“Aku ingin sekali bisa masuk DBL Camp. Terinspirasi dari Fauzan Adinata yang tahun lalu juga berangkat ke kamp,” kata Muhammad Alif Al Faiz, penggawa SMAN 1 Solok di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra.
Alif -sapaan karibnya- menjadi salah satu pemain kunci saat Smansa Solok melawan SMAN 1 Bukittinggi. Pada gim tersebut, Smansa Solok menang dengan skor akhir 31-15.
Alif mengantungi 12 poin dan 3 steal selama 29 menit di lapangan. Perjalanan basket Alif dimulai saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Semua bermula dari ajakan sang kakak, Ramadhio Satria.
“Awalnya itu aku diajak abang ikut latihan. Dari awal mulai terbiasa main basket dan makin suka sama olahraga ini,” ujarnya.
Yup, moncernya Alif di gim pertama Smansa Solok tidak terlepas dari peran sang kakak yang saat itu mengenalkannya ke basket.
Baca juga: Berliana Almadina dari SMP Sudah Punya Mimpi Bisa Main di DBL West Sumatra
“Tapi, abang aku nggak ikut DBL, Kak. Dia lulus SMA itu 2016. Dan waktu itu nggak ikut DBL. Jadi ini hitungannya aku mewujudkan mimpi sang kakak main di DBL,” ungkapnya.
Musim ini menjadi musim pertama Alif melantai di GOR Prayoga, Padang. Meski berstatus sebagai ruki, ia ingin habis-habisan demi bisa meraih kejayaan bersama sekolah tercinta. Selain itu, ia juga punya mimpi untuk bisa masuk dalam jajaran skuad First Team DBL West Sumatra 2026.
“Aku ingin sekali bisa masuk DBL Camp. Aku ingin sekali bisa merasakan pengalaman yang besar. Belajar lebih banyak lagi tentang basket dan berkembang bersama pemain-pemain,” ujarnya.
Salah satu inspirasinya adalah Fauzan Adinata, campers DBL Camp 2026 asal SMAN 1 Solok.
“Menurutku DBL Camp itu tempat yang tepat buat aku mengembangkan diri di baskt dan kehidupan. Apalagi itu kan tempat berkumpulnya pemain hebat dari seluruh daerah. Semoga aku bisa meraih mimpiku, Kak,” ceritanya.
Alif bahkan sudah berjanji jika ia berhasil menggapai mimpinya dan menjadi campers di DBL Camp 2027.
“Nanti kalau aku terpilih, aku mau bagi-bagi pengalamanku ke teman-teman SMAN 1 Solok. Biar almamaterku semakin maju dan itu jadi bentuk syukurku atas perjalananku di basket,” terangnya.
Alif juga menambahkan, “Biar pada tahun-tahun mendatang, ada juga yang dari SMAN 1 Solok yang berangkat ke DBL Camp,”
Alif sendiri memandang mimpi bukan sebagai sebuah tuntutan yang harus segera diwujudkan. Baginya, mimpi adalah sebuah kompas yang menuntunnya membuka banyak pintu cakrawala baru.
“Tanpa mimpi, kita tuh pasti kehilangan alasan untuk melangkah lebih jauh. Mimpi itu mendorong kita jadi orang yang lebih baik setiap harinya,” tandasnya.
Well, semoga bisa tembus Kopi Good Day First Team 2026 West Sumatra ya, Alif!
Profil Muhammad Alif Al Faiz bisa kalian cek di bawah ini.