Bukan jersei yang menjadi pakaian pertama para pemain SMAN 8 Surabaya (Delapan) ketika tiba di DBL Arena. Mereka justru datang mengenakan pakaian yang mereka sebut sebagai "outfit berangkat ngaji".
Pakaian tersebut bukan sekadar pilihan busana. Bagi mereka, outfit berangkat ngaji sudah menjadi bagian dari kultur yang mereka bawa ke panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Mochamad Irfan Kholili, pemain Delapan, mengatakan kebiasaan itu sudah dilakukan sejak musim lalu. Para pemain memang sengaja membuat kesepakatan untuk mengenakan pakaian tersebut ketika datang ke pertandingan.
“Memang janjian. Tahun kemarin juga seperti ini,” ujar Irfan.
Baca juga: Menyatu dengan Fiveouria, Pak Dodeik: Tugas Kami Mendukung Smala!
Tahun ini, kebiasaan tersebut kembali mereka jalankan. Para pemain datang ke DBL Arena dengan outfit berangkat ngaji dan mengenakannya kembali saat beranjak pulang.
Di balik pakaian tersebut, ada kebiasaan lain yang juga mereka jaga, yakni salat berjamaah sebelum bertanding.
Sebelum memasuki pertandingan, para pemain Delapan berusaha menyempatkan waktu untuk salat bersama. Mereka mengambil jeda dari persiapan pertandingan untuk beribadah sebelum kembali ke lapangan.
“Kalau sebelum tanding kita salat juga. Pastinya diusahakan,” kata Irfan.
Kebiasaan itu tidak hanya dilakukan saat Delapan tampil di DBL. Dalam latihan sehari-hari pun, mereka berusaha menjaga rutinitas tersebut. Irfan mengatakan sesi latihan akan dihentikan ketika memasuki waktu salat.
“Misalnya kita latihan jam 2 sampai jam 4, waktu Asar kita stop buat salat juga,” jelasnya.
Menurut Irfan, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari arahan sang pelatih. Ketika azan berkumandang, para pemain diminta berhenti sejenak untuk menjalankan ibadah.
Baca juga: Tak Selalu Berawal dari Mimpi Besar, Perjalanan Shazia Dimulai dari Teman
“Dari pelatih. Kalau sudah azan, salat dulu,” tuturnya.
Rutinitas itu membuat salat berjamaah menjadi bagian dari keseharian Delapan. Bukan hanya ketika berada di panggung DBL, tetapi juga ketika mereka menjalani latihan bersama.
Bagi Irfan, momen tersebut bisa memberikan tambahan semangat sebelum pertandingan.
“Bisa nambah semangat juga,” ujarnya.
Outfit berangkat ngaji tidak hanya dikenakan untuk kebutuhan salat. Pakaian tersebut sudah melekat sejak mereka berangkat ke DBL Arena, digunakan ketika salat berjamaah, hingga dikenakan saat mereka meninggalkan arena.
Bagi Delapan, kultur tersebut menjadi cara sederhana untuk membawa kebiasaan mereka di luar lapangan ke dalam perjalanan kompetisi.
Kebiasaan itu juga berjalan beriringan dengan perjalanan Irfan di basket. Pemain bernomor punggung 23 tersebut baru benar-benar serius menekuni basket ketika masuk SMAN 8 Surabaya (Smandela).
Ia mulai bermain basket sejak kelas VII SMP. Saat itu, basket hanya menjadi aktivitas bersama teman sepulang sekolah. Ia belum berpikir untuk mengikuti seleksi atau masuk tim. Baru ketika SMA, Irfan mulai merasa ingin mempelajari basket lebih dalam. Ia kemudian mencoba mengikuti seleksi Delapan.
Namun, kesempatan tersebut sempat terlewat ketika dirinya duduk di kelas X. Saat itu, Irfan sebenarnya ingin mengikuti seleksi, tetapi masih merasa malu dan memilih menunggu temannya.
Ketika temannya tidak jadi mengikuti seleksi, Irfan akhirnya ikut mengurungkan niat.
“Saya memang dulu pemalu. Saya merasa harus menunggu teman,” ujarnya.
Baca juga: Adit Tak Ingin Ulangi Kesalahan, Datang Lebih Siap di DBL
Keputusan tersebut kemudian menjadi penyesalan. Terlebih ketika Irfan melihat teman-temannya bermain di ajang DBL East Java-North.
“Setelah tahu kalau DBL itu event yang besar, saya merasa seharusnya waktu itu saya bisa ikut seleksi sendiri,” katanya.
Setahun kemudian, Irfan akhirnya berhasil masuk tim. Kini, musim 2026 menjadi tahun keduanya membela Delapan di DBL. Pada laga menghadapi Mawar Sharon, Delapan berhasil meraih kemenangan 20-15. Irfan turut membantu kemenangan tersebut dengan torehan 6 poin, 3 rebound, dan 4 assist.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)