ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Muhammad Fathir Reza, pemain SMAN 1 Manyar Gresik (Smanema), saat bertanding melawan SMKN 2 Surabaya (Smekda) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Agustus 2022, Muhammad Fathir Reza masih duduk di bangku kelas VI SD. Di sebuah lapangan, ia terlihat sedang berlatih basket. Momen itu diabadikan sang ayah melalui sebuah Instagram Reels.

Terhitung 4 tahun kemudian, video tersebut seperti membawa Fathir kembali ke titik awal. Bedanya, kali ini ia tidak lagi berdiri sebagai anak SD yang baru belajar bermain basket. Fathir sudah mengenakan jersei SMAN 1 Manyar Gresik (Smanema) dengan nomor punggung 16 dan tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Mimpi yang dulu hanya ia bayangkan kini benar-benar ia jalani di lapangan DBL Arena Surabaya. Pada Senin, 31 Agustus 2026, Fathir menjalani pertandingan ketiganya bersama Smanema menghadapi SMA Trimurti Surabaya (Trimurti).

Baca juga: Tak Selalu Berawal dari Mimpi Besar, Perjalanan Shazia Dimulai dari Teman

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Smanema sempat tertinggal 2-5 pada kuarter pertama, lalu memperkecil jarak menjadi 9-10 pada kuarter kedua dan 13-14 di kuarter ketiga.

Dua menit terakhir menjadi penentu. Smanema akhirnya mengunci kemenangan tipis 17-15.

Bagi Fathir, kemenangan itu datang bersamaan dengan proses adaptasi yang masih ia jalani sebagai pemain kelas X. Tiga pertandingan pertamanya di DBL memberikan pengalaman yang berbeda.

“Pertandingan pertama saya masih belum terbiasa sama suasana DBL, masih gugup dan belum beradaptasi. Game kedua sudah lumayan baik, kerja sama juga sudah lebih baik. Kalau game ketiga menurut saya masih kurang me-reset,” ungkapnya.

Rasa gugup itu menjadi bagian dari proses Fathir mengenal panggung baru. Apalagi, perjalanan basketnya sendiri bermula dari sesuatu yang sederhana ajakan sang papa.

Baca juga: Perjuangan Putra Stemba Berakhir dengan Kemenangan Dramatis!

Fathir mulai mengenal basket sejak kelas II SD. Saat itu, ia belum tertarik dan sempat malas mengikuti ajakan tersebut. Baru ketika memasuki akhir kelas IV, ketertarikannya tumbuh setelah ia mulai sering melihat konten-konten basket.

“Awalnya Papa yang menyuruh basket, tapi saya masih malas dan kurang tertarik. Pas kelas IV akhir mulai muncul konten-konten basket, lama-lama saya jadi tertarik. Kelas V saya mulai ikut akademi di Gresik,” cerita Fathir.

Dari akademi, Fathir kemudian melanjutkan latihan di tingkat SMP dan klub. Basket yang awalnya hanya datang dari dorongan orang tua perlahan menjadi kegiatan yang ia jalani dengan kemauan sendiri.

Hingga akhirnya, ia sampai di kompetisi yang sudah lama ia impikan.

Ketika melihat kembali reels yang dibuat sang ayah pada 2022, Fathir seperti sedang melihat dirinya dari masa lalu. Anak yang dulu masih berlatih di lapangan kini sudah menjadi pemain SMA yang tampil di DBL.

“Saya merasa terharu. Dari SD saya sudah kayak memimpikan DBL. Jadi waktu akhirnya bisa main di DBL, rasanya wow,” ujarnya.

Di tribun DBL Arena, Mama Ravika ikut menyaksikan putranya. Laga yang berjalan ketat membuatnya beberapa kali ikut tegang, terutama ketika kedua tim terus saling mengejar angka hingga akhir pertandingan.

“Deg-degan, apalagi sudah poin-poin terakhir. Saling kejar-kejaran sama lawan. Tapi alhamdulillah akhirnya menang meskipun tipis,” kata Mama Ravika.

Baca juga: Dilatih Intens oleh Papa, Kayleen Kini Bawa Petra 1 Bermimpi ke Final

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Fathir bersama Smanema di DBL. Bagi Mama Ravika, momen itu terasa berbeda karena ia tahu betul proses yang telah dilewati putranya.

“Senang banget, Mbak. Soalnya ini kemenangan pertama Fathir sama timnya. Apalagi Fathir baru masuk tim DBL-nya Smanema, ternyata di pertandingan ketiga ini bisa menang. Terharu banget, saya bangga rasanya,” tuturnya.

Ravika masih mengingat masa ketika Fathir mulai serius menekuni basket. Dari yang awalnya hanya bermain bersama sang papa, Fathir kemudian mulai rutin berlatih dan mempertahankan kebiasaannya hingga sekarang.

Selain latihan bersama Smanema, Fathir juga masih mengikuti latihan di klub. Bagi Ravika, rutinitas itu merupakan bagian dari dukungan yang terus ia berikan.

“Support saya itu tetap saya suruh rutin latihan supaya dapat ilmunya. Jangan sampai menyerah, karena dia sudah berjuang dari bawah banget, dari nol istilahnya. Sekarang akhirnya bisa sampai di titik bisa masuk impiannya ke DBL,” ujar Ravika.

Sang papa juga masih menjadi tempat Fathir mendapat evaluasi seusai pertandingan. Sebagai orang yang lebih memahami basket, ia biasanya memberikan catatan tentang permainan Fathir dan meminta putranya memperbaikinya saat latihan.

“Kalau papanya kan lebih mengerti basket. Jadi setiap selesai pertandingan langsung dievaluasi. Papanya kasih tahu, ‘Mainmu kurang begini, kamu harus begini.’ Alhamdulillah Fathir menerima dan langsung dipraktikkan,” katanya.

Baca juga: Gavin Tangguh Menjalani Debutnya di DBL untuk Mendiang Sang Ayah

Sebagai pemain kelas X, Fathir masih punya perjalanan panjang bersama Smanema. Dua musim berikutnya menjadi kesempatan untuk terus beradaptasi, berkembang, sekaligus mengejar target yang lebih tinggi.

“Saya ingin membawa Smanema juara,” ucapnya.

Kemudian, 4 tahun dari sekarang, Fathir ingin melihat kembali pertandingan yang dijalaninya hari ini bukan sebagai puncak, melainkan sebagai permulaan.

“Saya ingin melihat Fathir sebagai Fathir yang baru mau mengawali perjalanan impian saya di SMA. Fathir yang baru beradaptasi dengan lingkungan baru, baru mengenali dunia DBL, dan mulai beranjak ke perjalanan saya sendiri,” tuturnya.

Agustus 2022, Fathir masih menjadi anak kelas VI SD yang baru menemukan ketertarikannya pada basket. Agustus 2026, ia sudah berdiri di lapangan DBL dan mencatat kemenangan pertamanya.

Satu mimpi telah tercapai. Dua musim berikutnya masih terbuka bagi Fathir untuk mengejar mimpi bersama Smanema.

Baca juga: Smantaru Menang, Ahza Wynniar Dedikasikan untuk Sang Ayah

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Muhammad Fathir Reza bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMA Trimurti Surabaya vs SMAN 1 Manyar Gresik bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS