Rasa percaya diri Bayu Andharu Prastyan atau yang akrab disapa Bayu terlihat berbeda musim ini. Memasuki tahun kerakhirnya berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, student athlete kelas XII SMAN 3 Sidoarjo (Drei) itu tak lagi dibayangi keraguan seperti musim sebelumnya.
Kerja keras selama setahun terakhir mulai terbayar. Bayu lebih rajin berlatih, menambah porsi fisik, dan membiasakan diri tampil dalam sesi scrimmage maupun sparing.
Perubahannya terlihat dari tiga laga yang sudah ia jalani musim ini.
Saat Drei menghadapi SMAN 1 Sidoarjo, Bayu menyumbangkan 9 poin, 2 assist, dan 4 rebound untuk membantu timnya meraih kemenangan 26-23. Pada laga berikutnya melawan SMAN 1 Waru, ia kembali memberikan kontribusi dengan 8 poin, 2 assist, dan 3 rebound, meski Drei harus kalah 21-30.
Performa itu kemudian berlanjut ketika Drei berhadapan dengan SMAN 1 Sooko Mojokerto. Bayu mencetak 10 poin dan 2 assist untuk membantu kemenangan Drei dengan skor 22-19.
Bagi Bayu, perkembangan tersebut bukan sekadar hasil dari latihan yang lebih disiplin. Ada sosok yang sejak awal memperkenalkannya pada basket dan selalu mendorongnya untuk berani bermain.
Ayahnya.
Baca juga: Ketika DBL Jadi Mimpi, Smansa Jombang Bergerak Bersama
Bayu mengenal basket sejak SD. Kala itu, ia kerap menemani sang ayah bermain di klub Tri Dharma. Dari kebiasaan menemani, Bayu akhirnya ikut mencoba. Rasa penasaran itu berubah menjadi ketertarikan pada basket.
Perjalanannya sempat terhenti. Bayu berhenti bermain karena merasa tidak kuat mengikuti latihan klub. Ia baru kembali ke lapangan saat kelas IX SMP, masih bersama klub yang sama.
Sang ayah tetap menjadi orang yang mendukungnya.
Bahkan saat Bayu tampil di DBL East Java-North musim lalu, sang ayah hadir sebagai companion parent dan menemani ketiga pertandingan dari bench. Sebagai sesama pemain basket, sang ayah juga kerap memberikan masukan setelah Bayu bermain.
Salah satu pesan yang paling diingat Bayu adalah untuk tidak membiarkan rasa gugup menguasai permainan.
“Kalau main itu jangan grogi, enggak usah dipikirin. Kalau grogi, tenang aja, coba napas terus. Lihat teman-teman di depan. Jangan main sendiri, jangan egois,” kata Bayu mengingat pesan ayahnya.
Namun, setelah DBL musim lalu berakhir, ayah Bayu telah berpulang.
Musim ini menjadi pengalaman yang berbeda. Untuk pertama kalinya, Bayu kembali ke DBL Arena tanpa sosok yang dulu pernah duduk di bench dan menyaksikannya bermain dari dekat.
Baca juga: Perjuangan Smamga di DBL, Nilai Tambahan Menanti di Kelas
Meski begitu, Bayu justru datang dengan versi dirinya yang lebih siap.
Ia mulai lebih serius berlatih dan jarang melewatkan sesi latihan. Dalam scrimmage maupun sparing, ia juga merasa permainannya berkembang dibandingkan musim sebelumnya.
Ada satu hal yang masih ingin ia lakukan di musim terakhirnya bersama Drei yaitu menunjukkan sejauh apa dirinya sudah berkembang. Bayu berharap ayahnya masih bisa melihat penampilannya hari ini, terutama ketika ia mampu menyumbangkan 10 poin untuk tim.
“Pasti,” jawab Bayu ketika ditanya apakah ia ingin menunjukkan perkembangan tersebut kepada sang ayah.
Kini, tak ada lagi sosok yang duduk di bench untuk memberikan nasihat secara langsung. Namun, setiap kali Bayu berusaha mengendalikan rasa gugup, mencari teman di lapangan, dan bermain untuk tim, ada bagian dari ajaran ayahnya yang ikut terbawa.
Musim terakhir Bayu belum selesai.
Tetapi perjalanan panjang yang dimulai dari menemani ayah bermain basket hingga berdiri sendiri di lapangan telah membawanya pada satu titik, bermain dengan lebih percaya diri, tanpa melupakan sosok yang pertama kali membuatnya jatuh hati pada basket.
Baca juga: Dari Kejauhan, Mereka Tetap Ada untuk Cello
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)