Lima musim bukan waktu yang singkat bagi Ariditia Rizki untuk membangun SMAN 21 Surabaya (Slekoors) menjadi tim yang terus berkembang di Honda DBL with Kopi Good Day. Sejak pertama kali mendampingi Sleekors, Coach Ari, sapaan akrabnya, melihat tim yang hanya memiliki sedikit pemain yang bisa diandalkan.
Kini, ia sudah memiliki sejumlah pemain yang berkembang sekaligus generasi baru yang mulai mengenal dan menjadi bagian dari Sleekors.
Kerja panjang itu kembali terlihat di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Slekoors sukses mengamankan kemenangan dengan menundukkan SMAN 1 Kebomas Gresik dengan skor 40-10. Fathan Fero Afandi menjadi top scorer dalam laga tersebut.
Namun, di balik kemenangan itu, Coach Ari justru sedang menghadapi pekerjaan besar. Mayoritas pemain Slekoors musim ini merupakan siswa kelas XII. Bahkan, Fero yang menjadi pencetak angka terbanyak juga berada di tahun terakhirnya sebagai siswa SMA. Situasi tersebut membuat persoalan regenerasi menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus segera ia pikirkan.
Baca Juga: Shooting Shirt Slekoors Simpan Foto Masa Kecil dan Mimpi yang Terus Bertumbuh
"Kita pasti benerin individualisasi. Terus untuk yang kelas 12 ini kita harus memperbaiki PD-nya mereka saja, confident-nya mereka," tegas Coach Ari.
Persoalan regenerasi bukan hal baru bagi Coach Ari. Selama lima musim mendampingi Sleekors, ia terus berusaha mencari pemain baru agar tim tidak berhenti pada satu generasi. Ia melihat perkembangan Slekoors justru berawal dari proses panjang tersebut.
"Saya dulu start dari yang bisa main itu satu anak aja. Hingga sampai saat ini mungkin ada beberapa player saya yang sudah berkembang, dan ada generasi baru dari sekolah-sekolah yang sudah mengenal Slekoors. Akhirnya itu yang membuat Slekoors semakin lebih bagus," jelasnya.
Tantangan itu semakin terasa karena Coach Ari tidak hanya menangani tim putra. Ia juga menjadi sosok yang mendampingi tim putri Slekoors. Membagi fokus antara dua tim membuatnya membutuhkan dukungan dari asisten pelatih agar proses pembinaan tetap berjalan maksimal.
"Perihalnya karena saya pegang cowok-cewek, fokus saya kadang terpecah. Saya nggak bisa langsung fokus cowok terus, cewek terus. Jadi saya harus imbang. Dari situ makanya saya butuh asisten," tuturnya.
Baca Juga: Tiga Bingkai, Satu Perjuangan Casual Sleekors
Bagi Coach Ari, regenerasi juga berkaitan erat dengan bagaimana ia menjaga pemain tetap berkembang di tengah kesibukan sebagai pelajar. Terlebih bagi para pemain kelas XII yang mulai berhadapan dengan persiapan akademik dan TKA. Dengan frekuensi latihan yang hanya sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan, ia dituntut untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
"Kalau mereka ada les, mereka harus bisa menimbang dan mengulang waktu buat latihan," tegasnya.
Keterbatasan waktu latihan menjadi salah satu tantangan yang sudah dirasakan Slekoors sejak lama. Dibandingkan tim sekolah swasta, Coach Ari menilai kesempatan latihan menjadi salah satu aspek yang masih perlu terus dioptimalkan agar perkembangan pemain bisa lebih maksimal.
Meski begitu, Coach Ari tidak ingin kondisi tersebut menjadi alasan bagi Sleekors untuk berhenti berkembang. Justru dalam situasi seperti itu, ia terus mencari cara agar pemainnya tetap mendapatkan proses latihan yang cukup dan sesuai kebutuhan.
Keseriusan itu pula yang membuat Coach Ari memilih tetap berada di jalur kepelatihan. Ia bukan sosok yang asing dengan panggung DBL. Sebelum berada di pinggir lapangan, ia pernah menjadi pemain SMAN 10 Surabaya dan tampil di DBL pada 2016.
Pengalaman sebagai pemain kemudian membawanya memilih jalur berbeda. Alih-alih terus mengejar karier sebagai pemain, Coach Ari memutuskan untuk mengembangkan passion-nya melalui kepelatihan. Ada satu alasan yang membuatnya ingin membantu pemain-pemain muda berkembang: keinginan memberikan sesuatu yang dahulu belum sempat ia berikan sebagai pemain.
"Saya dulu sebagai pemain masih belum bisa ngasih yang terbaik untuk orang tua saya, teman-teman dekat saya. Sekarang saya fokus ngelatih. Saya mau ngembangin anak-anak, entah sampai ke mana mereka. Saya bantu, saya ngikutin mereka," ujarnya.
Kini, setelah lima musim bersama Sleekors, Coach Ari justru menemukan adrenalinnya di pinggir lapangan. Baginya, menjadi pelatih berarti terus memikirkan perkembangan anak didiknya, bahkan ketika pertandingan telah usai.
"Seruan jadi pemain apa pelatih? Pelatih. Adrenalinnya di pelatih. Tiap malam kita mikir, anak-anak ini harus diapain ya? Besok harus ngasih apa," tandasnya.
Kemenangan atas SMAN 1 Kebomas Gresik menjadi satu langkah bagi Sleekors musim ini. Namun bagi Coach Ari, perjalanan membangun tim tidak berhenti pada hasil pertandingan. Di balik skor 40-10 tersebut, ada pekerjaan yang jauh lebih panjang: menjaga generasi saat ini tetap berkembang sekaligus memastikan generasi berikutnya siap melanjutkan perjalanan Sleekors.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)