“Dari SMP itu aku ingin banget main di DBL,” buka Glenys Habiba Ladzah, dancer asal SMA Adabiah 2 Padang.
Glenys -sapaan karibnya- merupakan pengagum berat Jordan Poole, salah satu pebasket profesional asal Amerika Serikat. Sejak duduk di bangku kelas tiga SMP, doi sudah terpapar soal keseruan DBL West Sumatra. Saat itu pula ia langsung berjanji pada diri sendiri. Janjinya cukup simpel, nanti kalau sudah masuk SMA harus bisa main di DBL.
“Mimpi aku waktu SMP itu pengin banget bisa main basket. Pengin bisa ikut DBL dan main kompak di lapangan sama teman-teman. Eh takdir berkata lain,” ujarnya.
Ya, saat masuk SMA, ambisinya untuk bisa terpilih masuk di skuad SMA Adabiah 2 Padang perlahan luntur. Ia mulai mengatur ulang rencananya untuk tetap mewujudkan mimpi di DBL West Sumatra. Salah satu caranya lewat dance!
“Itu aku cari cara biar aku bisa ikut DBL. Alhamdulillah aku sempat ikut seleksi tim dance dan terpilih,” ungkapnya.
Yup, sejak masih duduk di bangku kelas 10 SMA, Glenys sudah terpilih sebagai member tim dance SMA Adabiah 2 Padang. Sejak saat itu pula satu demi satu pengalaman baru dibuka oleh dirinya. Bukan hanya tentang dance melainkan tentang cakrawala baru dalam hidupnya.
“Tahun lalu kan temanya tentang Move Up. Nah, tim dance SMA Adabiah 2 Padang itu temanya tentang Pegant. Dari cerita itu yang bikin aku punya mimpi buat jadi Miss Kecantikan. Alhamdulillah terkabulkan,” ceritanya.
Baca juga: Dari Icon IFM ke Panggung AQUA DBL Dance, Alanna Pradisha Terus Kejar Mimpi
Ya, Glenys terpilih dalam Top 12 Miss Tourism Teen Indonesia 2026. Ia juga menjadi Miss Tourism Teen Sumatra Barat.
“Paling berkesan itu ya waktu masuk 10 besar Miss Tourism Teen indonesia. Nggak lewat voting tapi lewat pilihan juri-juri hebat. Banyak banget pelajaran dan pengalaman yang bisa aku ambil. Nggak akan aku lupakan seumur hidupku,” kenangnya.
AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra menjadi tahun terakhir Glenys mengukir cerita manis di DBL West Sumatra. Berawal dari perjuangannya untuk bisa terpilih sebagai salah satu pemain basket sekolah, Glenys justru menemukan hal baru dalam proses tersebut.
“Masih suka nggak percaya kalau aku bisa ikut DBL tiga tahun. Walau dance bukan mimpi aku yang dari SMP, tapi setelah keterima dance justru aku punya banyak mimpi-mimpi baru yang pelan-pelan bisa aku wujudkan,” terangnya.
Glenys (tengah) bersama dua temannya di awarding AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra
Perjalanan Glenys adalah bukti dari peribahasa “banyak jalan menuju Roma”. Bukti bahwa ada banyak banget cara yang bisa dipakai untuk mencapai satu tujuan yang sama. Sama seperti cerita Glenys. Tujuan awalnya hanya bisa merasakan bermain di DBL saat masih SMA. Siapa yang menyangka jalannya adalah lewat menari. Justru lewat jalan yang dipilih itu ia membuka banyak pintu cakrawala baru.
“Setiap anak muda harus punya mimpi. Bukan karena semua mimpi pasti terwujud. Tapi, karena mimpi memberi kita arahan untuk melangkah dan alasan untuk terus berusaha,” ungkapnya.
Baca juga: Terinspirasi Sang Kakak, Makayla Myiesha Mengejar Mimpi di DBL West Sumatra 2026
Kepada DBL Play, Glenys menitipkan pesan kepada orang-orang yang mendukung pilihannya.“Aku mau bilang terima kasih buat orang-orang yang sudah dukung aku. Semoga apa yang sudah kalian berikan jadi bagian dari cerita indah dalam perjalanan mimpiku. Terima kasih banyak ya,” tandasnya.
Terima kasih sudah berbagi cerita, Glenys. Semangat terus mengejar mimpi!
Profil Glenys Habiba Ladzah bisa kalian cek di bawah ini.