Perjalanan Muhammad Ainun Dzikry di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North terasa berbeda. Jika dulu ia berdiri di lapangan sebagai pemain SMAN 1 Pacet Mojokerto (Smansapa), kini ia kembali ke panggung yang sama dengan peran berbeda: sebagai pelatih.
Dzikry merupakan alumni Smansapa yang pernah menjadi bagian dari skuad sekolahnya ketika masih berstatus sebagai pelajar. Bahkan mengikuti Honda DBL East Java-Series pada 2021. Kini, sudah memasuki musim keduanya sebagai pelatih tim putra Smansapa.
Momen tersebut terasa semakin spesial setelah SMAN 1 Pacet berhasil mengawali langkah mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dengan kemenangan. Mereka menundukkan lawannya dengan skor 28-14.
Meski berhasil mengamankan kemenangan, Dzikry belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak didiknya. Ada sejumlah pekerjaan rumah yang menurutnya harus segera dibenahi, terutama dalam hal turnover dan penyelesaian akhir.
Baca Juga: Bukan Cuma Dance, Cintya Ramadhani Juga Lihai Lempar Cakram!
"Terlalu banyak turnover, miss. Terus layup, miss point, terlalu banyak seperti itu. Terus kurang percaya satu sama lain," ujar Dzikry.
Catatan tersebut menjadi perhatian Dzikry karena sejumlah kesempatan yang terbuang sebenarnya bisa dikonversikan menjadi poin. Ia berharap para pemain bisa lebih tenang dan membangun kepercayaan satu sama lain pada pertandingan berikutnya.
Bagi Dzikry, berada di DBL sebagai pelatih juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan ketika dirinya masih menjadi pemain. Saat menjadi pemain, ia merasa bisa lebih menikmati pertandingan karena fokus utamanya hanya menjalankan instruksi pelatih di lapangan.
Kini, tanggung jawabnya jauh lebih besar.
"Kalau sebagai pemain kita lebih enjoy. Cuma mengikuti arahan dari pelatih saja bagaimana untuk bermain di pertandingan. Tapi sebagai coach saya harus melihat seluruh tim. Apakah tim itu siap untuk bertanding, apakah mereka ada jadwal, bagaimana lawannya. Jadi kita harus melihat semua situasi di dalam atau kemungkinan yang akan terjadi," jelasnya.
Baca Juga: Hasil DBL East Java-North: Hari Kedua Sajikan Overtime Dramatis!
Meski begitu, ketika ditanya mana yang lebih seru, menjadi pemain atau pelatih, Dzikry tanpa ragu memilih pengalaman lamanya sebagai pemain.
"Lebih seru menjadi pemain," katanya.
Menurut Dzikry, euforia ketika berada di dalam lapangan bersama rekan-rekan setim memberikan sensasi yang berbeda. Saling menyemangati dan merasakan atmosfer pertandingan secara langsung menjadi pengalaman yang hingga kini masih ia rindukan.
"Euforia, euforia, dan lain-lain. Menyemangati satu sama lain itu lebih berasa daripada menjadi pelatih," lanjutnya.
Kini, Dzikry punya kesempatan untuk melihat DBL dari dua sudut pandang. Setelah pernah merasakan langsung atmosfer pertandingan sebagai pemain, ia kini menjalani peran sebagai pelatih selama dua musim terakhir.
Namun, perpindahan peran tersebut ternyata tidak mengubah pandangannya terhadap DBL.
"Dulu saya melihat DBL itu wow. Itu kan event satu tahun sekali dan semua tim di area DBL Surabaya dan North Region itu dari berbagai daerah. Jadi melihat DBL itu sangat-sangat wow," ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tampil di DBL memiliki perbedaan dengan turnamen-turnamen lokal. Atmosfer pertandingan, aktivitas di dalam arena, hingga seragam yang dikenakan para peserta membuat DBL tetap terasa spesial baginya.
"Berbeda dengan yang dilakoni ketika cuma turnamen lokal. Berbagai bentuk di dalam pertandingan, di dalam arena, baik di luar arena itu, uniform-nya lebih wow," tambahnya.
Dua musim menjadi pelatih membuat Dzikry semakin memahami besarnya panggung yang dahulu ia rasakan sebagai pemain. Namun, rasa kagumnya terhadap DBL tidak berubah.
Targetnya pun sederhana. Ia ingin membawa SMAN 1 Pacet melangkah lebih jauh musim ini.
"Untuk tahun ini semoga saya dan tim bisa masuk ke Round 2. Minimal bisa masuk ke Round 2," tegasnya.
Keinginan Dzikry mengembangkan basket di Pacet juga menjadi alasan utama mengapa ia memilih melanjutkan perjalanan sebagai pelatih. Kecintaannya terhadap basket yang tumbuh sejak SMA kini ingin ia tularkan kepada generasi berikutnya.
Perjalanannya sendiri dimulai sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, ia sempat diajak temannya untuk bermain futsal. Namun ketika masuk SMA, ajakan lain membawanya kembali ke basket.
"Pas masuk SMP berencana untuk basket, tapi ada teman saya ngajak futsal. Sempat futsal. Lalu setelah itu, masuk SMA diajak teman saya lagi basket," ceritanya.
Sejak saat itu, Dzikry menekuni basket hingga duduk di kelas X sampai kelas XII SMA. Pandemi Covid-19 sempat menjadi salah satu hambatan dalam perjalanannya, tetapi kecintaannya terhadap olahraga tersebut tetap bertahan.
Kini, ia ingin memastikan basket juga menjadi ruang positif bagi anak-anak muda di daerah tempatnya tinggal dan mengajar.
"Daripada anak-anak muda ini main-main nggak jelas, lebih baik disalurkan ke olahraga. Salah satunya ke olahraga basket," pungkasnya.
Dari pemain hingga menjadi pelatih, Dzikry kini berada di sisi lapangan untuk meneruskan mimpi yang pernah ia rasakan sendiri. Kali ini, bukan lagi tentang dirinya yang mencetak poin, melainkan bagaimana membantu para pemain Smansapa cerita mereka sendiri di panggung DBL.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih tersebut bisa dilihat melalui tampilan di bawah ini: