ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreo Escanor bertuliskan "When You Rise" yang menemani aksi Vamos Bananas Nribun di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

SMAN 1 Gedangan Sidoarjo harus mengakui keunggulan SMAN 1 Pacet Mojokerto dengan skor 28-14 di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Meski hasil di lapangan belum berpihak, Vamos Bananas, suporter SMANIG (julukan SMAN 1 Gedangan Sidoarjo), tetap membawa semangat berbeda melalui empat koreografi di tribun.

Sosok Escanor dari anime The Seven Deadly Sins berdiri gagah di tengah koreografi utama mereka. Bukan sekadar karakter anime, Escanor dipilih sebagai simbol kebangkitan Vamos Bananas di tribun.

Ada empat koreografi yang mereka hadirkan. Dua berada di sisi kanan dan kiri, sementara dua lainnya berada di bagian tengah. Salah satu koreo menampilkan sosok anak kecil, sebelum kemudian bertransformasi menjadi karakter Escanor dalam koreo utama bertuliskan “When You Rise”.

Baca juga: T-One Mania Suarakan Eksistensi Lewat Koreo “Lihatlah Kami Hari Ini”

Konsep tersebut menggambarkan perjalanan Vamos Bananas. Dari sosok yang masih kecil, kemudian tumbuh dan bangkit menjadi lebih kuat serta sangar.

“Filosofinya seperti dari kecil kemudian bangkit menjadi sangar. Itu menggambarkan Vamos Bananas yang sekarang. Kami mulai dari mencari kepercayaan guru-guru supaya bisa mengeluarkan massa sebanyak-banyaknya. Puncaknya di DBL D1 ini,” ujar Darius Aqwa Farhannico Aryasatya, capo Vamos Bananas.

Vamos Bananas dengan koreo 'Anak Kecil' di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Pemilihan Escanor juga bukan tanpa alasan. Dalam The Seven Deadly Sins, Escanor dikenal sebagai karakter yang kekuatannya mencapai puncak pada siang hari. Elemen tersebut kemudian diterjemahkan Vamos Bananas sebagai gambaran puncak semangat mereka.

“Jadi itu seperti puncak kekuatan yang kami tampilkan di koreo utama yang panjang,” jelas Darius.

Koreo utama bertuliskan “When You Rise” itu berukuran sekitar 30 x 12 meter. Di tengahnya, sosok Escanor berdiri dengan matahari yang menjadi elemen penting dalam visual koreografi. Bagi Vamos Bananas, matahari tersebut menjadi simbol puncak semangat mereka.

Baca juga: Nonton DBL East Java-North Pertama Kali, Winda Kagum dengan Atmosfernya

“Sebagai puncaknya. Puncak semangat kita,” tutur Darius.

Di balik koreografi berukuran besar itu, terdapat proses pengerjaan yang cukup panjang. Konsepnya mulai dibicarakan sekitar satu bulan sebelumnya, sementara pengerjaan koreo membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu.

Seluruh proses tersebut dilakukan di sekolah. Namun, ada batas waktu yang membuat tim kreatif Vamos Bananas harus bekerja dengan waktu yang terbatas. Mereka hanya diperbolehkan menggunakan area sekolah hingga pukul 21.00 WIB.

“Vamos Bananas terbatas oleh waktu, jadi tidak bisa sampai lembur seperti itu. Makanya prosesnya agak lama,” kata Darius.

Keterbatasan waktu menjadi salah satu tantangan terbesar mereka. Selain itu, perjalanan Vamos Bananas untuk membawa massa ke tribun juga melewati proses membangun kepercayaan di lingkungan sekolah.

Baca juga: SHARKERSMANIA Menggali Harapan yang Sempat Terkubur di DBL Arena

Mereka terlebih dahulu meminta izin kepada guru-guru sebelum akhirnya mendapat kesempatan membawa massa dalam jumlah lebih banyak.

“Kami mencari kepercayaan dulu, akhirnya dipercaya untuk massa sebanyak-banyaknya,” ujar Darius.

Kini, perkembangan itu mereka tunjukkan melalui tribun. Empat koreografi menjadi cara Vamos Bananas menyampaikan pesan kepada siapa pun yang melihatnya.

“Deloken Vamos Bananas saiki sangar. Iso nggawe koreo sak apik iki,” kata Pazia Verllo Esfandiar Putra, capo Vamos Bananas lainnya.

Semangat itu juga mereka titipkan melalui sebuah banner yang berada di area capo dengan tulisan “Ojo Mutung Dadi Kuning”. Kalimat tersebut menjadi pengingat agar semangat tidak pernah patah.

“Semangat kalian jangan pernah patah,” tutur Verlo.

Meski hasil akhir pertandingan belum sesuai harapan, semangat Vamos Bananas tak ikut padam. Kekalahan 28-14 dari SMAN 1 Pacet Mojokerto menjadi bagian dari perjalanan mereka hari ini.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS