ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Kemerdekaan bukan hanya tentang menjaga apa yang diwariskan, tetapi juga tentang bagaimana generasi baru memberi kehidupan pada warisan tersebut. Sebab, budaya tidak akan benar-benar hidup jika hanya disimpan sebagai cerita masa lalu. Ia perlu terus ditafsirkan, dikembangkan, dan hadir dalam bahasa yang dekat dengan zamannya.

Semangat itulah yang terasa di panggung AQUA DBL Dance 2026-2027. Mengusung tema “100% Indonesia”, para peserta AQUA DBL Dance 2026-2027 tidak sekadar mengenakan kostum tradisional atau menampilkan gerakan dari berbagai daerah. Mereka mencoba melihat Indonesia dari sudut pandang mereka sendiri, lalu menerjemahkan kekayaan Nusantara melalui musik, gerak, cerita, kostum, hingga kreativitas yang lekat dengan generasi masa kini.

Ada yang menghidupkan kembali cerita rakyat, mengadaptasi tarian tradisional, hingga mengenakan busana khas daerah, lalu memadukannya dengan unsur modern seperti hip-hop, waacking, dan berbagai gaya lainnya. 

Dari Papua hingga Bali, dari cerita rakyat hingga simbol-simbol budaya, semuanya menemukan bentuk baru di atas panggung. Beragam identitas itu tidak hadir sebagai sesuatu yang kaku, melainkan bergerak, bertransformasi, dan tetap relevan di tangan generasi muda.

Di momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, AQUA DBL Dance 2026-2027 sukses menjadi salah satu ruang bagi anak-anak muda untuk kembali melihat betapa kayanya negeri ini. Mereka berkesempatan untuk mengenalkan budaya kepada penonton sekaligus membuktikan bahwa warisan tersebut masih terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda. 

1. SMAN 2 Lamongan (Crystal DC)

Sman 2 lamongan

Suku Papua menjadi sumber inspirasi Crystal DC untuk menerjemahkan semangat “100% Indonesia” ke atas panggung. Kekayaan tradisi dan karakter khas masyarakat setempat dihadirkan melalui koreografi yang terinspirasi dari berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yang paling menonjol adalah gambaran aktivitas berburu. Gerakan setiap dancer Crystal DC diperkaya dengan penggunaan properti berupa tombak dan perisai yang membantu mempertegas cerita sekaligus memberikan nuansa khas Papua dalam penampilan mereka.

Tak berhenti di sana, Crystal DC juga menghadirkan busur dan anak panah sebagai bagian dari koreografi. Seluruh elemen tersebut dirangkai untuk menggambarkan ketangguhan serta kesiapan masyarakat Papua dalam menghadapi berbagai situasi.

Melalui perpaduan gerak dan properti tersebut, Crystal DC berusaha membawa penonton lebih dekat dengan kebiasaan dan karakter budaya Papua sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman Nusantara bisa dikemas menjadi pertunjukan yang atraktif.

Baca Juga: Crystal DC Adopsi Suku Papua, Keen Jadi Penjaga Garuda di AQUA DBL Dance

2. SMAN 1 Sidoarjo (Ones Dance Crew)

Sman 1 sidoarjo

Bali akhirnya dipilih Ones Dance Crew sebagai konsep. Bahkan, rancangan kostum bahkan sudah lebih dulu disiapkan, sementara waktu persiapan terus berjalan. 

Mereka kemudian mencari konsep yang tak hanya kaya secara budaya, tetapi juga mudah diterjemahkan melalui gerakan, kostum, dan elemen visual di atas panggung.

Setiap detail pun dipikirkan dengan matang agar nuansa Bali yang dihadirkan tetap terasa autentik. Mulai dari pilihan visual hingga koreografi, seluruh elemen dirangkai untuk memastikan semangat “100% Indonesia” tetap menjadi benang merah dalam penampilan mereka.

Baca Juga: Bali dalam Gerak Ones Dance Crew, Nusantara dalam Irama SBC

3. SMAN 1 Tuban (Sentramosa)

Sman 1 tuban

Sentramosa membawa semangat budaya Betawi ke atas panggung lewat penampilan yang ceria dan energik. Karakter tersebut menjadi alasan mereka memilih Betawi sebagai sumber inspiras, sekaligus cara untuk menciptakan atmosfer yang meriah.

Kesan tradisional juga tetap hadir lewat kostum yang dikenakan para dancer. Mereka memadukan desain dengan struktur modern bersama sejumlah aksesori bernuansa tradisional, Nggak heran, Sentramosa bisa menciptakan tampilan yang tetap segar tanpa meninggalkan sentuhan budaya Nusantara.

Salah satu detailnya terlihat pada bagian kerah yang dihiasi kain batik. Meski bukan motif khas Betawi, kain tersebut merupakan karya kakak kelas yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai aksen untuk memperkuat sentuhan tradisional dalam penampilan mereka.

Baca Juga: Trafour DC Jadi Penjaga Laut, Sentramosa Adopsi Budaya Betawi di AQUA DBL Dance

4. SMA Corjesu Malang (CJ Nos Ludos)

Sma corjesu malang

Tema Cenderawasih yang dibawa CJ Nos Ludos berhasil diterjemahkan menjadi penampilan yang penuh warna di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South. 

Selaras dengan semangat “100% Indonesia”, burung Cenderawasih atau Bird of Paradise dipilih sebagai simbol kebebasan, keberanian untuk tampil berbeda, serta semangat generasi muda untuk terus melangkah lebih tinggi.

Nuansa Papua terasa semakin kuat karena salah satu anggota tim merupakan putra asli Papua. Kehadirannya turut memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan melalui penampilan, sekaligus menghidupkan filosofi masyarakat suku Amung Me yang mengajarkan bahwa hari ini harus menjadi lebih baik daripada hari kemarin.

Pesan tersebut juga diterjemahkan lewat berbagai detail visual. Kostum mereka dirancang dengan penuh pertimbangan, termasuk ornamen Cenderawasih merah yang ditempatkan di bagian dada sebagai simbol keagungan.

Sementara itu, rumbai pada bagian lengan dibuat menyerupai kepakan sayap. Dipadukan dengan celana berwarna kuning menyala, keseluruhan kostum tersebut memberikan efek visual yang kuat sekaligus mempertegas karakter Cenderawasih sebagai pusat inspirasi penampilan CJ Nos Ludos.

Baca Juga: Sebagai Wujud Rasa Hormat, CJ Nos Ludos Sematkan Foto Sang Pelatih di Kostum

5. SMA Kalam Kudus Malang (Eviorz)

Sma kalam kudus malang

Eviorz membawa salah satu cerita rakyat yang lekat dengan mitologi Nusantara ke panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South. Kisah Nyi Roro Kidul yang begitu identik dengan budaya kawasan Pantai Selatan dipilih untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita lokal melalui koreografi.

Alur penampilan mereka berangkat dari kisah seorang putri raja yang harus menghadapi penderitaan akibat sihir jahat sang ibu tiri. Perjalanan sang putri kemudian berlanjut ketika ia memilih mengembara untuk mencari jalan keluar dari kondisi yang dialaminya.

Hingga akhirnya, sang putri tiba di Pantai Selatan dan menceburkan diri ke tengah gulungan ombak. Momen tersebut menjadi titik penting dalam cerita yang dibawakan Eviorz sekaligus awal dari perubahan besar dalam perjalanan sang tokoh.

Perubahan itu diterjemahkan melalui rangkaian gerakan yang sarat nuansa sakral, menggambarkan proses transformasi sang putri hingga akhirnya pulih dan dipercaya menjadi penguasa Laut Selatan. Lewat kisah tersebut, Eviorz tak hanya menghadirkan legenda Nusantara, tetapi juga menyelipkan pesan tentang keberanian dan ketangguhan yang terus hidup dalam cerita rakyat Indonesia.

Baca Juga: Eviorz Bawa Legenda Laut Selatan, Metafour Sajikan Petualangan Musim Panas

6. SMA Jubilee Jakarta (The Sapphire Crew)

Sma jubilee jakarta

Bali menjadi pintu masuk The Sapphire Crew untuk menerjemahkan semangat “100% Indonesia”. Lewat konsep Island Girl, mereka mengangkat Bali sebagai salah satu wajah Indonesia yang telah begitu dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

Identitas Bali kemudian hadir melalui alunan gamelan dan gerakan tari tradisional yang dipadukan dengan lagu-lagu dari girl group no na. Perpaduan tersebut membuat unsur budaya Nusantara bertemu dengan sentuhan modern.

Pemilihan no na pun memiliki makna tersendiri. Bagi The Sapphire Crew, grup tersebut menjadi representasi anak muda Indonesia yang berani membawa karya serta identitas Tanah Air ke panggung internasional. 

Pada akhirnya, The Sapphire Crew memaknai “100% Indonesia” sebagai keberanian untuk mencintai sekaligus mengembangkan warisan budaya. 

Baca Juga: The Sapphire Crew Jadi Island Girl, DVISION Tampil Energik!

7. SMA Calvin Jakarta (Vozeer Crew)

Sma calvin jakarta

Vozeer Crew mengemas tema “100% Indonesia” dengan mengangkat filosofi sumber air AQUA yang berasal dari mata air pegunungan di berbagai wilayah Indonesia. Bagi mereka, keberagaman sumber tersebut menjadi gambaran Indonesia yang dihuni oleh begitu banyak perbedaan, tetapi tetap menyatu sebagai satu bangsa.

Filosofi tersebut kemudian mereka bawa lebih jauh melalui kostum Batik Mega Mendung khas Cirebon. Motif awan pada batik ini menjadi penghubung antara konsep air pegunungan AQUA dengan kekayaan budaya Nusantara yang mereka tampilkan. 

Layaknya air yang menjadi bagian penting dalam kehidupan, awan juga memiliki peran dalam siklus air dan menghadirkan kesejukan bagi kehidupan.

Baca Juga: SMAN 18 Jakarta Bawa Semangat Srikandi, Vozeer Crew Angkat Filosofi AQUA

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS