Bang Acig, Penyumbang Kekuatan Smekda di Balik Layar

| Penulis : 

Pandangan Acig Darmanto tak lepas dari lapangan ketika SMKN 2 Surabaya (Smekda) berhadapan dengan SMA Petra 4 Sidoarjo pada pertandingan kelima Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 15 September 2026.

Duduk dari tribun DBL Arena Surabaya, pria yang akrab disapa Bang Acig tetap mengikuti pergerakan pemain Smekda meski dirinya bukan bagian dari staf kepelatihan utama. Pandangannya terus tertuju ke lapangan, mengikuti jalannya pertandingan dan pergerakan para pemain Smekda.

Memasuki kuarter ketiga, perhatian Bang Acig tertuju pada permainan Smekda yang menurutnya mulai terlalu terburu-buru. Farhan Fatihan, pemain Smekda dengan nomor punggung 28, menjadi salah satu pemain yang ia soroti karena dinilai perlu lebih tenang dalam mengatur permainan.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra-Putri Smada Bermain Dominan!

Dari tribun, Bang Acig sempat bertukar pandang dengan Coach Zainudin Yusuf yang berada di pinggir lapangan. Momen singkat itu cukup untuk membuat keduanya saling memahami situasi permainan.

"Kuarter tiga itu yang asal. Terlalu buru-buru banget playmaker-nya. Harusnya kan bisa diatur lagi. Tapi sempat main mata sama pelatihnya, oh ya sudah paham. Langsung ngerti dia, oh diatur lagi," ujar Bang Acig.

Perhatian tersebut menjadi gambaran kecil dari kedekatan Bang Acig dengan tim putra Smekda. Ia memang tidak berada di sisi lapangan sebagai pelatih utama, tetapi beberapa pemain Smekda sudah lebih dulu mengenalnya jauh sebelum tampil di DBL Arena.

Kedekatan Bang Acig dengan anak-anak Smekda sudah terjalin sejak mereka masih menempuh pendidikan. Vincent Arzevin mundung dan Asyer Grainne Handreas Mosse misalnya.

Mereka sudah mengenalnya sejak belajar bermain basket di lapangan Jalan Ikan Sepat, Perak Barat, ketika masih SMP. Sementara itu, ada pula pemain Smekda lain seperti Muhammad Zidane Widodo yang sudah mengenal Bang Acig sejak masa SMA.

Baca juga: Catatan Menit Bermain Musim Lalu Jadi Motivasi Vincent Bersama Smekda

Kompleks Ikan Sepat sendiri bukan tempat yang asing bagi Bang Acig. Ia pertama kali mengenal lingkungan basket di sana ketika masih duduk di bangku SMA pada 2003. Bertahun-tahun kemudian, lapangan tersebut menjadi tempat bertemunya berbagai generasi pemain yang datang untuk bermain sekaligus belajar.

Bang Acig pun memilih ikut menjaga keberadaan tempat tersebut dengan caranya sendiri. Ketika ada anak yang ingin belajar basket, ia bersedia membantu tanpa meminta bayaran. Vincent menjadi salah satu pemain yang pernah merasakan proses tersebut.

Lapangan Ikan Sepat menjadi tempat pemain-pemain muda mengembangkan kemampuan basket bersama Bang Acig Darmanto. (Foto: Dokumentasi pribadi Acig Darmanto)

"Di awal saya pingin tetap lapangan di Ikan Sepat itu ada. Tetap ada. Jadi akhirnya mereka mau, ya ayo saya latih kayak gini. Saya sukarela kok. Saya juga ikut olahraganya, jadi tersalurkan," tuturnya.

Suasana di Ikan Sepat yang dikenal Bang Acig sejak lama juga punya karakter tersendiri. Ia menggambarkan lingkungan tersebut sebagai tempat yang menyenangkan untuk bermain, tetapi tetap keras ketika sudah berada di lapangan. Menurutnya, karakter permainan seperti itu membuat tidak semua pemain mampu bertahan di sana.

"Di sana itu enaknya seniornya rata-rata keras semua. Kita di situ fun tapi keras. Jadi memang benar-benar dilatih juga anak-anak yang di situ. Yang enggak mau, yang mentalnya jelek, hilang," kata Bang Acig.

Baca juga: Jari Dibalut Perban, Bukti Cinta Mati Zidane untuk Smekda

Dari lapangan tersebut, Bang Acig juga mengenal pemain dari generasi yang berbeda. Salah satunya Anindya Parama Putra yang akrab disapa Dino. Keduanya pernah bermain bersama di Ikan Sepat sebelum Dino melanjutkan perjalanan sebagai pebasket profesional dan memperkuat Pacific Caesar Surabaya di kompetisi Indonesia Basketball League (IBL).

Selain Dino, ada Priyo Sembodo yang juga pernah bermain bersama Bang Acig di Ikan Sepat. Pemain berposisi guard itu kemudian melanjutkan perjalanan ke level profesional bersama Pacific Caesar Surabaya, dari era NBL Indonesia hingga IBL.

Keduanya menjadi bagian dari cerita panjang Ikan Sepat yang sudah dikenal Bang Acig sejak masa SMA. Namun, cerita tersebut tidak berhenti pada pemain-pemain yang sudah lebih dulu tumbuh di sana.

Vincent dan Asyer datang sebagai bagian dari generasi yang lebih muda. Keduanya mengenal Bang Acig ketika kemampuan bermain basket mereka masih dalam proses berkembang. Dari sana, Bang Acig ikut melihat bagaimana karakter masing-masing mulai terbentuk.

Vincent (nomor punggung 29) berada dalam permainan bersama Asyer (normor punggung 9) saat SMKN 2 Surabaya (Smekda) menghadapi SMA Petra 4 Sidoarjo pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Baca juga: Dulu Jual Akun Game demi Beli Sepatu, Kini Asyer Jadi Mesin Pencetak 20 Poin

Perbedaan karakter juga ia rasakan selama membimbing keduanya. Vincent dinilai lebih mudah menerima arahan, sedangkan Asyer membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan arahan yang diberikan.

Namun, Bang Acig tidak menganggap proses tersebut sebagai sesuatu yang harus dipaksakan. Ia memilih memberikan pengalaman yang dimilikinya dan membiarkan para pemain menentukan sendiri bagaimana mereka akan berkembang.

"Yang penting kita kasih apa yang kita punya. Kita kasih tahu mereka soal basket, soal pengalaman hidup, gimana menghadapi ini, gimana menghadapi itu. Setelah itu mereka mau nerima bagus, enggak nerima ya sudah. Yang penting kita sudah kasih," ujarnya.

Vincent kemudian terus menjaga komunikasi dengan Bang Acig ketika mulai bermain bersama Smekda. Hubungan tersebut tidak berhenti setelah keduanya tidak lagi berada di lapangan Ikan Sepat.

Bang Acig masih mengikuti kabar Smekda, meski tidak selalu datang langsung ke arena. Beberapa pertandingan justru ia saksikan melalui YouTube. Pertemuan dengan Smekda di DBL Arena hari itu menjadi kesempatan baginya untuk melihat langsung perkembangan pemain yang pernah ia temui sejak masih belajar basket.

Baca juga: Bukan Sekadar Mengejar Menang, Coach Boyo Rawat Kultur Basket Smekda

Menurut Bang Acig, dirinya sudah memiliki gambaran mengenai kemampuan Smekda musim ini. Ia juga pernah melihat permainan mereka saat menjalani sparing dengan SMA Petra 4 Sidoarjo. Pertemuan tersebut membuatnya sudah mengetahui karakter permainan calon lawan sebelum kedua tim bertemu di Round 2.

"Kalau saya lihat komposisinya Smekda kayak gitu, saya sudah tahu. Apalagi sempat sparring sama Petra 4 sebelumnya, jadi saya sudah tahu permainan mereka. Makanya saya yakin Smekda menang," ucapnya.

Keyakinan tersebut terbukti di lapangan. Smekda langsung membuka pertandingan dengan keunggulan 9-0 pada kuarter pertama. Jarak itu bertambah menjadi 11 poin ketika mereka menutup paruh pertama dengan skor 16-5.

Petra 4 mencoba mengejar pada paruh kedua. Namun, Smekda tetap menjaga keunggulan hingga kuarter keempat dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 34-21.

Baca juga: Double-Double di Laga Perdana, Asyer Kembali Ditemani Oma Tercinta

Selain memperhatikan permainan Farhan, Bang Acig juga sempat mengingatkan Coach Zain mengenai pemain nomor 11 Petra 4, Putu Krishna Ksatria Putra Arimbawa, yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih.

"Nomor 11 itu bahaya. Saya bilang, awas nomor 11. Di depan belakangnya saya bilang. Di kuarter kedua kan belakangnya lumayan itu di pull-pull," tuturnya.

Bang Acig dan Coach Zain sendiri bukan dua sosok yang baru bertemu dalam perjalanan Smekda. Keduanya sudah mengenal satu sama lain sejak masa SMA dan juga pernah bermain bersama di lapangan Ikan Sepat.

Kini, Coach Zain menjadi pelatih kepala Smekda, sementara Bang Acig lebih banyak mengambil peran di balik layar. Ia masih melatih dan terlibat dalam pembinaan beberapa sekolah di kawasan Perak. 

Hubungannya dengan basket sendiri sudah berlangsung panjang. Ia mengenal olahraga tersebut sejak SMA setelah sebelumnya sempat bermain sepak bola dan futsal. Kondisi ekonomi kemudian membuat perjalanannya sebagai pemain tidak berkembang seperti yang diharapkan, sehingga ia banyak belajar secara otodidak.

Baca juga: Musim Terakhir Hugo di DBL Membawa Cerita yang Dimulai dari Papa

Kini, di usia 40 tahun, Bang Acig masih bermain sekaligus melatih. Pengalaman yang ia dapat selama bertahun-tahun kemudian ia teruskan kepada pemain-pemain yang lebih muda termasuk Vincent dan Asyer.

Bang Acig melihat ada kemiripan karakter antara dirinya dengan pemain Smekda tersebut. Ia menyukai mental Vincent ketika berada di lapangan dan masih mengikuti perjalanan pemain itu hingga sekarang.

"Saya suka mentalnya Vincent sih. Hampir sama kayak saya. Provokator!" katanya sambil tertawa.

Bagi Bang Acig, membantu pemain muda bukan tentang seberapa besar peran yang terlihat. Ia hanya ingin pengalaman yang dimilikinya bisa diteruskan kepada pemain yang datang setelahnya.

Dari Ikan Sepat, ia sudah melihat beberapa generasi tumbuh. Ada yang kemudian melanjutkan perjalanan ke level profesional seperti Dino dan Priyo Sembodo. Ada pula generasi berikutnya seperti Vincent dan Asyer yang kini membawa bangga Smekda di panggung DBL.

Baca juga: Pengalaman DBL Camp Jadi Bekal Aliqa pada Musim Terakhirnya Bersama Smada

Lapangan Ikan Sepat mungkin sudah tidak seramai dulu. Banyak pemain yang pernah bermain di sana kini sibuk dengan kehidupan masing-masing. Namun, bagi Bang Acig, cerita dari tempat itu masih terus berjalan.

Kali ini, ceritanya hadir lewat anak-anak yang dulu belajar bersamanya dan kini bermain untuk Smekda di DBL Arena.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Hasil akhir pertandingan SMA Petra 4 Sidoarjo vs SMKN 2 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Dari Kartini Hingga Angkot, Uniknya Konsep AQUA DBL Dance 2026 South Sumatra!
Drama Dua Overtime Antar Putri Sanur Jadi Juara Baru DBL Central Jakarta
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East, Rabu 16 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Rabu 16 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-West 2026, Rabu, 16 September 2026