ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ada yang berbeda dari tribun SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo pada laga terakhir mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Bukan sekadar datang untuk memberikan dukungan, Mussan1968 menjadikan pertandingan kali ini sebagai penutup perjalanan mereka di tribun musim ini.

Bagi sejumlah anggota Mussan1968, laga tersebut juga terasa semakin spesial. Pasalnya, beberapa di antara mereka merupakan siswa kelas XII yang akan segera meninggalkan bangku sekolah. Artinya, kesempatan untuk kembali nribun bersama Mussan 1968 di ajang DBL sebagai pelajar SMA tidak akan datang lagi.

Musim ini, Mussan1968 tercatat empat kali hadir di tribun untuk memberikan dukungan. Pada penampilan terakhirnya, mereka kembali membawa koreografi bertema kartu dan Joker.

Pemilihan Joker bukan tanpa alasan. Sebelumnya, karakter tersebut juga sempat menjadi bagian dari koreografi Mussan1968 dalam perayaan anniversary mereka. Namun kali ini, Joker hadir dengan visual yang berbeda. Sosok tersebut membawa mahkota sambil menutup mata.

Baca Juga: Mussan1968 Kembali Ajak Spider-Man ke DBL Arena Surabaya!

Tim kreatif Mussan 1968, Mohammad Iqbal Bachtiar, menjelaskan makna di balik visual tersebut.

“Mahkota itu melambangkan kemenangan dan kejayaan untuk Musan, sekolah kami. Menutup mata adalah sebagai simbol bahwa kita tidak perlu melihat untuk menang,” jelas Iqbal.

Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Mussan1968 kepada tim basket sekolah. Bagi mereka, dukungan tidak berhenti ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

“Kalau misalkan tim basket kalian mau menang atau kalah, kami tetap support.”

Menurut Iqbal, menjadi suporter bukan hanya soal hadir ketika tim bertanding di lapangan. Mussan1968 berusaha menjadi bagian dari berbagai aktivitas siswa Musan. Ketika ada siswa sekolah yang bertanding, mereka sebisa mungkin ikut memberikan dukungan.

Bagi Iqbal, keputusan bergabung dengan Mussan1968 berawal dari pandangannya terhadap suporter sebagai salah satu identitas sekolah.

Ia melihat bagaimana generasi sebelumnya hadir memberikan dukungan kepada tim basket, futsal, maupun tim sekolah lainnya. Hal tersebut menurutnya mampu membangun solidaritas antarsiswa.

“Saya melihat dulu Mussan itu sebagai identitas supporter sekolah. Saya melihat anak-anak dulu mendukung basket, futsal atau yang lain main itu meningkatkan solidaritas antar siswa,” ujar Iqbal.

Baca Juga: Kejutkan DBL Arena! Mussan1968 Bawa Koreo Jumbo Saat Anniversary

Namun, perjalanan menjadi suporter tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar Mussan1968 musim ini adalah keterbatasan waktu.

Sebagai pelajar, mereka harus membagi waktu antara sekolah, kegiatan suporter, hingga persiapan koreografi. Dalam satu koreografi, waktu pengerjaan bahkan terkadang hanya berkisar tiga hingga empat hari.

Untuk memenuhi kebutuhan kreativitas, Mussan 1968 biasanya melakukan berbagai cara. Mereka mempromosikan kegiatan kepada teman-teman di kelas sekaligus menggalang dana secara sukarela. Jika masih mengalami kekurangan, anggota juga patungan.

Meski begitu, perjuangan tersebut terasa lebih ringan karena sekolah turut memberikan dukungan, termasuk bantuan dana tambahan untuk kebutuhan suporter.

Laga terakhir musim ini juga menjadi momen bagi Iqbal untuk meneruskan estafet kepada adik-adik kelas. Salah satu hal yang ingin ia wariskan bukan hanya soal cara membuat koreografi atau menghidupkan tribun, tetapi juga bagaimana mengatur waktu dan menjaga kedisiplinan.

“Ilmu yang saya turunin buat adik-adik saya itu adalah bagaimana mereka cara mengatur waktu, cara mengatur disiplin mereka,” ungkapnya.

Hal tersebut penting karena aktivitas suporter kerap membuat mereka pulang lebih malam. Dalam kondisi lelah, rasa malas tentu bisa muncul. Karena itu, menurut Iqbal, generasi berikutnya perlu saling mendorong agar tetap bertanggung jawab terhadap sekolah.

Sementara itu, Ahmadika Sulthan Alfarisi atau Sulthan, yang dipercaya menjadi capo Mussan1968, juga menekankan pentingnya inisiatif dari generasi penerus.

“Kita harus nge-push adik-adik kita. Kita kasih ilmu bahwa ayo semangat, sekolah kita. Intinya inisiatif, yang besar inisiatifnya untuk ngangkut-ngangkut orang kita,” kata Sulthan.

Perjalanan Sulthan sendiri bersama Mussan1968 terbilang tidak langsung mulus. Ia sudah tertarik menjadi suporter sejak kelas X karena memiliki keinginan untuk menjadi capo. Sempat keluar, Sulthan akhirnya kembali bergabung ketika duduk di kelas XI karena jumlah anggota suporter saat itu tidak terlalu banyak.

Hingga akhirnya, ia dipercaya menjadi capo.

Menjadi capo ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. “Ternyata capek juga,” cerita Sulthan singkat sembari tertawa.

Kini, setelah melewati satu musim dan menutup perjalanan mereka di tribun DBL East Java-North 2026, Mussan 1968 harus bersiap kehilangan sejumlah anggota kelas XII. Namun, semangat yang mereka bangun selama ini diharapkan tetap hidup melalui generasi berikutnya.

Koreo Joker dengan mahkota dan mata tertutup pun menjadi penutup yang tepat. Sebuah simbol tentang kemenangan, kejayaan, sekaligus keyakinan bahwa dukungan tidak selalu membutuhkan kepastian hasil.

Sebab bagi Mussan 1968, menang atau kalah bukan alasan untuk berhenti berdiri di belakang sekolah.

Dan setelah musim ini selesai, giliran adik-adik mereka yang meneruskan cerita di tribun.

“Semangat! tim basket semangat, tim suporter. Yang penting dikawal sampai selesai. Namanya anak SMA itu senang-senang aja. Nggak usah terlalu gimana-gimana. Nanti stres, belum nikah soalnya,” tutup Sulthan sambil bercanda.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS