ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Fathan Fero Afandi saat beraski di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Rabu, 26 Agustus 2026

Tahun terakhir di panggung Honda DBL with Kopi Good Day menjadi begitu spesial bagi Fathan Fero. Penggawa SMAN 21 Surabaya (Slekoors) itu menutup salah satu penampilannya dengan catatan impresif: 22 poin dan 9 steal saat membantu timnya mengalahkan SMAN 1 Kebomas Gresik dengan skor 40-10 di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Bagi Fero, performa tersebut bukan sekadar soal angka. Ada perjalanan panjang yang membuatnya bisa sampai pada musim terakhir ini. Chemistry yang semakin kuat menjadi salah satu alasan Sleekors tampil lebih solid dibanding musim-musim sebelumnya.

Menurut Fero, para pemain Slekoors kini sudah semakin memahami satu sama lain. Kondisi tersebut membuat alur permainan mereka terasa lebih nyaman ketika berada di lapangan. Ditambah dengan penekanan dari Coach Ari dan Coach Firdaus untuk menjalankan strategi dengan matang, Slekoors merasa semakin percaya diri menghadapi setiap pertandingan.

Kepercayaan diri itu pula yang membuat Fero berani memasang target tinggi untuk musim terakhirnya. Dengan mental bertanding yang terus meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, ia percaya Slekoors memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dibanding musim-musim sebelumnya.

Baca Juga: Lima Musim Dampingi Slekoors, Coach Ari Punya PR Besar soal Regenerasi

"Aku sangat optimis. Dengan kondisi tim yang siap mental bertanding dan terus naik dari tiap game, aku percaya Slekoors punya peluang besar untuk melangkah sangat jauh musim ini. Kami berharap bisa masuk 16 besar di musim ini," tegasnya.

Namun, ada satu hal yang membuat perjalanan musim ini terasa berbeda bagi Fero. Ini merupakan tahun terakhirnya mengenakan seragam Slekoors di kompetisi DBL. Setelah musim ini berakhir, ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada panggung yang selama ini menjadi salah satu impiannya.

"Jujur sedih banget karena aku pengen main di DBL selamanya, hehe. Tapi mau nggak mau sudah waktunya dan harus menerima. Aku juga akan terus mendukung dan ngasih masukan-masukan ke anak-anak basket untuk ke depannya," tuturnya.

Kecintaannya terhadap DBL sendiri sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP kelas II. Kala itu, Fero masih bersekolah di Sidoarjo. Ia berasal dari sekolah yang menurutnya tidak terlalu dikenal dalam dunia basket. Bahkan, ketika mengikuti sebuah event, timnya hanya mampu membawa tujuh pemain.

Kondisi tersebut sempat membuat Fero ragu untuk melanjutkan perjalanan di basket. Namun, keputusan untuk tetap bermain akhirnya membawanya ke SMAN 21 Surabaya. Di sekolah barunya itu, ia bahkan dipercaya menjadi kapten basket.

Perjalanan Fero di dunia basket juga bermula dari sebuah momen sederhana. Saat duduk di kelas VIII semester II, ia melihat sejumlah siswa sedang mengikuti ekstrakurikuler basket. Saat jam istirahat, entah mengapa ia tiba-tiba tertarik untuk menantang salah satu anak basket melakukan one-on-one.

Fero menang dalam duel tersebut. Momen itu kemudian menarik perhatian pelatih basket SMP-nya yang melihat potensi dalam diri Fero dan mengajaknya bergabung. Sejak saat itu, basket perlahan berubah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

"Mulai dari situ aku suka basket dan terus latihan bareng teman-teman rumah. Dulu aku sampai nabung dari uang saku buat beli sepatu basket sendiri. Sekarang aku bersyukur banget bisa basket secara otodidak," cerita Fero.

Perjalanan itu tentu tak dilaluinya sendirian. Di balik langkah Fero hingga mampu mencatatkan 22 poin dan 9 steal di panggung DBL, ada dukungan orang-orang terdekat yang selalu berada di belakangnya. Orang tua menjadi sosok pertama yang ia sebut karena selalu memenuhi kebutuhan dan mendukung perjalanan basketnya.

Selain keluarga, ada pula sosok istimewa yang selalu memberikan semangat dan dukungan dalam berbagai kondisi. Dua sumber dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Fero untuk terus berkembang dan menikmati setiap kesempatan yang ia dapatkan di lapangan.

Kini, waktu Fero di panggung DBL tinggal menghitung pertandingan. Namun, ia tidak ingin perjalanan tersebut berakhir begitu saja. Jika suatu saat sudah tak lagi mengenakan jersey Sleekors di lapangan, Fero ingin tetap berada di sisi generasi berikutnya, memberikan dukungan dan berbagi pengalaman agar mereka bisa membawa Sleekors melangkah lebih jauh.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS