Bukan sekadar menyuguhkan gerakan modern dance, HD Crew, tim dance dari SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, mencoba membawa sentuhan budaya dalam penampilan mereka di AQUA DBL Dance Competition 2026 East Java-North.
Kapten HD Crew, Annequeen Nabila Haris, mengungkapkan bahwa timnya sengaja mengeksplorasi unsur tari tradisional dalam konsep yang mereka bawakan. Salah satunya melalui tari Bali yang dipadukan dengan koreografi modern.
“Jadi kita mencoba eksplor lebih ke tarinya. Kita mau menunjukkan kalau penampilannya nggak cuma dance doang, tapi ada budayanya, yaitu tari,” ujar Annequeen.
Memadukan dua karakter tarian tersebut ternyata bukan perkara mudah. HD Crew harus memperhatikan banyak detail, mulai dari gerakan hingga teknik penggunaan properti yang mereka bawa ke atas panggung.
Baca Juga: Guru Sekaligus Pelatih, Yuda Adi Sambodo Jadikan DBL sebagai Rumah untuk Belajar
“Lumayan susah. Dari awal banget narinya, lengkoknya gimana, terus cara muter kipasnya kayak gimana,” jelasnya.
Persiapan penampilan HD Crew sendiri berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mereka tidak hanya berfokus pada koreografi, tetapi juga memikirkan bagaimana seluruh properti dapat digunakan secara efektif di atas panggung.
Properti bahkan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi HD Crew. Terlebih, adanya aturan baru yang membuat official tidak diperbolehkan membantu tim saat berada di lapangan membuat para dancer harus lebih mandiri.
“Karena sekarang ada peraturan baru supaya official nggak boleh bantu gerakin properti di lapangan. Jadi kita juga jadi pelatih kita sendiri, supaya kita bisa lebih kreatif untuk propertinya,” tutur Annequeen.
Meski demikian, persiapan panjang tersebut dijalani dengan penuh keseriusan. Bahkan, sejak pukul 08.00 WIB, anggota HD Crew sudah mulai mempersiapkan diri sebelum akhirnya tampil. Mulai dari makeup, eyeshadow, hairdo, hingga mengenakan kostum, semuanya mereka lakukan secara mandiri.
Bagi Annequeen, tampil di panggung AQUA DBL Dance juga menjadi pengalaman penting untuk terus mengembangkan kecintaannya terhadap dunia tari. Ia mengaku sudah menyukai dance sejak lama dan cukup sering mengikuti kegiatan dance di luar kompetisi DBL.
Kini, sebagai salah satu anggota kelas XII, Annequeen juga memiliki harapan untuk keberlanjutan HD Crew. Ia ingin para juniornya dapat terus mengeksplorasi berbagai konsep dan menghadirkan penampilan yang semakin matang pada musim-musim berikutnya.
“Semoga tahun depan temanya beda, bisa eksplor lagi temanya, terus bisa bawain konsepnya dengan matang. Dress-nya juga harus baik dan bagus,” harapnya.
Dengan keberanian memadukan modern dance dan tari tradisional, HD Crew menunjukkan bahwa panggung AQUA DBL Dance 2026 bukan hanya tempat untuk menampilkan koreografi, tetapi juga ruang bagi para pelajar untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)