ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Boby Gustavauzi ketika memberikan arahan dari pinggir lapangan

Dari SMAN 1 Cirebon untuk SMAN 1 Cirebon. Tim putra SMAN 1 Cirebon berhasil membuka perjalanan mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East dengan kemenangan.

Putra Arzenic -sebutan SMAN 1 Cirebon- berhasil mengalahkan SMA BPK Penabur Singgasana dengan skor akhir 42-18. Kemenangan ini begitu spesial bukan hanya bagi para pemain saja. Bagi Boby Gustavauzi Irmano, kepala pelatih SMAN 1 Cirebon, kemenangan ini menjadi langkah awalnya untuk mempersembahkan prestasi kepada almamater masa SMA-nya.

Yup, Boby merupakan alumnus SMAN 1 Cirebon. Pada musim 2019, namanya sempat terdaftar sebagai salah satu pemain Arzenic di DBL West Java-East. Kala itu langkahnya bersama Arzenic terhenti di laga kedua.

Setelah menamatkan masa SMA, Boby tetap berada di skuad Arzenic. Memang bukan lagi sebagai pemain, tugasnya adalah sebagai pelatih. Yup, sejak musim 2022 sampai 2025, Boby terdaftar sebagai asisten pelatih skuad putra Arzenic.

Baca juga: Ketika Azka Fauziansah Ingin Mengulang Masa SMA untuk Merasakan Atmosfer DBL

Tahun ini, ia mendapat kesempatan untuk menjadi nakhoda kapal Arzenic. Pengalaman pertama. Kesempatan berharga dalam perjalanan kariernya.

“Tahun ini saya dikasih kepercayaan untuk menjadi kepala pelatih di tim SMAN 1 Cirebon. Rasanya pasti tidak menyangka ya. Apalagi melihat perjalanan saya yang sebelum pandemi itu sempat jadi pemain dan sekarang harus berdiri selama 40 menit dari pinggir lapangan,” ujarnya.

Bagi Boby ada beberapa hal yang sempat membuatnya merinding ketika berdiri di pinggir lapangan sebagai kepala pelatih Arzenic.

“Kalau dulu kan saya sebagai pemain fokusnya hanya sebatas main dan mendengarkan arahan pelatih. Sekarang, saya bukan hanya fokus ke pertandingan saja tapi juga memikirkan soal strategi sekaligus menyiapkan tiap pemain ini supaya selalu ready gitu ketika main,” ungkapnya.

Selepas menamatkan masa SMA, Boby memang sudah punya tekad untuk melanjutkan perjalanan basketnya dari pinggir lapangan.

“Saya merasa terpanggil sih. Karena kan saya juga banyak dapat ilmu dari pelatih-pelatih saya dulu. Terus ilmu itu ingin saya bagikan lagi sambil saya juga menimba ilmu ke pelatih-pelatih lain,” ceritanya.

Baca juga: Eva Susanti dan Tantangan Membangun Generasi Baru GPS Bandung

Boby merasa perjalanan karier kepelatihannya masih terlalu dini. Ia masih perlu arahan dan ilmu dari beberapa pelatih-pelatih berpengalaman lain.

“Saya masih perlu banyak belajar ya ke pelatih-pelatih yang lain. Masih perlu banyak sharing. Karena kan setiap pelatih pasti punya sudut pandang masing-masing ya. Nah, itu saya ingin menyerap itu semua. Karena kan saya juga masih muda jadi sayang kalau nggak belajar terus,” terangnya.

Boby masih berusia 23 tahun ketika menjadi kepala pelatih SMAN 1 Cirebon. Rasanya, ia menjadi salah satu pelatih termuda yang terdaftar di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

“Karena jarak saya dengan pemain nggak terlalu jauh, saya selalu menekankan ke mereka itu untuk saling merangkul satu sama lain. Saling mengenal lah biar jadi temannya tuh nggak cuman di basket saja, tapi di luar basket bisa jadi teman bahkan saudara,” ucapnya.

Musim ini, sang pelatih ingin membawa almamater SMA tercintanya melaju hingga babak tertinggi. Sejak masih menjadi student athlete, Boby punya mimpi untuk bisa mengharumkan nama sekolah dengan mencetak prestasi.

“Dari saya main, saya selalu punya mimpi buat bisa masuk final dan juara. Semoga mimpi itu bisa saya wujudkan walau sekarang tugasnya sudah bukan jadi pemain melainkan jadi pelatih. Minta doanya ya, Kak,” tandasnya. Boby Gustaavauzi Irmano, alumnus SMAN 1 Cirebon yang ingin mempersembahkan kejayaan untuk almamater SMA-nya.

Profil Boby Gustavauzi Irmano bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS