ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Devano Pawarta Cahya menembak bola saat SMA Petra 4 Surabaya berhadapan dengan SMAN 2 Bangkalan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Berdiri di lapangan DBL Arena sudah menjadi salah satu keinginan Devano Pawarta Cahya sebelum lulus dari SMA Petra 4 Sidoarjo.

Devano sebenarnya sudah tertarik untuk bergabung ke dalam tim sejak tahun lalu. Ia sudah beberapa kali menjalani sesi latihan bersama teman-temannya. Namun, Devano terpaksa untuk menunda harapan tersebut karena jatuh sakit.

“Karena sempat sakit, jadi jarang latihan lagi dan akhirnya gak kepilih (masuk tim) DBL. Sakitnya kayak gak enak badan terus sering pusing,” cerita pemain dengan nomor punggung 30 itu. 

Kesempatan itu akhirnya datang pada tahun ini. Setelah konsisten bekerja keras dan menjalani banyak program latihan intensif, namanya tercantum dalam daftar pemain yang dikirim di grup mereka. Tepat saat ia sudah menduduki bangku kelas XII.

Baca juga: Menyatu dengan Fiveouria, Pak Dodeik: Tugas Kami Mendukung Smala!

Devano tidak pernah menyia-nyiakan setiap detik di lapangan. Saat Petra 4 berhadapan dengan SMAN 2 Bangkalan, ia berhasil mengumpulkan 8 poin, 6 rebound, dan 6 steal dengan akurasi tembakan 57 persen.

Catatan tersebut meningkat dari laga perdananya pada 9 Agustus 2026. Kala itu, Devano hanya mencatat empat poin. Artinya, perolehan itu meningkat dua kali lipat.

Bukan hanya produktivitas di sisi menyerang, Devano juga merasa permainannya meningkat di sisi bertahan. Itu dapat terlihat dari jarak skor di dua kemenangan Petra 4 sejauh ini. Laga pertama berjarak 26 poin, sedangkan laga kedua 63 poin!

“Karena kalo semisal offense bagus, tapi defense-nya jelek ya tetap aja poinnya gak terlalu jauh sama musuh,” tutur Devano.

Devano memang tampil agresif sepanjang pertandingan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Bagaimanapun, itu sempat menjadi salah satu kelemahan terbesarnya. 

Pemain bertinggi badan 171 cm itu mengaku bahwa ia sebelumnya tidak memiliki kekuatan fisik yang optimal untuk bertahan dalam intensitas permainan yang tinggi. 

“Dulu saya kurang buat pakai fisik, lari dan kekuatan nafasnya kurang. Badan saya juga kecil, jadi sulit buat bersaing,” terang Devano.

Baca juga: Tak Selalu Berawal dari Mimpi Besar, Perjalanan Shazia Dimulai dari Teman

Hal tersebut juga terbilang wajar karena Devano baru pertama kali mengenal olahraga ini saat masih kelas VIII SMP. Sebelumnya, pemain kelahiran tahun 2009 itu lebih gemar bermain sepak bola.

Tidak adanya ekstrakurikuler sepak bola di SMP-nya membuat Devano mencoba untuk keluar dari zona nyamannya. “Jadi saya ikut ekstrakurikuler basket terus akhirnya saya suka basket,” sebutnya.

Cinta yang mendalam itu akhirnya tumbuh secara perlahan. Selain bermain di sekolah, Devano juga sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan mengasah kemampuannya di kampung halamannya, Kabupaten Blora.

Talenta di sana cukup bervariasi. Devano kerap bermain sama kumpulan anak-anak SMP, SMA, kuliah, bahkan juga bapak-bapak yang kaya akan ilmu dan kreativitas di lapangan.

Bukan hanya itu, selama mengembangkan potensi diri, Devano juga terinspirasi dengan sosok Kyrie Irving, megabintang NBA yang kini membela Dallas Mavericks. “Dia konsisten buat melatih diri. Walaupun dia badannya kecil tapi dia bisa banyak poin,” ungkap Devano.

Baca juga: Adit Tak Ingin Ulangi Kesalahan, Datang Lebih Siap di DBL

Itu akhirnya menjadi bekal untuk Devano dalam mempersiapkan diri jelang DBL East Java-North. Namun, ia tidak hanya berupaya untuk memaksimalkan fundamental saja. Devano juga mengikuti summer camp yang diadakan oleh komunitas yang satu iman dengannya. Menguatkan jiwa, mematangkan mental.

“Saya dapat motivasi dari mereka. Mereka mau mendengarkan isi hatiku dan tetap support aku,” tegas Devano.

Meski baru bermain di DBL East Java-North pada tahun terakhirnya, ini tidak akan menjadi akhir bagi perjalanan Devano di dunia basket. Ia bertekad untuk terus bermain di tingkat perkuliahan. “Soalnya sudah dibangun dari SMP, masa aku berhenti?” tutupnya.

Devano dan Petra 4 masih haus akan kemenangan. Langkah mereka semakin dekat menuju Round 2. Mereka akan melakoni pertandingan ketiga melawan SMAN 1 Puri Mojokerto pada 6 September 2026.

Terus berjuang meraih impian, Devano!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Tak Ingin Energi Tribun Padam, Stemba Mania Terus Kawal Basket Stemba

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS