Kemenangan SMAN 1 Taman Sidoarjo atas SMA IPIEMS Surabaya dengan skor 54-8 di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 14 Agustus 2026 sore, terasa semakin spesial bagi T-One Mania.
Bukan hanya karena tim kebanggaan mereka berhasil mengamankan kemenangan, tetapi juga karena tribun mereka kembali menyuarakan pesan lewat sebuah koreografi.
“Lihatlah kami hari ini, tunduklah saat sejarah mengeja nama kami.”
Kalimat tersebut terpampang dalam koreografi berukuran 24 x 13 meter yang dibentangkan T-One Mania. Bagi Mochammad Farel Aditya, tim kreatif T-One Mania, tulisan tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Ada pesan tentang keberadaan dan semangat mereka untuk terus mendukung tim basket Smanita, (julukan SMAN 1 Taman Sidoarjo)
“Lihatlah kami hari ini. Kami ingin menunjukkan kepada semuanya kalau kami ini masih ada dan kami masih terus menyuarakan untuk mendukung tim basket SMAN 1 Taman,” ujar remaja yang akrab disapa Farel itu.
Kalimat tersebut kemudian dilanjutkan dengan “Tunduklah saat sejarah mengeja nama kami”. Bagi Farel, ada harapan besar yang diselipkan di balik pesan tersebut.
“Kami yakin suatu saat nanti kami akan besar dan semua akan mengingat nama kami,” lanjutnya.
Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Jumat, 14 Agustus 2026
Pesan itu menjadi semakin bermakna karena T-One Mania terus berusaha menjaga antusiasme di tribun. Dukungan datang dari para siswa yang memilih bergabung dan menjadi bagian dari wadah suporter tersebut.
Capo T-One Mania, Muhammad Eka Saputra menyebut, antusiasme itu yang membuat T-One Mania mampu membawa massa dalam jumlah cukup besar. Pada pertandingan kali ini, sekitar 400 hingga 500 suporter hadir untuk memberikan dukungan kepada tim basket Smanita.
“Dari anak-anak sendiri itu antusias. Jadi mereka yang ingin ikut di wadah ini membuat kami merasa masih ada yang mendukung kami,” tutur Eka.
Di balik koreografi tersebut, ada proses kreatif yang tak kalah menarik. Eka dan Farel bersama rekan-rekannya hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikan koreografi berukuran 24 x 13 meter itu.
Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah karakter anime yang digunakan dalam koreo. Tim kreatif T-One Mania mengambil inspirasi dari anime Yujiro Hanma, karakter dari seri Baki, untuk memperkuat visual yang ingin mereka tampilkan.
Baca juga: SHARKERSMANIA Menggali Harapan yang Sempat Terkubur di DBL Arena
Pemilihan karakter tersebut kemudian dipadukan dengan font dan tulisan yang menjadi pusat perhatian koreografi. Bagi Farel, seluruh elemen visual itu dibuat untuk menggambarkan kondisi dan karakter T-One Mania.
“Makanya kita bikin koreo dan font dengan karakter sendiri. Itu melambangkan kita yang ingin berteriak dan menyampaikan sesuatu ke tempat tersebut,” jelas Farel.
Menariknya, kalimat yang menjadi pesan utama koreo justru muncul secara spontan ketika proses pengerjaan berlangsung.
“Kalau kata-kata sama font-nya itu tiba-tiba kepikiran. Pas mau ngecat itu tiba-tiba kepikiran,” kata Eka.
Meski dikerjakan hanya dalam tiga hari, proses menentukan konsep sebenarnya sudah dibicarakan sejak sekitar sepekan sebelumnya. Tim kreatif T-One Mania telah menyiapkan sejumlah konsep untuk pertandingan-pertandingan mereka.
Baca juga: Fiveouria Buka Gerbang Kejayaan di DBL Arena
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)