Dramatis! Tim putra SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo (Smahada) berhasil memenangi laga kedua mereka melawan SMAN 3 Surabaya (Smaga) dengan skor akhir 19-14.
Permainan berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Kedua tim mengerahkan kekuatan maksimal untuk mencari celah dalam pertahanan. Poin demi poin dicetak secara perlahan. Saat kuarter pertama berakhir, Smaga unggul dengan skor 6-3.
Momentum masih nyaman dipegang oleh Smaga pada 10 menit berikutnya. Bahkan, mereka sempat unggul hingga enam poin (10-4). Sebelum jeda pertandingan, Hizkia Yoel Saverio berhasil memasukkan dua tembakan gratis untuk memperkecil kedudukan.
Seiring berjalannya pertandingan, Yoel semakin menjadi sosok yang diandalkan oleh Smahada. Saat kuarter tiga berakhir, Smahada masih tertinggal tiga poin (12-9). Melihat situasi tersebut, Yoel langsung memberikan motivasi untuk rekan-rekan setimnya.
“Kita tuh latihan buat apa sih selama ini?” tegas Yoel kepada mereka.
Baca juga: Lika-Liku Bryan Hoinanda, Asisten Pelatih Muda Sanmar Pengawal Kedisiplinan
Pesan itu akhirnya menjadi titik balik untuk permainan Smahada. Sejak awal kuarter empat, mereka bermain lebih ganas di sisi bertahan. Smaga semakin kewalahan untuk menembus pertahanan mereka. Bahkan, Smaga jadi sering melakukan turnover.
Energi Yoel yang besar pun berhasil ia buktikan di lapangan. Ketika waktu tersisa 5 menit 16 detik, ia menjadi pemain pertama yang mencetak angka pada kuarter empat. Smahada terus mengejar dengan skor 12-11. Yoel langsung memasang ekspresi berani di depan pemain-pemain Smaga. Siap memberikan perlawanan yang lebih kuat.
Sekitar 3 menit berlalu, kedua tim terus berjuang mati-matian untuk menguasai bola. Yoel akhirnya berdiri lagi di belakang garis tembakan gratis. Ia memiliki kesempatan besar untuk mengambil alih kedudukan. Dengan seluruh tekanan mengarah padanya, dua tembakan gratis Yoel tepat sasaran. Smahada membalikkan keadaan dengan skor 13-12!

Selebrasi Hizkia Yoel Saverio saat melawan SMAN 3 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
“Tertekan banget, apalagi itu kan mepet ya poinnya, antara menang atau kalah. Tetap percaya aja. Doa juga supaya Tuhan ngasih kemenangan buat kita,” terang Yoel.
Bagaimanapun, tekanan itu berhasil Yoel ubah seperti menjadi makanan favoritnya. Saat Smahada telah unggul 15-12 dengan sisa waktu 33 detik, ia sungguh memanfaatkan fisiknya untuk menembus paint area.
Yoel sempat terjatuh. Namun, ia segera bangkit dan menerima bola yang diselamatkan oleh rekan setimnya. Percobaan keduanya berhasil. Itu sekaligus mengunci momentum Smahada pada menit-menit krusial tersebut sampai akhir pertandingan.
Baca juga: Dari Bali, Stanley Debut di 5on5 DBL dan Didukung Langsung Oleh Keluarga
Menariknya, di pertandingan ini, Yoel berhasil memasukkan lima tembakan gratis. Mayoritas dieksekusi di momen-momen penting. Sebab, di laga sebelumnya, ia hanya bisa memasukkan 2 dari 7 percobaan.
Hal tersebut pun langsung menjadi evaluasi yang segera diperbaiki oleh Yoel dan jajaran pelatih sembari menunggu jadwal pertandingan kedua.
“Di sekolah saya dibedain latihannya. Saya free throw terus. Dari awal sampai akhir latihan, sampai gim ini, saya disuruh free throw sama pelatih karena saya (di gim pertama) jelek banget,” cerita Yoel.
Yoel pun mengaku jumlah free throw yang ia tembak sudah tidak terhitung secara pasti dalam kurun tersebut. “Sampai puluhan kayaknya,” ingatnya.
Mentalitas kuat Yoel untuk terus berkembang itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Setelah kalah dramatis melawan SMAN 18 Surabaya di laga perdana Smahada musim ini (17-15), salah satu kelemahannya kini menjadi senjata pamungkas untuk merebut kemenangan.
Baca juga: Cetak Poin Lebih Banyak, Nicholas Ryan Sukses Amankan Traktiran dari Rekannya
Bukan hanya mengasah ketangkasan dalam menembak, Yoel juga telah menjalani program pengembangan diri secara merata. Aspek fisik dan ball handling juga ia perhatikan sungguh-sungguh. Itu karena Yoel adalah salah satu andalan Smahada. Ia harus bisa memberikan permainan terbaik saat timnya membutuhkannya.
“Push-up, sit-up, dan workout-workout lain saya lakukan di rumah,” tutur Yoel.
Kemenangan dan performanya yang impresif memiliki makna yang sangat spesial. Pasalnya, ini merupakan tahun terakhir Yoel berlaga di DBL East Java-North 2026. Ia sudah menduduki bangku kelas XII. “Ini last dance saya. Senang banget pastinya,” sebut Yoel.
Yoel dan Smahada akan melanjutkan kiprahnya di DBL East Java-North 2026 pada 1 September 2026 mendatang. Mereka akan berhadapan dengan SMAN 9 Surabaya.
Mengetahui hal tersebut, Yoel telah merencanakan persiapan-persiapan yang dibutuhkan agar dapat tampil lebih maksimal untuk Smahada. “Drive-nya ditajamin lagi. Free throw dimantapkan lagi. Chemistry sama anggota tim juga,” tutupnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Usai Vakum 7 Tahun, Kepsek Smada Lamongan Bawa Semangat HUT ke-81 RI ke DBL
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)