SMAN 1 Tuban (Smansa) mengamankan kemenangan pada pertandingan Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu, 13 September 2026. Menghadapi SMAN 1 Mojokerto (First), Smansa menang 15-7.
Kafka Elhazima menjadi pemain dengan perolehan poin terbanyak untuk Smansa. Pemain kelas XI itu mencetak 10 poin, 3 rebound, dan 1 assist. Meski berkontribusi besar, Kafka masih melihat beberapa bagian permainan yang belum berjalan sesuai harapannya.
"Belum cukup puas sih. Semuanya masih banyak yang perlu dievaluasi, terutama free throw. Terus kayak finishing juga banyak yang belum masuk. Apalagi terus defense-nya juga sering ketinggalan," ujar Kafka.
Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!
Free throw menjadi salah satu catatan yang menurut Kafka masih perlu diperbaiki. Ia merasa kemampuan tersebut bisa terlihat berbeda ketika berada di pertandingan dibandingkan saat latihan. Tekanan pertandingan membuatnya harus lebih tenang dalam mengambil kesempatan.
"Lagi jelek aja. Kadang kalau latihan kan bisa masuk, tapi kalau di pertandingan mungkin karena suasananya beda. Kadang juga masih nervous," jelasnya.
Evaluasi tersebut tidak membuat Kafka kehilangan fokus terhadap target Smansa. Musim ini, Smansa menjadi satu-satunya sekolah asal Tuban yang berpartisipasi di DBL East Java-North. Bagi Kafka, kesempatan membawa nama daerahnya ke Surabaya menjadi sesuatu yang ia syukuri.
"Bersyukur banget gitu. Bangga sih. Bisa bawa nama Tuban ke Surabaya," katanya.
Ia dan rekan-rekan setim pun berusaha menjaga kekompakan di luar lapangan. Setelah sekolah, terutama ketika memiliki waktu luang, para pemain Smansa kerap berkumpul di perpustakaan. Tidak selalu membahas pertandingan, tetapi kebiasaan itu menjadi cara mereka semakin dekat sebagai tim.
"Kita sering latihan terus sering kumpul-kumpul untuk bangun chemistry. Biasanya ngomongin apa aja, basket juga," tutur Kafka.
Baca juga: Butuh Waktu untuk Nyaman, Siggi Temukan Cara Lepas di Lapangan
Basket sendiri bukan satu-satunya olahraga yang masih dijalani Kafka. Ia tetap aktif bermain bulu tangkis, olahraga yang sudah lebih dulu dikenalnya sejak kelas I SD hingga SMP. Saat ini, Kafka masih bergabung dengan klub Tri Dharma.
Kesibukannya bersama Smansa memang membuat latihan bulu tangkis tidak lagi dilakukan setiap hari. Kafka biasanya meningkatkan intensitas latihan ketika akan mengikuti pertandingan. Salah satu kompetisi yang baru diikutinya berlangsung pada Juli lalu.
Kafka tampil di Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Tuban (Kejurkab) yang digelar di GOR Bulutangkis Rangga Jaya Anoraga Tuban pada 7-9 Juli 2026. Ia pulang dengan dua gelar juara, yakni juara pertama Tunggal Remaja Putri 16 Tahun dan juara pertama Ganda Remaja Putri 16 Tahun.

Kafka Elhazima meraih dua gelar juara pada Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Tuban di GOR Bulutangkis Rangga Jaya Anoraga Tuban, 7-9 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi pribadi Kafka Elhazima)
"Kalau ada lomba, biasanya lebih sering latihan. Sekarang karena basket juga, jadi bulu tangkisnya enggak setiap hari," ungkap Kafka.
Meski sama-sama olahraga, Kafka merasakan perbedaan yang cukup jelas ketika menjalani keduanya. Bulu tangkis membuatnya lebih banyak bergantung pada kemampuan sendiri, sedangkan basket menuntut komunikasi dan kerja sama dengan rekan setim.
"Kalau bulu tangkis lebih mengandalkan diri sendiri. Kalau basket, kita harus bisa kerja sama sebagai tim," katanya.
Baca juga: Mental Fight Nichole Bawa Putri Ciputra Berjuang hingga Detik Terakhir
Ketertarikan Kafka terhadap basket sendiri muncul ketika ia duduk di kelas VII SMP. Sebelumnya, ia memang lebih dulu menekuni bulu tangkis. Namun, kehadiran sang kakak yang juga bermain basket membuat Kafka tertarik mencoba olahraga tersebut.
Sejak masih SD, Kafka sudah pernah melihat kakaknya bertanding. Rasa penasaran membuatnya ikut mencoba. Setelah merasa cocok, basket yang awalnya hanya coba-coba justru terus ia jalani sampai sekarang.
"Awalnya tertarik coba-coba, terus kayak seru jadi lanjut terus. Ingin ikut jejak kakak," ujarnya.
Sang kakak pun masih menjadi salah satu orang yang mendukung Kafka dalam bermain basket. Ia masih aktif bermain di klub dan beberapa kali berlatih bersama Kafka. Bahkan, ia hadir ketika Kafka menjalani pertandingan DBL musim ini.

Kafka Elhazima (nomor punggung 6), pemain SMAN 1 Tuban (Smansa), menguasai bola saat menghadapi SMAN 1 Mojokerto (First) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Dari sang kakak pula Kafka mendapat beberapa masukan sederhana yang ia ingat ketika bermain. Salah satunya berkaitan dengan keberanian mengambil keputusan ketika mendapatkan ruang.
"Kalau kosong, bawa sendiri aja. Daripada nunggu temannya," kata Kafka mengingat pesan sang kakak.
Baca juga: Jadi Kapten, Ricardo Tjoa Bangga Pimpin Komposisi Berkualitas Putra Ciputra
Dukungan keluarga membuat Kafka tetap nyaman menjalani dua olahraga sekaligus. Kedua orang tuanya juga selalu memberikan semangat sebelum pertandingan. Biasanya, Kafka diminta untuk berdoa dan memberikan kemampuan terbaiknya di lapangan.
Di tengah kesibukan tersebut, Kafka ingin basket tetap menjadi bagian dari dirinya dalam waktu yang panjang. Ia melihat kakaknya yang masih bermain setelah menyelesaikan pendidikan sebagai salah satu contoh bahwa olahraga bisa terus dijalani selama masih memiliki kesempatan.
"Ya, pengen lanjut basket juga sih. Semoga bisa terus berkembang dan perjalanan di basket ini bisa panjang," tuturnya.
Kini, Kafka kembali memusatkan perhatian pada Smansa. Kemenangan atas First menjadi modal untuk pertandingan berikutnya, tetapi ia tahu masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Finishing, free throw, dan pertahanan menjadi beberapa catatan yang ingin ia benahi.
Baca juga: Sempat Panik di Debut, Aknes Tutup Laga Putri Smansa Tuban dengan Three Point
Sebagai satu-satunya wakil Tuban di DBL East Java-North musim ini, Kafka ingin perjalanan Smansa tidak berhenti terlalu cepat. Ia berharap timnya bisa terus menjaga permainan dan mencapai target yang sudah mereka pasang.
Target Smansa pun tidak berhenti pada satu kemenangan. Kafka masih ingin timnya terus berkembang di pertandingan berikutnya, terutama setelah melihat beberapa bagian permainan yang menurutnya perlu diperbaiki.
"Semoga bisa masuk final. Terus untuk pertandingan selanjutnya lebih fokus lagi, finishing-nya juga harus diperbaiki," ujar Kafka.
Keinginan itu menjadi target Smansa setelah kemenangan atas First. Sebagai satu-satunya sekolah asal Tuban yang tampil di DBL East Java-North musim ini, Kafka ingin kesempatan tersebut bisa berjalan lebih jauh.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Dari Tuban, Smansa dan Coach Yogi Bawa Mimpi Student Athlete Daerah ke DBL
Profil Kafka Elhazima bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Tuban vs SMAN 1 Mojokerto bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).