ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ampuh Dau (kiri) dan Michael Mikanata Dau (kanan) saat membimbing anak didik mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan

Mata asisten pelatih tim putri SMAN 2 Banjarmasin (Smada), coach Michael Mikanata Dau terus tertuju ke lapangan. Sore itu, 10 Agustus 2026, tim yang dilatihnya menghadapi SMAN 7 Banjarmasin (Smaven).

Coach Michael dengan tenang mengamati permainan anak asuhnya di bench. Ia memang berstatus asisten pelatih. Ia memberi kesempatan pelatih muda, Ina Herawati untuk tampil sebagai head coach.

Di sisi kiri bench Smada, berdiri sosok yang sudah sangat dikenalnya. Dia adalah Ampuh Dau. Head coach Smaven. Jadilah pertemuan Smada vs Smaven di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan itu derbi Dau bersaudara.

Laga itu akhirnya memang dimenangkan Smada, sekaligus menjadi pijakan sekolah tersebut melaju terus hingga final dan kembali menjadi juara DBL South Kalimantan.

Baca juga: Deretan Pemain Putra Kopi Good Day First Team 2026 South Kalimantan

Pertemuan dua bersaudara itu di DBL South Kalimantan pun bukan sesuatu yang baru. Ditemui usai laga final tim putri DBL South Kalimanan 2026, Michael mengaku sudah berkali-kali berhadapan dengan sang kakak sejak 2008. Hampir dua dekade.

“Dari dulu-dulu sebelumnya juga ada. Sejak DBL ada di Banjarmasin tahun 2008 sudah sering head to head,” ujar pelatih berusia 55 tahun itu. Sebelum menukangi Smada, coach Michael sempat lebih dulu bersama SMAN 3 Banjarmasin.

Baru pada 2013, ia mengarsiteki Smada sampai sekarang. Sejak saat itu, keduanya kembali sering bertemu di lapangan sebagai pelatih dari dua sekolah berbeda. Ampuh Dau sendiri tak pernah pisah dengan skuad Smaven.

"Kalau rekor pertemuan, banyak menang saya. Di DBL saya cuma kalah satu kali lawan dia," kelakarnya.

Ampuh Dau

Ampuh Dau berdiri di ujung lapangan ketika tim putri SMAN 7 Banjarmasin berhadapan dengan SMAN 2 Banjarmasin di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan

Namun, rivalitas tersebut tidak pernah benar-benar memisahkan keduanya. Sebab, jauh sebelum berdiri di sisi berlawanan lapangan, Michael dan Ampuh sama-sama tumbuh dari lingkungan basket.

Kecintaan terhadap olahraga tersebut bahkan sudah hadir sejak mereka masih kecil. Michael bercerita, basket sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga mereka.

“Kita memang menekuni basket. Selain Ampuh Dau, saya juga masih punya satu kakak lagi yang juga menekuni basket,” tuturnya.

Baca juga: Ini Dia Best Three AQUA DBL Dance 2026 South Kalimantan!

Michael sendiri sempat merasakan menjadi pemain. Pada era 1990-an, ia pernah mengikuti latihan bersama Antasari Utama. 

Namun perjalanan Michael di basket akhirnya membawa dirinya ke dunia kepelatihan. Terutama pelatihan untuk usia muda. Selain melatih sekolah, ia juga menjadi pelatih di klub basket lokal.

Perjalanan panjang itu membuat Michael melihat langsung bagaimana DBL ikut mengubah wajah basket pelajar di Banjarmasin.

Menurutnya, sejak DBL hadir, bermain di kompetisi ini menjadi salah satu mimpi besar bagi para pemain SMA. Anak-anak tidak lagi sekadar ingin bermain basket, tetapi memiliki target untuk tampil di panggung DBL. Target yang memang disiapkan lewat sebuah journey oleh DBL.

“Anak-anak sekolah, terutama SMA, mereka itu mimpinya DBL. Kompetisi lain sama mereka dianggap pelengkap saja. Begitu ada DBL, mereka merasa sesuatu yang membanggakan kalau bisa main DBL,” jelas Michael.

Bagi Michael, perubahan tersebut merupakan sesuatu yang positif. DBL membuat anak-anak memiliki tujuan yang lebih jelas dalam berlatih dan berkembang.

Baca juga: Putra Smaven Juara Beruntun, Perpanjang Dominasi di DBL South Kalimantan

“Jadi mimpinya anak-anak itu ya bisa main di DBL. Bisa champion. Bisa mengejar pula first team. Bisa ikut DBL Camp. Bisa terpilih All-Star,” jelas pelatih yang dua kali terpilih masuk DBL Camp sebagai pelatih pendamping First Team DBL Banjarmasin itu.

Adanya DBL membuat anak-anak mengapungkan mimpinya sejak kecil. Mereka yang asyik di basket sejak SD bahkan makin rajin berlatih di klubnya, hingga lanjut SMP. "Sehingga ketika SMA mereka bukan lagi dari nol kemampuannya. Fondasinya sudah terbangun," katanya.

Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi penting karena salah satu tantangan basket Banjarmasin adalah faktor fisik. Secara skill, ia menilai pemain-pemain daerah tersebut sebenarnya mampu bersaing dengan pemain dari daerah lain.

“Kalau secara skill mereka bagus. Sebenarnya kalahnya lebih di postur saja,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai pembinaan pemain tidak bisa hanya berbicara soal teknik. Aspek fisik, nutrisi, dan dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam membentuk atlet muda.

Michael Mikanata Dau

Michael Mikanata Dau mengarahkan putri SMAN 2 Banjarmasin di lapangan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan

Di sisi lain, Michael juga mengapresiasi konsep development yang diterapkan DBL. Salah satunya melalui aturan yang mendorong pemain untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Menurutnya, aturan tersebut membuat pelatih tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua pemain terbaik.

“Bagus. Jadi tidak ada lagi namanya cadangan mati. Semuanya harus bisa. Itu kebijaksanaan pelatih bagaimana membina anaknya supaya semua pemain bisa,” jelasnya.

Bagi Michael, aturan tersebut secara tidak langsung memaksa pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan seluruh pemain. Kompetisi akhirnya tidak hanya menjadi arena mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk membangun kemampuan pemain.

Dan semangat development itu pula yang ingin ia teruskan.

Baca juga: Sukses Pertahankan Gelar, Putri Smada Bawa Pulang Trofi Juara DBL ke-10!

Setelah bertahun-tahun berada di dunia kepelatihan, Michael berharap semakin banyak pelatih muda yang mendapat kesempatan untuk mengambil peran. Ia sendiri kini mulai berbagi peran sebagai assistant coach.

“Saya penginnya yang muda-muda juga tampil. Makanya saya sekarang jadi asisten. Biar yang sudah lama juga memberikan kesempatan untuk yang muda tampil,” ujarnya.

Menariknya, semangat regenerasi itu juga terlihat di kubu sang kakak. Ampuh yang sudah sekitar 26 tahun menangani Smaven kini dibantu oleh anak-anaknya sendiri. Claudya Florence Dau menjadi assistant coach, sementara Karen Angelica Dau bertugas sebagai medical support.

Artinya, perjalanan keluarga Dau di basket belum berhenti pada satu generasi. Mereka bersama-sama turut mengembangkan basket di Kalimantan Selatan.

Selama bertahun-tahun, Michael dan Ampuh memang kerap berdiri di sisi lapangan yang berbeda. Mereka saling berhadapan, saling mengalahkan, dan berebut kemenangan.

Baca juga: Jadi MVP 3X3, Mimpi Calvin Sinaga Tercapai di DBL South Kalimantan 2026!

Namun di balik rivalitas itu, keduanya sebenarnya sedang mengerjakan hal yang sama: menjaga agar basket pelajar Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin, terus tumbuh.

Bagi Michael, setelah perjalanan panjang bersama DBL, masih ada satu hal yang ingin terus ia perjuangkan. Ia ingin melihat semakin banyak pemain dan pelatih muda dari Kalimantan Selatan mampun bersaing, dan mendapat kesempatan melangkah lebih jauh. Salah satunya lewat journey yang dibangun DBL.

"Saya ikut bangga ketika ada anak-anak dari DBL Banjarmasin ini terpilih sampai All-Star," pungkasnya.

Semangat pelatih seperti Dau bersaudara ini memang menjadi teman perjalanan kompetisi DBL. Musim ini, kompetisi basket pelajar yang telah berjalan selama 22 tahun tersebut hadir dengan nama Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027.

Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Debut di DBL, Nabila Langsung Jadi MVP AZA 3X3 Competition South Kalimantan!

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS