ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

LASKAR SWIPER membentangkan koreografi bertuliskan “Your Time Has Run Out” saat mendukung SMA Muhammadiyah 10 Surabaya menghadapi SMAN 4 Sidoarjo di DBL Arena Surabaya, Selasa (18/8/2026).

Suasana DBL Arena Surabaya mendadak terasa berbeda ketika lembaran koreografi mulai terbentang di tribun. Sosok menyeramkan dengan beberapa simbol memenuhi bidang koreo yang dibawa LASKAR SWIPER, suporter SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.

Di tengah visual tersebut, satu kalimat menjadi pusat perhatian “Your Time Has Run Out.”

Pesan itu dibawa LASKAR SWIPER saat mendukung SMA Muhammadiyah 10 Surabaya menghadapi SMAN 4 Sidoarjo pada laga keempat Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 18 Agustus 2026.

Pertandingan memang belum berakhir seperti yang mereka harapkan. SMA Muhammadiyah 10 Surabaya harus mengakui keunggulan SMAN 4 Sidoarjo dengan skor 18-38.

Baca juga: Sixers Mania Bawa Reinkarnasi Sung Jin-Woo ke DBL Arena

Namun, cerita LASKAR SWIPER di tribun tidak berhenti pada hasil pertandingan.

Di balik koreo tersebut, ada persiapan yang dikebut selama hampir satu pekan. Septhian Putra Ramadhan atau Wawenk selaku capo bersama Galih Nisfahul alias Moi di bagian kreatif dan anggota LASKAR SWIPER lainnya menghabiskan waktu untuk memastikan setiap bagian koreo siap dibawa ke tribun.

“Kita mulai itu hampir seminggu,” ujar Wawenk.

Bukan sekadar membentangkan gambar, koreo tersebut memang dirancang untuk membawa sebuah cerita.

Suporter LASKAR SWIPER memberikan dukungan dari tribun untuk SMA Muhammadiyah 10 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

Sosok 3D yang terlihat memegang kepala menjadi salah satu bagian utama. Visual itu dibuat untuk menggambarkan keterkejutan sekaligus membangun suasana yang lebih menekan ketika koreo dibentangkan.

Di bagian lain, terdapat gambar knuckle, tengkorak, hingga mawar. Setiap objek dipilih untuk memperkuat nuansa yang ingin dibangun LASKAR SWIPER.

Your Time Has Run Out itu sendiri sebenarnya kata-kata motivasi buat arek-arek basket SMAM X,” jelas Moi.

Baca juga: Mussan1968 Kembali Ajak Spider-Man ke DBL Arena Surabaya!

Kalimat tersebut memang ditujukan sebagai pemantik kepercayaan diri bagi pemain SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Namun, di saat yang sama, LASKAR SWIPER ingin pesan tersebut terasa seperti ancaman bagi lawan.

Bukan ancaman dalam arti sebenarnya, melainkan bagian dari atmosfer yang ingin mereka bangun di tribun.

“Biar lebih percaya diri dengan kata-kata itu. Kata-kata ini juga bisa dibuat untuk musuh, untuk sesuatu yang mencekam buat musuh,” lanjutnya.
Nuansa mencekam itu kemudian diperkuat dengan keberadaan gambar mawar.

Bagi Moi, mawar dalam koreo tersebut memiliki filosofi yang berkaitan dengan kematian. Simbol itu dipilih untuk membuat keseluruhan visual terasa semakin kuat dan memberi tekanan secara psikologis kepada lawan.

“Kita ingin nge-pressure lawan-lawan kita,” katanya.

Menariknya, seluruh visual tersebut tidak lahir begitu saja dari sebuah desain yang sudah jadi.

Moi mengerjakannya dari awal secara manual. Gambar pertama dibuat dengan tangan di atas kertas. Setelah itu, desain dipindahkan ke aplikasi Ibis Paint untuk dikembangkan hingga menjadi bentuk yang akhirnya dibawa ke tribun.

Proses tersebut membuat koreo bukan hanya soal ukuran besar dan warna yang mencolok. Ada imajinasi yang harus diterjemahkan menjadi visual yang bisa dipahami ketika terbentang di tribun.

Koreo utama yang mereka siapkan memiliki ukuran sekitar 12 × 8 meter. Sementara bagian-bagian lain juga dibuat dengan ukuran yang menyesuaikan bidang tribun.

Bagi LASKAR SWIPER, pekerjaan itu tidak selesai hanya dengan membuat desain.

Baca juga: Ultras Stemda Spill Rumus di DBL Arena!

Kekompakan juga harus dibangun lewat latihan. Mereka rutin melakukan latper sekitar tiga kali dalam sepekan, bahkan bisa mencapai empat kali. Latihan tersebut melibatkan berbagai elemen suporter, termasuk bagian perkusi dan band.

Ada pula sesi latihan di sekolah dan di basecamp.

Rutinitas tersebut menjadi bagian dari upaya mereka menjaga satu hal yang dianggap penting kekompakan.

Sebab bagi LASKAR SWIPER, mereka bukan sekadar sekumpulan suporter yang datang bersama ke pertandingan.

Mereka menyebut diri sebagai satu keluarga. Satu hati dan tetap bersama menjadi semangat yang mereka bawa, bahkan setelah tidak lagi berstatus sebagai siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.

Koreo yang dibawa ke DBL Arena pun belum menjadi akhir dari cerita.

Moi menyebut desain yang muncul saat laga melawan SMAN 4 Sidoarjo merupakan bagian dari bridging menuju koreografi berikutnya. Namun, seperti apa bentuk lanjutannya, LASKAR SWIPER masih memilih untuk merahasiakannya.

“Ada sesuatu,” ujarnya singkat.

Yang jelas, LASKAR SWIPER masih punya panggung berikutnya. Mereka dijadwalkan kembali hadir pada 2 September.

Sementara untuk tim basket SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Wawenk dan Moi punya satu pesan sederhana setelah laga ini.
Tetap berlatih. Jangan kendor.

Sebab bagi mereka, dukungan dari tribun bukan hanya soal hasil akhir pertandingan. Ada nama sekolah yang ingin terus mereka bawa, ada keluarga yang ingin tetap mereka jaga, dan ada cerita berikutnya yang sudah menunggu untuk dibentangkan.

“Tetap semangat, ojo kendor. Pokoke getno lagi sek iso,” pesan mereka.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMA Muhammadiyah 10 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS