ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Azka ketika memberikan arahan kepada anak asuhnya yang berlaga di Bandung Arena

“Kalau waktu bisa diulang sih, saya juga ingin ngerasain jadi student athlete di DBL,” ungkap Azka Fauziansah Kurniawan, pelatih SMA Laboratorium UPI Bandung di ajang Hnnda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

Terhitung, musim ini menjadi tahun kedua coach Azka menjadi pelatih di ajang DBL West Java-East. Tahun pertamanya kala itu terjadi pada musim 2023 bersama tim putra SMAN 4 Bandung.

Dua kali merasakan atmosfer DBL West Java-East membuat coach Azka berandai-andai. Ya, saat masih duduk di bangku SMA, sang pelatih belum mengenal basket. Bahkan, almamaternya kala itu pun juga tidak terdaftar sebagai salah satu partisipan DBL West Java-East.

“SMA saya dulu nggak pernah ikut DBL. Ada ekstrakurikuler basket cuman yang ikut sedikit. Karena kan sekolah saya dulu farmasi kan. Saya baru kenal basket waktu kuliah,” ujarnya.

Baca juga: Coach Hendra Kurniawan dan Mimpi Membawa GPS Juara di DBL West Java

Saat kuliah itu pula beberapa perasaan sedih mulai muncul ketika ia benar-benar mencintai basket. Bukan, bukan karena kekalahan dan pengalaman yang didapat saat bertanding. Justru soal coach Azka yang belum pernah merasakan main di DBL West Java-East.

"Wah, kalau bisa diulang saya sih ingin mengulang masa SMA cuman buat main di DBL. Karena menurut saya main di DBL dan jadi pelatih di DBL itu berbeda. Semua punya feel yang berbeda dan feel jadi pemain nggak akan pernah saya dapatkan," ucapnya.

Perjalanan karier kepelatihannya di DBL membuat coach Azka sedikit bernostalgia. Melihat perjuangan anak asuhnya berlatih dan membagi waktu antara basket dan akademik membuatnya ingin juga merasakan masa-masa tersebut.

Baca juga: Si Kembar asal Trimulia dan Mimpi Mengikuti Jejak Sang Kakak Jadi Juara di DBL

“Pastinya ya. Kalau tahu DBL itu sebesar ini dan selalu ditunggu-tunggu sama anak SMA, ya saya jadinya ingin ikut DBL sebagai pemain. Walaupun yang benar-benar serius di basket cuman beberapa orang, tetap akan diusahakan buat ikut dan merasakan langsung main di DBL itu seperti apa,” cerita pelatih yang masih berusia 25 tahun tersebut.

Meski begitu, coach Azka tetap bersyukur atas salah satu pilihannya menjadi pelatih basket. Ini membuatnya lebih dekat dengan DBL yang dikenal sebagai tempat anak-anak SMA menaruh mimpi lewat basket.

“Senang pastinya bisa bersama anak-anak. Bisa jadi bagian proses belajar mereka menjadi pemain dan pribadi yang lebih baik lagi,” terangnya.

Yup, coach Azka merasakan betul bagaimana berproses bersama di Labschool UPI. “Mereka punya semangat untuk belajar, dari yang awalnya belum tahu apa-apa sekarang mereka sudah mengerti. Pastinya menyenangkan ya bisa melihat perjalanan mereka dari awal sampai sekarang,” ceritanya.

Tim putra Labschool UPI berhasil mengemas kemenangan perdana di musim ini. Mereka sukses mengalahkan SMAN 2 Majalaya dengan skor akhir 27-6. Seluruh pemain utama Labcshool UPI mencatatkan namanya di lembar statistik bagian poin.

Terbanyak berasal dari tangan Dhiazkia Putra dengan raihan delapan poin. Kemenangan ini membuat Labschool UPI akan bertemu pemenang dari laga SMAN 9 Bandung melawan SMA BPK Penabur Holis Bandung.

Profil Azka Fauziansah Kurniawan bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS