Tribun bukan hanya tempat untuk berteriak ketika tim kesayangan sedang bertanding. Bagi Ultras Smekda, tribun juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan.
Pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 15 September 2026, pesan itu hadir lewat koreo yang mereka siapkan untuk mendukung tim putra SMKN 2 Surabaya (Smekda) saat berhadapan dengan SMA Petra 4 Sidoarjo.
Koreo tersebut langsung menarik perhatian lewat beberapa elemen yang disusun bertahap. Ada koreo kertas dengan empat layer, tambahan kertas berwarna merah dengan tanda panah berlawanan arah, background bergambar emot batu, hingga kain 3D dengan objek perempuan di bagian depan.
Di balik tampilannya yang terlihat penuh warna, Ultras Smekda menyelipkan pesan untuk tim basket mereka.
Bukan tanpa alasan. Setelah pertandingan ini, Smekda masih harus bersiap menghadapi SCS, finalis musim lalu yang berada di Grup H yang sama.
Tantangan itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan Ultras Smekda memilih membawa pesan tentang persiapan dan keberanian ke tribun.
Muhammad Nauval Febrian, akrab disapa Nauval, selaku capo Ultras Smekda, menjelaskan bahwa koreo tersebut dibuat untuk mendorong tim agar tidak datang dengan rasa pesimis.
Menurutnya, menghadapi tim yang punya pengalaman sebagai finalis tentu membutuhkan persiapan yang tidak biasa.
"Untuk makna di balik koreo ini, kami ingin menghilangkan sifat pesimis dari basket yang sedang memulai persiapan melawan finalis tahun kemarin. Pastinya persiapan mereka tidak biasa. Jadinya kami ingin basket Smekda mengimbangi persiapan mereka," jelas Nauval.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam visual yang cukup unik.
Background emot batu menjadi salah satu bagian yang sengaja dipilih untuk melengkapi kain 3D di depannya. Pilihan tersebut bermula dari ide sederhana yang muncul saat proses pembuatan koreo.
Bahkan, ada momen ketika ide untuk membuat emot batu justru muncul dari sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.
"Mungkin untuk momen lucunya itu saat pembuatan emot batu. Di situ kami menemukan ide yang sebelumnya tidak terpikirkan sepertinya," ungkapnya.
Emot batu itu kemudian menjadi salah satu bagian yang melengkapi keseluruhan tampilan. Ekspresinya yang datar membuat koreo Ultras Smekda terasa semakin unik ketika terbentang di tribun.
Sementara itu, objek perempuan pada kain 3D menjadi bagian yang membawa sindiran lebih langsung.
Referensi objek 3D perempuan tersebut diambil dari Naykila. Kehadirannya bukan sekadar pemanis visual.
Ultras Smekda ingin menggunakannya sebagai cara untuk menggoda sekaligus menantang tim basket mereka sendiri. Sebagai suporter yang dekat dengan aktivitas basket Smekda, mereka ingin menegaskan bahwa tim harus menunjukkan persiapan yang matang.
Sindiran soal perempuan itu kemudian diarahkan kepada pemain laki-laki Smekda, seolah mempertanyakan apakah mereka mau dianggap tidak siap ketika menghadapi lawan yang lebih berat.
"Karena kami sebagai laki-laki, basket Smekda pasti malu kalau dibilang seperti cewek," tutur Nauval.
Pesan tersebut kemudian kembali diarahkan kepada persiapan tim.
"Apalagi kami juga ingin menegaskan ke basket, bagaimana persiapan kalian menghadapi finalis tahun lalu pada minggu besok? Sampai mana persiapan kalian buat menghadapinya?" lanjutnya.
Di balik koreo yang akhirnya terbentang di tribun, ada proses yang tidak sebentar.
Persiapan dimulai sejak Kamis dan dikerjakan selama kurang lebih lima hari. Pengerjaannya dilakukan di sekolah dengan melibatkan teman-teman satu angkatan serta adik kelas.
Waktu yang tersedia digunakan untuk menyusun setiap bagian hingga siap dibawa ke arena.
Mereka juga harus berhadapan dengan kendala yang cukup sederhana, tetapi merepotkan. Angin yang berhembus kencang sempat membuat kertas-kertas koreo berhamburan dan beterbangan.
Meski begitu, proses tersebut tetap berjalan. Setiap bagian tetap disiapkan hingga akhirnya bisa digunakan saat pertandingan.
Selain kain dan koreo utama, kertas berwarna merah dengan tanda panah berlawanan arah juga digunakan sebagai tambahan.
Sementara background emot batu dipilih agar menyatu dengan konsep 3D dan membuat keseluruhan tampilan lebih menarik ketika dibentangkan di tribun.
Pada akhirnya, semua elemen itu kembali pada satu tujuan yang sama.
Ultras Smekda ingin basket mereka memandang pertandingan berikutnya bukan sebagai alasan untuk minder, melainkan sebagai tantangan untuk menunjukkan seberapa jauh persiapan yang sudah dilakukan.
"Untuk pesan dan kesan kami kepada basket Smekda, ke depannya lebih keras lagi dan perbanyak persiapan. Tidak usah khawatir, kami di sini mendukungmu di belakangmu," pungkas Nauval.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMKN 2 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).