ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Seviour ketika berusaha memberikan umpan kepada salah satu rekannya kala bertanding di DBL West Java-East

“Basket itu sudah seperti bagian penting dari hidupku, Kak,” kata Seviour Ikechukwu Nwabueze, pemain SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. 

Ini jadi tahun kedua sekaligus terakhir Seviour -sapaan karibnya- melantai di Bandung Arena. Perjalanannya di basket berawal saat ia masih duduk di bangku kelas delapan SMP. Sebelum itu, Seviour lebih dulu menari di lapangan hijau ketimbang memainkan basket.

“Aku sebelum basket itu main sepak bola. Baru main basket itu waktu kelas delapan. Bisa dibilang baru sih. Cuman aku merasa banyak banget yang aku dapat di basket,” ujarnya.

Seviour juga menambahkan, “Awalannya main basket itu karena diajak sama teman sekolahku. Iseng-iseng aja main eh ternyata ketagihan sampai sekarang. Pertama sih kaget karena yang satu pakai kaki satunya pakai tangan gitu,” 

Baca juga: Tahun Terakhir Steven Sebastian, Menjaga Mimpi Bersama Niners

Menariknya, Seviour tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dari sepak bola ke basket. Bahkan, ia bisa langsung nyaman ketika memainkan bola basket, “Menurutku lebih seru dan lebih intens aja sih basket itu. Terus kan aku juga tertantang buat terus improve setiap harinya gitu,” ungkapnya.

Beberapa hal yang didapat Seviour dari basket bukan hanya sekadar pengalaman bertanding dan teman-teman baru. Baginya, basket membuka banyak pintu pengetahuan baru dalam hidup Seviour.

“Basket itu sudah jadi bagian perjalanan hidupku. Ngajarin aku dalam banyak hal lah. Ngajarin untuk terus berkembang, nggak boleh patah semangat. Belum lagi soal bagi waktu antara sekolah dan latihan kan,” ceritanya.

Ngomong-ngomong soal membagi waktu, Seviour sempat kesulitan ketika menjadi student athlete. Doi bahkan pernah berada di titik jenuh akibat jadwal yang padat antara basket dan akademik.

“Waktu kelas 11 SMA sih. Itu jadwal latihan sama tanding lagi padat banget. Ada kali sebelum sekolah itu sempat latihan dulu, terus sorenya ada latihan lagi. Malamnya aku mengerjakan tugas sama belajar buat ulangan gitu,” terangnya.

Pada momen itu, kedua orang tuanya hanya mengingatkan Seviour untuk menjaga kesehatan dan semangatnya menjadi student athlete tidak padam.

Baca juga: Ketika Azka Fauziansah Ingin Mengulang Masa SMA untuk Merasakan Atmosfer DBL

“Orang tua dari awal mendukung aku banget. Mereka cuman bilang apa saja yang aku lakukan dengan happy bakal didukung. Jadinya waktu itu aku ya berusaha buat nggak sakit aja. Menjaga badanku lah,” ceritanya.

Oh iya, Seviour sendiri berasal dari keturunan Nigeria dan Cnrebon. Sang mama merupakan warga asli Cirebon sedangkan papanya berasal dari Nigeria.

“Walaupun ada darah Nigeria dari papa, papa aku nggak yang olahraga begitu. Main bola atau basket juga nggak. Jadi ini (memilih basket) benar-benar pilihan aku dari awal tanpa ada arahan dan cuman didukung saja,” tandasnya.

Pada tahun terakhirnya melantai, Seviour ingin mempersembahkan piala untuk almamater tercinta. Ia ingin menutup masa SMA dengan manis dan menjadi juara di DBL West Java.

Tim putra Penabur Cirebon berhasil meraih kemenangan ketika melawan SMAN 1 Cimahi. Putra Penabur Cirebon menang dengan skor akhir 55-13. Seluruh pemain utama Penabur Cirebon mencetak angka. Terbanyak berasal dari tangan Taamir Nazhif dengan 15 poin. Kemenangan ini membuat Penabur Cirebon bertemu Global Prestasi School di babak selanjutnya.

Profil Seviour Ikechukwu Nwabueze bisa kalian cek di bawah ini. 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS