ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Styfen Pedro (penggawa SMA Gloria 1 Surabaya bernomor punggung 18) saat melawan SMAN 2 Mojokerto di DBL Arena, Rabu, 16 September 2026

Perlu keikhlasan yang luar biasa bagi orang tua untuk mengizinkan anak mereka merantau ke tempat yang asing dan jauh dari rumah. Perasaan itulah yang turut dirasakan oleh orang tua Styfen Pedro, yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, ketika sang putra memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di SMA Gloria 1 Surabaya.

Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, Pedro mengaku orang tuanya sempat merasa tidak tega melepasnya untuk menuntut ilmu hingga harus menyeberangi pulau. Namun, setelah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, Pedro berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut dan berusaha tidak mengecewakan mereka yang telah memberinya kesempatan untuk menuntut ilmu jauh dari rumah.

"Aku buat perjanjian sama orang tuaku, kalau aku buat kesalahan langsung dibalikin ke Palu," bebernya saat ditemui usai pertandingan, Rabu, 16 September 2026.

Selain ingin melanjutkan pendidikan di Surabaya, Pedro juga memiliki mimpi lain yang ingin diwujudkan. Ia ingin bergabung dengan tim basket putra SMA Gloria 1 Surabaya dan merasakan langsung kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North. Mimpi tersebut akhirnya berhasil ia raih pada tahun pertamanya duduk di bangku SMA.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Pedro mengaku di Palu belum terdapat kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day yang bisa memberinya kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan seperti yang ia impikan. Hal itulah yang membuatnya rela menempuh jarak jauh hingga Surabaya demi mengejar mimpinya di dunia basket.

Pedro sendiri mulai menggeluti basket saat duduk di kelas VIII SMP. Ketertarikannya bermula ketika ia melihat teman-temannya bermain basket. Dari sana, Pedro mulai mencoba olahraga tersebut dan semakin gencar untuk mengasah kemampuan serta mengembangkan permainannya.

Ia pun sempat membela tim sekolahnya, SMPN 2 Palu, di JRBL Central Sulawesi pada tahun yang sama. Sayang, saat Pedro sudah berstatus sebagai siswa kelas IX, rangkaian DBL Central Sulawesi tidak lagi digelar.

Baca juga: Dekat dengan Keseharian, Glowrion Jadi Ojek Online di AQUA DBL Dance

"Aku pingin ngebanggain orang tuaku. Soalnya ayah aku kerjanya cuma supir mobil besar pengangkut barang. Jadi aku mau buktiin bahwa aku bisa," cerita Pedro.

Keinginannya untuk membanggakan orang tuanya ia salurkan lewat performa memukau di pertandingan hari ini. Hari ini Pedro sukses ceploskan 8 poin dengan 3 rebound, 1 assist, dan 2 steal. Capaian itu turut mengantarkan putra SMA Gloria 1 Surabaya tundukkan SMAN 2 Mojokerto dengan hasil akhir 51-10 di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Momen Pedro saat membela SMPN 2 PaluMomen Pedro saat membela SMPN 2 Palu

Pedro tidak ingin berturut-turut menyimpan perasaan tersebut. Ia mengatakan untuk mengatasi segala kecemasan yang ada, Pedro terus-terusan merapalkan doa dan menyerahkan segalanya pada Tuhan serta mengingat setiap pesan yang penyemangat yang dikirimkan oleh ayah dan ibunya.

Baca juga: Merantau ke Surabaya, Kiarra Ingin Cari Tantangan Baru!

Remaja kelas X ini membeberkan meski orang tuanya tidak menontonnya secara langsung di tribun DBL Arena, mereka tetap memberikan dukungan pada Pedro dengan menyaksikan siaran langsung yang ada di Youtube DBL Play.

"Ibu tadi bilang kalau dia nonton. Kalau ayah nggak tahu, cuma pas pertandingan pertama ayah bela-belain menepi (ke pinggir jalan) pas kirim barang buat nonton aku," tutur Pedro.

Perjuangan Pedro selama berada jauh dari rumah juga tak lepas dari pengorbanan sang ayah. Ia bercerita, sang ayah kerap harus pergi bekerja mengelilingi Sulawesi selama berhari-hari dan terkadang baru kembali setelah seminggu karena jarak perjalanan yang jauh serta berbagai kendala di jalan. 

Melihat perjuangan sang ayah untuk memenuhi kebutuhan keluarga membuat Pedro ingin membalasnya dengan cara yang ia bisa. Salah satunya melalui basket yang kini menjadi jalan bagi Pedro untuk mengejar mimpinya.

Setiap kali melantai di DBL Arena, ia ingin memberikan performa terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan pengorbanan kedua orang tuanya.

"Mimpiku di DBL East Java-North ini bisa bermain hingga final dan mendapatkan gelar Champion untuk membanggakan orang tuaku," terangnya.

Meski raga orang tuanya jauh darinya, Pedro mengaku orang tuanya tidak pernah absen mendukungnya. Bahkan tidak jarang Pedro sampai menangis saat membaca pesan dari orang tuanya.

"Aku anak mama kak sebenernya, tiap baca 'Kamu tuh hebat. Kamu tunjukin yang terbaik. Kamu pasti bisa. Ibu selalu dukung kamu, Nak', aku nangis kak," ungkapnya.

Baca juga: Dulu Nonton Koko Bertanding, Kini Kenzo Punya Mimpi yang Sama

Dukungan dari orang tua rupanya selalu menemani perjalanan Pedro selama menempuh pendidikan jauh dari rumah. Dalam kesehariannya, ia bahkan masih menggunakan sepeda lipat untuk berangkat ke sekolah. Jarak tempat tinggalnya yang tidak terlalu jauh membuatnya yakin bersepeda. 

Kini, setelah berhasil melantai di DBL Arena, kebahagiaan tersebut terasa semakin lengkap karena Pedro bisa mempersembahkan pencapaiannya untuk kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan kepadanya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS