SMA Ciputra Surabaya tidak memulai pertandingan dengan mudah. Menghadapi SMA Petra 2 Surabaya pada pertandingan keenam Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 12 September 2026, Ciputra harus mengejar ketertinggalan sejak kuarter pertama.

Petra 2 membuka pertandingan dengan keunggulan 8-0. Ciputra baru mampu mencetak empat poin pada kuarter kedua, tetapi Petra 2 masih memimpin 8-4. Memasuki kuarter ketiga, Ciputra kembali memangkas jarak. Namun, Petra 2 tetap berada di depan dengan skor 11-7.

Situasi tersebut membuat kuarter keempat menjadi penentu. Ciputra harus menemukan cara untuk mengejar empat poin sekaligus menjaga permainan tetap berjalan sesuai rencana.

Baca juga: 7 Bulan Pulihkan ACL, Jayden Ambisi Bawa SCS Champion!

Nichole Belle Kristanjaya menjadi salah satu pemain yang terus berada di lapangan untuk menjalankan misi tersebut. Pemain nomor 30 itu bermain penuh selama 40 menit dan menyumbangkan 5 poin serta 3 rebound.

Salah satu kontribusinya datang pada kuarter ketiga. Nichole mencetak tembakan tiga angka yang membuat Ciputra memangkas jarak menjadi 7-8. Pada kuarter keempat, ia kembali mencetak poin melalui free throw ketika Ciputra masih tertinggal.

Perlahan, Ciputra mulai memangkas jarak. Upaya tersebut akhirnya berbuah pada kuarter keempat. Ciputra mencetak 11 poin, berbalik dari posisi tertinggal 7-11 menjadi unggul 18-17 hingga pertandingan berakhir.

Bagi Nichole, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa pertandingan belum selesai sebelum waktu benar-benar habis. Karena itu, ia dan rekan-rekannya memilih untuk terus berjuang meski sempat berada dalam posisi tertinggal.

"Selama timer-nya masih jalan, belum selesai. Apapun bisa terjadi, mau itu under one minute atau under 30 seconds, kita berjuang sampai selesai. Jadi walaupun kita leading atau kita di bawah, kita enggak boleh besar hati dan enggak boleh kecil hati," ujar Nichole.

Baca juga: Dukungan Koko Tetap Menemani Lios di Tengah Perjalanan Basketnya

Nichole mengakui permainan Ciputra hari itu belum sepenuhnya maksimal. Salah satu catatannya adalah penyelesaian free throw yang masih kurang konsisten. Namun, ia tetap melihat ada hal penting yang berhasil dipertahankan timnya sepanjang pertandingan.

"Kalau menurut coach, hari ini kita kurang maksimal. Kita banyak free throw yang masih enggak masuk, jadi accuracy-nya kurang. Tapi mentalnya kita pokoknya enggak mau tahu. Sampai akhir masih berjuang," katanya.

Ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan, Nichole juga berusaha mengambil peran dalam menjaga komunikasi di lapangan. Ia mengaku lebih banyak memberikan bola kepada rekan-rekannya ketika penyelesaiannya sendiri tidak berjalan baik.

Di saat yang sama, Nichole mencoba mendorong rekan setimnya untuk tetap berani menyerang. Ia juga berusaha menenangkan pemain yang mulai terbawa emosi agar kesalahan satu orang tidak ikut memengaruhi pemain lainnya.

"Aku lebih banyak passing ke teman-teman. Aku juga encourage my teammates buat berani menyerang. Kalau ada yang mulai emosi, aku coba menenangkan. Kita harus bisa mengontrol semuanya supaya tim kita tetap satu tujuan dan saling menutupi salah," tutur Nichole.

Nichole Belle Kristanjaya (nomor punggung 30), pemain SMA Ciputra Surabaya, bergerak membawa bola melewati pertahanan SMA Petra 2 Surabaya pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Baca juga: Capai Target, Muhammad Zahfran Berharap Bawa Buwitashakti ke Playoffs

Kemampuan untuk menjaga emosi tersebut menjadi sesuatu yang sedang ia pelajari musim ini. Nichole mengaku dulu justru mudah terbawa emosi ketika berada di lapangan. Kesempatan bermain lebih banyak musim ini membuatnya ingin memperbaiki kebiasaan tersebut.

"Aku dulu orangnya gampang emosian. Tahun ini aku bersyukur dikasih minute play yang banyak, jadi aku pengin belajar dari kesalahan tahun-tahun lalu. Sekarang aku coba menjadi orang yang bisa menyabarkan teman-teman dan diriku sendiri," ujarnya.

Bermain penuh selama 40 menit juga tidak lepas dari kebiasaan Nichole menjaga kondisi fisik. Selain latihan bersama tim, ia memiliki rutinitas berlari yang sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Dalam satu kali lari, ia terbiasa menempuh jarak sekitar lima kilometer.

Di sekolah, Ciputra menjalani latihan tiga kali dalam seminggu dengan durasi sekitar dua hingga tiga jam setiap sesi. Latihan tersebut diisi berbagai drill pattern untuk membangun chemistry tim sekaligus latihan accuracy.

Kebiasaan berolahraga itu sebenarnya sudah ada sebelum Nichole mengenal basket. Ia mulai bermain basket sejak kelas VII SMP setelah sebelumnya mengikuti cheer sejak kelas III hingga kelas VI SD.

Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!

Awalnya, Nichole tidak pernah memperkirakan dirinya akan masuk tim basket. Guru olahraga melihat kemampuannya dalam berlari dan kemudian merekrutnya. Dari sana, ia mulai mengenal basket dan perlahan menekuninya.

"Aku sebenarnya enggak expect masuk basket. Waktu itu aku masih cheers. Mungkin guru lihat aku suka lari pas pelajaran olahraga, akhirnya direkrut masuk tim basket. Terus aku tekunin dan aku niatin, makanya aku terusin sampai mau selesai," kata Nichole.

Memulai basket dari nol membuatnya harus melewati proses panjang. Salah satu kemampuan yang paling sulit dipelajarinya adalah layup. Nichole mengaku dahulu tidak bisa melakukan layup dengan baik karena berkali-kali gagal memasukkan bola.

Seiring latihan, kemampuan finishing-nya berkembang. Kini drive menjadi salah satu bagian permainan yang menjadi kelebihannya.

Baca juga: Butuh Waktu untuk Nyaman, Siggi Temukan Cara Lepas di Lapangan

Enam tahun berada di dunia basket kemudian memberi Nichole lebih banyak pelajaran daripada sekadar kemampuan teknis. Ia belajar tentang disiplin, konsistensi, hingga bagaimana memimpin diri sendiri dan rekan satu tim.

"Selama enam tahun aku basket, aku benar-benar enggak cuma dapat skill. Bukan sekadar dapat skill baru terus menang atau kalah, tapi aku juga dapat the true meaning of friendship. Aku belajar leadership karena kita bukan cuma leading ourselves, tapi juga leading other people, teammates,” ucapnya.

Hubungan yang terbentuk selama enam tahun itu membuat Nichole menganggap tim dan para pelatih sebagai bagian penting dalam perjalanannya. Ia tidak hanya merasa dekat dengan rekan-rekan setim, tetapi juga dengan coach yang menemaninya selama berada di lapangan.

"Aku enggak cuma dekat sama teman-teman basket, aku juga dekat sama coach. Itu a bond that I will forever cherish. It’s very meaningful to me. Ibaratnya tiap hari basket, tiap hari ketemu, jadi kayak keluarga kedua aku," tuturnya.

Baca juga: Jadi Kapten, Ricardo Tjoa Bangga Pimpin Komposisi Berkualitas Putra Ciputra

Musim ini menjadi tahun terakhir Nichole bermain basket bersama Ciputra. Setelah lulus SMA, ia memastikan tidak akan melanjutkan basket karena ingin fokus pada pendidikan dan karier yang ingin dijalaninya.

Keputusan tersebut tidak terlepas dari pengalaman dua tahun pertamanya di SMA. Saat itu, Nichole menjalani basket sekolah sekaligus klub. Ia memasang banyak target untuk dirinya sendiri hingga akhirnya merasa terlalu terbebani dan mengalami burnout.

Pengalaman itu membuatnya belajar untuk tidak memaksakan semuanya dalam waktu bersamaan. Kini, ia memilih menjalani satu hal demi satu hal dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri.

"Dua tahun pertama SMA aku ikut klub sama sekolah. Aku banyak pressure ke diriku sendiri, terlalu mengharapkan banyak dari diriku, sampai burnout dan stres kalau merasa enggak improve. Dari situ aku sadar sekarang semuanya harus dilakukan satu-satu," jelasnya.

Baca juga: Tidak Hanya Taktik, Fachturozak Akbar Punya Pendekatan Khusus untuk Tim Ciputra

Pelajaran tersebut menjadi bekal Nichole dalam menjalani musim terakhirnya, termasuk ketika Ciputra menghadapi Petra 2. Kemenangan baru bisa dipastikan setelah mereka berhasil membalikkan skor pada kuarter keempat.

Pemain SMA Ciputra Surabaya larut dalam momen kebersamaan setelah menuntaskan pertandingan melawan SMA Petra 2 Surabaya pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Kini, Nichole ingin menghabiskan sisa perjalanannya bersama Ciputra dengan memberikan usaha terbaik. Ia ingin timnya tetap fokus, menjaga chemistry, dan menikmati setiap pertandingan tanpa menambah tekanan dari hasil akhir.

"Kalau ngomongin goal, sudah pasti kita pengin menang. Pokoknya kita do our best, main fokus, chemistry team-nya dapat, have fun, happy. Menang kalah kita serahin kepada Tuhan. Kita sudah cukup tahu kita sudah cukup kerja keras, nanti kerja kerasnya bakal dilihat dari hasil,” pungkas Nichole.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Dua Kali Overtime, Sister Bond Kakak-Adik Effrien Tetap Terjaga

Profil Nichole Belle Kristanjaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMA Ciputra Surabaya vs SMA Petra 2 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Beli Bola DBL untuk Latihan, Satria Wujudkan Mimpi Juara Bersama CHIS!
Berawal dari Ajakan Ayah, Cantika Kini Sabet MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali
Misi Marco Fortunantomo dan Para Penggawa Buksi Menjaga Asa ke Indonesia Arena
Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
Preview dan Link Live Streaming Final Putra DBL Bali 2026