Nuansa mistis terasa dari penampilan Evolve Dance Management (EDM), tim dance SMKN 1 Surabaya di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North. Di tengah tema besar “100% Indonesia”, EDM memilih membawa kisah kutukan susuk.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ketika konsep 100% Indonesia identik dengan budaya, makanan, permainan tradisional, atau tren khas Tanah Air, EDM justru mencari sisi lain yang dianggap lebih unik.
Kapten EDM, Nadia Aisyah Nurrachman, mengatakan ide kutukan susuk muncul setelah timnya berdiskusi dengan coach untuk mencari konsep yang tidak terlalu umum.
Baca juga: Xtrada Jadi Pembatik di AQUA DBL Dance 2026 East Java-North
“Pastinya kita berpikir enggak jauh-jauh dari budaya, makanan, permainan, terus lagu-lagu atau tren Indonesia. Tapi kata coach kita kurang ikonik dan kurang anti-mainstream,” ujar Nadia.
Dari berbagai pilihan yang muncul, kutukan susuk akhirnya dipilih. Susuk dianggap lekat dengan budaya Jawa sekaligus memiliki sisi mistis yang bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita di atas panggung.
Namun, EDM tidak hanya ingin menampilkan sisi seram dari susuk. Mereka menyelipkan pesan tentang sesuatu yang awalnya terlihat menguntungkan, tetapi justru bisa berbalik menjadi ancaman.
“Susuk itu kelihatannya di awal bisa mempercantik diri, bisa membuat ketertarikan sama orang lain. Tapi lama-kelamaan itu bakal jadi bumerang buat kita,” jelas Nadia.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam penampilan EDM. Seiring berjalannya koreografi, karakter yang mereka bawakan mulai mengalami stres, depresi, hingga frustrasi. Susuk yang sebelumnya dianggap sebagai jalan untuk mendapatkan daya tarik justru berubah menjadi ancaman bagi dirinya sendiri.
Baca juga: Dulu Tiup Peluit, Kini Coach Rizky Bawa Sabers Debut di DBL East Java-North
Untuk mewujudkan konsep tersebut, EDM menggabungkan berbagai inspirasi. Makeup dan visual mereka dikembangkan dari film, Pinterest, hingga berbagai referensi di internet.
Properti pun dibuat sendiri oleh tim. Begitu pula dengan makeup yang dikerjakan oleh anggota EDM. Sebanyak 12 anggota tim terlibat dalam persiapan penampilan tersebut.
Persiapan EDM juga berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Mereka hanya memiliki waktu sekitar tiga minggu. Bahkan, koreografi baru rampung pada Minggu, hanya beberapa hari sebelum penampilan.
Kostum dan properti juga dikebut pada waktu yang sama. Kostum bahkan masih sempat mengalami proses permak sebelum mereka tampil.
“Jujur kita sempat takut karena koreo baru selesai hari Minggu. Kita takut enggak nutut waktunya. Properti juga ngebut banget. Kostum juga baru selesai Minggu malam,” tutur Nadia.
Baca juga: Ondel-ondel hingga Engklek, Cheertas dan Mapradale Bawa Cerita Indonesia
Bagi EDM, kutukan susuk bukan hanya cara untuk tampil berbeda. Mereka ingin menunjukkan bahwa tema 100% Indonesia dapat dieksplorasi dari berbagai sisi, termasuk kisah mistis yang dekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)