Menang dengan selisih 20 poin tidak selalu berarti semuanya sudah berjalan sempurna.
Hal itu yang terasa setelah SMA Cita Hati West Surabaya (CHW) mengunci kemenangan atas SMA Little Sun Surabaya pada pertandingan kedua Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Senin, 14 September 2026.
CHW menutup pertandingan dengan skor 25-5. Keunggulan tersebut membuat mereka punya ruang untuk mengembangkan permainan sekaligus melihat lebih dekat bagian-bagian yang masih perlu dibenahi.
Bagi Coach Njoo Soen Eng atau Coach Yong, kedalaman skuad menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan kali ini. Pemain inti CHW juga mampu menjalankan perannya sehingga tim dapat menjaga keunggulan hingga akhir.
Baca juga: 7 Tahun Berlalu, Marcellino Bonfilio Kembali ke Sinlui
Namun, Coach Yong tidak ingin anak asuhnya hanya melihat angka di papan skor. Ada pekerjaan rumah yang menurutnya jauh lebih penting untuk dibawa pulang dari pertandingan ini.
"Kalau saya sih timnya masih harus banyak yang dibenahi. Terutama defense-nya. Cara timnya masih banyak transisinya banyak kurang. Terus fundamental, finishing-nya itu banyak tadi yang miss," ujar Coach Yong.
Pertahanan menjadi perhatian pertama. Transisi bertahan CHW masih belum berjalan sesuai harapan. Di sisi lain, beberapa peluang yang sudah berhasil diciptakan juga belum selalu berakhir dengan poin.
Kesalahan-kesalahan kecil pun masih muncul. Mulai dari passing yang kurang tepat hingga penyelesaian akhir yang belum maksimal. Bagi Coach Yong, hal-hal seperti itu seharusnya bisa diminimalkan ketika pertandingan berjalan.
Baca juga: Deretan Pelatih Smala Ini Pernah Tampil di Liga Profesional hingga Timnas!
Justru dari sana ia ingin para pemain belajar. Kemenangan bukan alasan untuk berhenti mengevaluasi.
Apalagi, tantangan berikutnya sudah menunggu.
CHW akan berhadapan dengan SMA Petra 1 Surabaya. Lawan yang satu ini membuat Coach Yong memberikan perhatian khusus pada kemampuan pemainnya dalam menghadapi pemain dengan postur besar.
Sejak pertandingan melawan Little Sun, ia sudah mulai menanamkan cara menjaga pemain dengan karakter tersebut kepada anak asuhnya.
"Saya cuma menanamkan mereka bagaimana cara menghadapi pemain dengan postur yang lebih besar. Karena kan berikutnya kita ketemu Petra 1, yang punya pemain dengan karakter seperti itu juga," jelasnya.
Baca juga: Ikuti Jejak Sang Kakak, Kenneth Joaquin Poeguh Debut di 5-on-5!
Pertemuan berikutnya juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana perkembangan CHW dibandingkan musim lalu.
Musim sebelumnya meninggalkan pengalaman penting bagi tim. CHW berhasil melangkah hingga Fantastic Four. Salah satu hal yang paling dirasakan Coach Yong dari perjalanan tersebut adalah keberadaan seorang leader yang mampu menjadi pegangan bagi pemain-pemain lainnya.
Sosok itu adalah Jennifer Tansia. Sebagai pemain kelas XII ketika itu, Jennifer punya peran untuk membantu mengarahkan sekaligus menjaga adik-adik kelasnya tetap berada dalam ritme tim.
"Kalau tahun lalu yang paling signifikan kita punya leader. Karena masih ada kakak kelas yang kelas XII satu orang, Jennifer Tansia itu. Kan cukup pengaruh buat adik-adiknya. Sehingga adik-adiknya itu bisa terkontrol,” tutur Coach Yong.
Musim ini, situasinya berbeda.
Baca juga: Merantau ke Surabaya, Kiarra Ingin Cari Tantangan Baru!
Skuad CHW yang bermain mayoritas masih diisi pemain kelas XI. Tidak ada lagi sosok kelas XII seperti musim lalu yang secara otomatis menjadi salah satu figur senior di dalam tim.
Maka, tugas Coach Yong kini bukan sekadar menyiapkan strategi pertandingan. Ia juga sedang mencari siapa yang nantinya mampu mengambil peran sebagai pemimpin baru.
"Saya masih berusaha memproses leader-leader berikutnya. Jadi masih belum bisa konsisten kalau jadi leader,” katanya.
Meski begitu, tanda-tanda perkembangan sudah mulai terlihat. Salah satunya dari cara CHW mengalirkan bola.
Jika musim lalu permainan mereka masih kerap bergantung kepada satu atau dua pemain, musim ini Coach Yong mulai melihat keterlibatan yang lebih merata. Pemain-pemainnya juga mulai lebih berani memainkan bola tanpa terlalu banyak keraguan.
"Yang pasti sekarang alur bolanya lebih jalan. Kalau yang kemarin kan mereka masih ragu-ragu, terus hanya beberapa tadi satu dua orang. Sekarang ini kan lebih lancar, kita sudah keseluruhan sih," ujarnya.
Baca juga: Basket yang Awalnya Ikut Teman Kini Jadi Perjalanan 3 Tahun Amirah
Pemain SMA Cita Hati West Surabaya (CHW) menggiring bola saat menghadapi SMA Little Sun Surabaya pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Perubahan itu tidak datang begitu saja.
Sejak musim lalu berakhir, Coach Yong terus menanamkan satu kebiasaan kepada pemainnya. Jangan cepat merasa cukup.
Setiap kekurangan harus dicari cara untuk diperbaiki. Jika kemampuan fisik masih terbatas, porsinya ditambah. Jika finishing belum konsisten, latihan harus kembali diarahkan ke sana. Begitu pula dengan akurasi shooting.
Musim ini, CHW bahkan menambah latihan khusus strength and conditioning untuk menunjang kesiapan fisik pemain.
Baca juga: Kakak Adik Rajwa dan Parves Wujudkan Mimpi Bersama di Smala
Tetapi membangun tim putri, menurut Coach Yong, tidak hanya soal menambah beban latihan. Ada sisi lain yang juga perlu diperhatikan.
Pendekatan kepada pemain harus tetap dijaga. Coach Yong mengaku tetap memberikan tekanan dalam latihan, tetapi ia juga berusaha memahami kondisi pemain agar suasana tim tetap terjaga.
"Kalau dari segi latihan kita mungkin ketambahan ada latihan khusus untuk strength conditioning-nya. Tapi kalau yang lain pendekatannya ya mungkin keras tapi tetap koridornya karena ini kan pemain putri," ungkapnya.
Satu hal yang sejak jauh-jauh hari sudah menjadi perhatian Coach Yong adalah shooting.
Baca juga: Dua Olahraga Kafka Elhazima dan Misi Membawa Smansa Tuban Melangkah Jauh
Bahkan sebelum mengetahui adanya aturan 1and1 yang lebih ketat dalam memberikan kesempatan free throw, ia sudah membiasakan pemainnya mengejar target persentase dalam latihan.
Target itu tidak dibiarkan tetap. Semakin pemain berkembang, standar yang diberikan juga semakin tinggi.
"Dari tiga bulan atau empat bulan sebelum turun turnamen saya persiapkan target persentase shooting. Jadi 10 kali shooting itu harus mencapai target berapa. Terus mereka semakin saya tekan. 10 mungkin harus shooting 7, masuknya 5. Masuknya saya tambah, kesempatan shooting-nya saya kurangi," jelasnya.
Kebiasaan tersebut membuat pemain lebih terbiasa dengan tuntutan untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Termasuk ketika harus berdiri di garis free throw.
Baca juga: Jadi Kapten, Ricardo Tjoa Bangga Pimpin Komposisi Berkualitas Putra Ciputra
Bagi Coach Yong, free throw bukan sekadar tambahan poin. Dalam pertandingan yang ketat, satu kesempatan yang terbuang bisa ikut menentukan arah permainan.
Ia bahkan menargetkan persentase free throw yang tinggi ketika pemain berada di sesi latihan.
"Kalau seberapa pengaruh mungkin 10.000 persen kalau saya. Karena saya waktu di tim sebelumnya, ketika tidak bertanding itu harus persentase tiap anak mencapai 80 persen. Dan itu harus stabil,” katanya.
Baginya, target tersebut bukan sekadar angka. Ketika pertandingan semakin melelahkan, pemain mungkin tidak lagi mampu mempertahankan akurasi seperti saat latihan. Karena itu, standar latihan dibuat lebih tinggi agar pemain punya ruang ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Baca juga: Targetkan Tembus Final, Putri Cita Hati West Uji Kekuatan Lawan Kosayu!
Kini, semua persiapan itu akan diuji dengan tantangan yang lebih besar.
Kemenangan 25-5 atas Little Sun sudah diamankan. Tetapi Coach Yong memilih melihat lebih jauh dari sekadar hasil akhir. Defense masih harus dirapikan. Transisi perlu diperbaiki. Finishing harus lebih tenang. Passing dan pengambilan keputusan juga tidak boleh kembali mengulang kesalahan yang sama.
Sebab, pertandingan berikutnya tidak akan memberikan ruang sebesar yang mereka dapatkan hari ini.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Coach Njoo Soen Eng bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Cita Hati West Surabaya vs SMA Little Sun bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).