Nama Millania Angela kerap menjadi sorotan di DBL Arena pada 2016 lalu.
Wanita kelahiran Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat itu berhasil menjadi salah satu pemain terbaik di DBL Camp 2026. Bahkan, ia sampai dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) dalam rangkaian itu.
Kini, satu dekade kemudian, Nia -sapaan akrabnya- kembali menginjak lapangan DBL Arena. Bukan sebagai pemain lagi, tetapi sebagai kepala pelatih tim putri SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah).
Segudang pengalaman berharga telah ia koleksi dalam kurun waktu itu, baik dalam level nasional maupun internasional. Meski begitu, Coach Nia tetap tidak bisa melupakan segala kenangan indah yang ia ukir di lapangan ini.
“Waktu itu sempat kurang lebih 2 sampai 3 minggu training camp (DBL Camp) di sini. Latihannya di sini bolak-balik gitu. Jadi balik lagi ke sini ya lumayan nostalgianya,” tuturnya.
Baca juga: Bujang Ganong dalam Balutan Modern, Cara ONSPOTS Kenalkan Budaya ke Gen Z di DBL
Saat itu, Coach Nia harus disiplin menjalani latihan dari pagi hingga sore hari bersama peserta-peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Itu juga memberikan kesan spesial tersendiri dalam perjalanannya di dunia basket.
“Waktu itu kan masih SMA, terus pertama kali latihan pagi-sore kayaknya saat di DBL,” sebut Coach Nia.
Coach Nia memulai perjalanannya di DBL sebagai student-athlete SMA Immanuel Pontianak. Selain membawa pulang gelar MVP DBL Camp 2026, ia juga masuk ke dalam jajaran DBL Indonesia All-Star 2015 dan 2016.
Setelah lulus SMA, Coach Nia melanjutkan kiprahnya di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang. Kampus itu membuka pintu peluang baginya untuk menjadi seorang pelatih. Sebab, ia diberi tawaran untuk melatih UPH College Tangerang di gelaran DBL Banten.
Bersama Coach Nia, UPH College Tangerang selalu melaju ke partai final. Pada tahun pertamanya menjadi seorang nahkoda, Coach Nia harus berpuas dengan gelar Runner Up. Namun, ia dan UPH College Tangerang kemudian berhasil merebut takhta tertinggi DBL Banten pada 2023 dan 2024.
Tidak berhenti sampai situ, Coach Nia juga sempat dipercaya untuk melatih di panggung internasional. Sebagai asisten pelatih, ia berhasil membawa pulang medali emas bersama Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia di gelaran FIBA U16 Women's Asia Cup SEABA Qualifiers Vietnam 2025!
Baca juga: Kembali Usai Hiatus 7 Tahun, Wahyu Alumni Smadors: Rasanya Seperti Mimpi!
Millania Angela saat melatih SMA Cita Hati East Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Langkah Coach Nia di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dimulai dengan kemenangan manis. Berhadapan dengan SMAN 3 Bangkalan, Cheetah tampil impresif dengan skor akhir 50-13.
“Hari ini anak-anak (Cheetah) baca situasinya bagus. Yang masih jadi kendala finishing-nya sih,” jelas Coach Nia.
Lebih lanjut, dengan segala cerita yang telah Coach Nia hidupi sebagai pemain maupun pelatih, ia memandang DBL sebagai ajang yang berhasil membangkitkan semangat tiap student-athlete setiap tahun.
“Dari situ (DBL) mereka bisa dapat kesempatan untuk lebih dilihat sama PERBASI, terutama untuk daerah (di luar Pulau Jawa) sih,” terangnya.
Seluruh program latihan yang disediakan Coach Nia kepada anak-anak didiknya pun tujuannya bukan sekedar untuk meraih kemenangan. Menurutnya, olahraga bola basket juga bisa menjadi wadah untuk belajar banyak hal.
Baca juga: Kepercayaan Tim Jadi Bekal Debut Coach Febry Memimpin Smantaru
Contohnya seperti bagaimana cara setiap pemain untuk membangun kerja sama serta menjadi sosok yang berintegritas dan bertanggung jawab. Semua itu akan terbentuk baik saat latihan maupun pertandingan berlangsung.
“Ketika mereka gak menjadi yang terbaik, apakah akhirnya menyerah? Pastinya tidak, karena kan along the journey, waktu proses kita berusaha pasti kita belajar sesuatu. Nah pelajaran itu yang bisa mereka bawa di kehidupan mereka,” tegas Coach Nia.
Melihat perkembangan generasi muda untuk masa depan basket Indonesia, Coach Nia percaya bahwa adanya sosok yang menjadi panutan dapat membuat potensi mereka semakin meningkat.
Dengan begitu, mereka dapat semakin terinspirasi untuk mengembangkan diri dan permainan mereka mereka sampai menjadi yang terhebat.
“Kalau mereka punya role model, itu bisa bikin mereka jadi lebih semangat,” tutup Coach Nia.
Coach Nia dan tim putri Cheetah akan melanjutkan perjalanan mereka di DBL East Java-North 2026 pada 6 September 2026 mendatang. Mereka akan berhadapan dengan SMA Untung Suropati Sidoarjo.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Dulu Berjuang di Lapangan, Orvin Cesar Kini Jadi Komando SMAN 2 Mojokerto
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)