Waktu magrib menjadi batas antara permainan dan waktu untuk beristirahat. Bagi Serantflowt, batas itu justru menjadi awal cerita yang mereka bawa ke panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Sepuluh dancer SMAN 1 Jombang mengajak penonton melihat kebiasaan yang akrab bagi anak-anak di Jawa. Tentang permainan yang harus ditinggalkan ketika hari mulai gelap dan suara pengingat untuk segera pulang mulai terdengar.
“Jadi kita nampilin tema waktu magrib, ceritanya ada anak-anak yang lagi mau main waktu magrib. Terus kan dari budaya Jawa enggak boleh tuh main waktu magrib,” ujar Bintang Abianca Lestari, salah satu dancer Serantflowt.
Baca juga: Sakit Tak Halangi Bu Angie Saksikan Debut Carmen di AQUA DBL Dance
Cerita itu tidak berhenti pada kebiasaan untuk pulang ketika magrib. Serantflowt juga membawa cara pandang anak zaman sekarang yang tidak selalu langsung percaya dengan mitos yang mereka dengar sejak kecil.
Di situlah gerak modern dan tari tradisional mereka tempatkan dalam satu penampilan. Bukan sekadar mencampur dua jenis tarian, tetapi ikut menunjukkan perbedaan antara apa yang dipercaya sejak dulu dan bagaimana anak muda melihatnya hari ini.
Menariknya, seluruh konsep tersebut mereka susun tanpa coach.
Di SMAN 1 Jombang belum ada ekstrakurikuler modern dance. Sebagian anggota Serantflowt justru berasal dari kegiatan tari tradisional di sekolah.
Dari sepuluh anggota, lima dancer memiliki basic modern dance dan lima lainnya lebih terbiasa dengan tari tradisional. Perbedaan itu membuat mereka tidak bisa begitu saja mengambil koreografi modern lalu memberikannya kepada semua anggota.
Baca juga: Batik dalam Balutan Biru, SDOB Padukan Tradisi dan Gerak Modern

Tim dance Serantflowt SMAN 1 Jombang berbaris membentuk formasi saat membawakan tarian bertema waktu dolanan di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North.
“Kita ini diambil dari anak-anak tari tradisional. Jadi kita juga enggak ada coach. Kita dulu dari anak-anak yang tari tradisional ini nyari-nyari referensi, kita sendiri belajar,” jelas Bintang.
Mereka pun mulai dari hal-hal sederhana. Satu orang menemukan gerakan, anggota lain mencari musik atau referensi berbeda. Semuanya dibawa saat berkumpul untuk dicoba bersama.
Baca juga: Wolfie Suguhkan Beragam Tarian Tanah Air Ala Cewek Centil!
Kayla Renata Putri Fauzi menjadi salah satu anggota yang banyak mempertimbangkan bagian gerakan. Ia memiliki basic modern dance, tetapi tidak ingin gerakan yang dibuat hanya nyaman untuk dancer yang sudah terbiasa dengan gaya tersebut.
“Aku basic-nya modern, jadi aku pertimbangin anak-anak ini kan basic-nya dari tradisional. Jadi aku harus pertimbangin gerakannya ini harus gimana ya, harus setara sama mereka,” tutur Kayla.
Beberapa bagian akhirnya dibuat lebih sederhana. Tiga anggota kelas X yang lebih banyak memiliki pengalaman tari tradisional mendapat gerakan modern yang tidak terlalu rumit supaya tetap bisa mengikuti teman-temannya.
Koreografi mereka pun bukan hasil dari satu orang. Ide dari masing-masing anggota dikumpulkan, dicoba, lalu diubah ketika ada bagian yang terasa kurang pas.
Waktu untuk melakukan semua itu sebenarnya tidak panjang. Serantflowt hanya punya waktu kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan penampilan.
Kesibukan mereka juga bertambah karena datang ke DBL bersama tim basket putra SMAN 1 Jombang yang tahun ini menjalani debut. Latihan dance tetap berjalan lima hingga enam kali dalam sepekan, hampir setiap hari di sekolah.
Baca juga: Matrix Bawa Pesan Kemanusiaan di AQUA DBL Dance
Kostum juga mereka urus sendiri. Mereka membeli pakaian yang sudah jadi, kemudian menambahkan beberapa detail agar sesuai dengan konsep.
Warna merah dan hijau dipilih karena terinspirasi dari identitas Jombang, Ijo Abang. Mereka sempat mencari kain hijau di sejumlah tempat, tetapi waktu yang semakin dekat dengan hari tampil membuat pilihan bahan akhirnya harus disesuaikan dengan yang tersedia.
Untuk urusan biaya, mereka juga punya cara sendiri. Setiap kali berkumpul, anggota Serantflowt menyisihkan uang untuk ditabung.
Uang tersebut kemudian dipakai ketika ada kebutuhan persiapan. Sementara orang tua dan pihak sekolah membantu kebutuhan perjalanan, seperti transportasi dan konsumsi dari Jombang.
Lima dancer modern dan lima dancer berlatar tradisional bukan berarti selalu memiliki pendapat yang sama. Sepuluh orang tentu membawa keinginan masing-masing.
Serantflowt memilih cara sederhana untuk menjaganya tetap cair. Mereka tidak selalu berkumpul untuk membahas dance.
“Jadi kita tuh enggak hanya datang kumpul, kita bahas DBL aja enggak. Kita tetap ada main, kita bercanda-bercanda. Jadi santai aja gitu,” kata Kayla.
Dari obrolan dan kebiasaan berkumpul itulah mereka semakin terbiasa bekerja bersama. Ketika ada perbedaan pendapat, anggota lain ikut membantu mencari jalan tengah.
Hasilnya terlihat dalam penampilan mereka. Gerakan yang mereka bawa tidak sepenuhnya modern dan tidak pula hanya bertumpu pada tari tradisional. Keduanya berjalan berdampingan mengikuti cerita yang sejak awal ingin mereka sampaikan.
Baca juga: Sanflies Dance Crew Padukan Budaya Jawa dan Sunda di AQUA DBL Dance
Bintang ingin penampilan tersebut mengingatkan bahwa menjadi anak zaman sekarang tidak berarti harus meninggalkan kebiasaan yang sudah diwariskan.
“Era sekarang itu kayak aku tuh enggak percaya ada mitos waktu magrib. Sedangkan tadi ada tarian tradisionalnya juga yang menyampaikan kalau budaya ini tuh harus tetap dilestarikan. Jadi kita harus menghormati leluhur yang dahulu udah bikin aturan ini,” ujarnya.
Serantflowt datang dari Jombang dengan waktu persiapan yang singkat. Mereka tidak punya coach modern dance dan tidak memiliki ekstrakurikuler khusus untuk menopang latihan.
Yang mereka punya adalah sepuluh orang dengan kemampuan berbeda, kemauan untuk belajar, dan kebiasaan saling membantu. Dari situlah cerita tentang waktu dolanan yang harus usai akhirnya mereka bawa ke atas panggung.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 1 Jombang bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).