyederhanakannya agar tetap leluasa digunakan untuk bergerak.
Di balik penampilan yang terlihat rapi, ada proses persiapan selama sekitar satu bulan. Para anggota berlatih dua hingga tiga kali dalam sepekan sembari membagi waktu untuk menyusun koreografi, menyiapkan kostum, dan membuat properti.
Justru bagian terakhir menjadi salah satu tantangan terbesar. Seluruh properti dirancang dari nol oleh para anggota. Tidak ada tenaga ahli yang membantu, sementara kebutuhan pembuatannya juga harus mereka tanggung sendiri.
“Of course, itu tuh menguras duit kita masing-masing. Kita juga enggak punya tenaga ahli, jadi kita otodidak. Ngecat-ngecat sendiri, bikin sendiri,” tutur Paula Marcellia Armita, bendahara Twelfforce.
Baca juga: CONVOX Eagles Kenalkan Keumalahayati, XVII DC Angkat Emak-Emak
Proses mengerjakan properti tersebut berlangsung bersamaan dengan latihan. Bagi Twelfforce, bukan hanya hasil akhirnya yang penting, tetapi juga kebersamaan yang tercipta selama mengerjakannya.
“Berkesannya itu momen kebersamaan kita waktu bikin properti,” ujar Kalila.
Pengalaman sejumlah anggota yang sebelumnya memiliki latar cheer juga ikut memberi warna di atas panggung. Beberapa atraksi angkat menjadi bagian dari koreografi, membuat gerakan Twelfforce semakin dinamis sekaligus membantu menghidupkan cerita Cendrawasih.
Dari kisah tentang satwa yang terancam, Marvelous Dance Crew SMA Untung Suropati Sidoarjo membawa penonton berpindah ke masa perjuangan Indonesia.

Marvelous Dance Crew SMA Untung Suropati Sidoarjo menampilkan koreografi bertema perjuangan Indonesia dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Senin (10/8/2026).
Penampilan mereka dimulai dari kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Situasi kemudian berubah ketika Jepang datang dan menyerang. Konflik terus berkembang hingga akhirnya cerita ditutup dengan satu gambaran Indonesia merdeka.
Menentukan cerita tersebut ternyata bukan perkara mudah. Ketika tema 100% Indonesia diumumkan, Marvelous sempat kebingungan menentukan peristiwa yang ingin mereka bawa ke atas panggung.
Baca juga: Bawa Budaya hingga Rombak Koreo, Cerita Vier dan Revolt di AQUA DBL Dance
Mereka sempat mempertimbangkan kisah perobekan bendera di Surabaya. Namun, karena pertimbangan penggunaan bendera dalam penampilan, Marvelous memilih cerita perjuangan melawan penjajahan sebagai alternatif.
“Pas tahu DBL ngasih tema 100% Indonesia, benar-benar sempat bingung juga mau bawain apa. Terus anak-anak kepikiran bawain peperangan,” ujar Evangeline Lintang Parasasri, kapten Marvelous Dance Crew.
Bagi Marvelous, kisah tersebut bukan sekadar menggambarkan peperangan. Ada pesan tentang bagaimana kemerdekaan lahir melalui kebersamaan dan gotong royong.
“Indonesia flashback lagi, dulu kita pernah dijajah, terus kita bisa merebut kemerdekaan dengan kebersamaan, gotong royong,” tutur Lintang.
Semangat perjuangan itu rupanya juga mereka rasakan selama menyiapkan penampilan. Persiapan dimulai sejak awal Juli. Dalam waktu sekitar satu bulan, mereka harus membagi tenaga untuk latihan, membuat properti, hingga menyelesaikan kostum.
Drama terbesar justru terjadi menjelang hari tampil.
Kostum mereka belum sepenuhnya selesai pada H-1. Beberapa bagian pakaian masih harus dikerjakan sehingga mereka terpaksa mencari penjahit lain pada malam hari. Di saat yang sama, kostum tersebut belum pernah digunakan untuk latihan.
“Semalam H-1 itu kita harus muter, besok itu gimana? Ternyata pas dikasih bajunya ada beberapa yang belum jadi. Akhirnya malam-malam kita harus nyari penjahit lagi,” kenang Lintang.
Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat berubah menjadi malam penuh kecemasan. Mereka bahkan belum tahu apakah kostum tersebut akan nyaman digunakan untuk menjalankan koreografi dan atraksi.
Pagi harinya, Marvelous sudah bersiap sejak pukul 07.00. Kostum yang baru selesai langsung diuji di lapangan. Bagian-bagian pakaian yang panjang diperiksa agar tidak mengganggu gerakan.
Baca juga: UK Crew Angkat Sosok Perempuan Tangguh, WIPZDA Bangkit dari Nol di DBL
Beruntung, seluruhnya berjalan sesuai harapan.
Properti kembali menjadi tantangan berikutnya. Para dancer harus menggerakkannya sendiri di atas panggung sehingga setiap properti harus dibuat dengan mempertimbangkan ukuran, pergerakan, hingga kemudahan saat digunakan dalam koreografi.
Persiapan juga tidak selalu berjalan mulus dari sisi fisik. Sejumlah anggota sempat sakit menjelang penampilan, bahkan ketika beberapa dari mereka harus melakukan atraksi angkat.
Namun, seluruh proses itu justru membuat penampilan hari ini terasa lebih berarti bagi Lintang. Sebagai siswi kelas 12 sekaligus kapten Marvelous, panggung tersebut menjadi bagian dari tahun terakhirnya bersama tim.
Rasa gugup tetap muncul sebelum musik dimulai. Terlebih, beberapa bagian koreografi membutuhkan atraksi yang harus dilakukan dengan tepat.
Ketika seluruh rangkaian akhirnya selesai, rasa lega pun datang. Namun bagi Marvelous, satu penampilan bukan akhir dari perjuangan.
“Setelah tampil pasti lega banget. Kayak, oh akhirnya selesai. Tapi masih ada perjuangan lain. Kita harus lebih maksimal lagi kedepannya,” tutup Lintang.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).