ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Sebastian Chairunas ketika melantai di Bandung Arena

“Setelah dari Junior DBL, aku memang mau lanjut main basket di DBL waktu SMA,” kata Sebastian Chairunas, pemain SMP Cahaya Bangsa Classical School di ajang Junior DBL Bandung 2026.

Tekad tersebut sudah tertanam sejak pertama kali Sebastian mengenal basket. Sejak dirinya melihat secara langsung kakak-kakaknya bermain di ajang DBL West Java.

“Iya, kakak aku sekolah di CBCS (Cahaya Bangsa Classical School). Tahun ini dia juga ikut DBL tapi sayang belum bisa sampai babak Fantastic Four,” ungkapnya.

Adalah Charlie Chairunas, pemain CBCS, yang merupakan kakak dari Sebastian. Selain Charlie, pada musim 2022 dan 2023 ada nama Nicholas Chairunas yang juga merupakan kakak dari Sebastian.

“Dua kakak aku semuanya main di DBL. Dari awal mereka main sampai tahun ini target mereka buat ke Fantastic Four belum tercapai. Aku mau wujudkan mimpi mereka nanti kalau aku sudah masuk SMA dan main di DBL,” ujarnya.

Semangatnya untuk bermain basket memang berasal dari kedua kakaknya. Awalnya Sebastian tak begitu tertarik dengan basket.

“Aku justru awal-awal nggak suka main basket. Tapi karena aku cukup sering lihat kakak basket dan tanding. Jadinya aku kepikiran buat coba. Ternyata rasanya menyenangkan,” katanya.

Ada satu pesan dari kedua kakaknya yang selalu diingat oleh Sebastian. Bukan, bukan soal semangat terus mengasah ketangkasan. Melainkan soal kepercayaan diri yang harus ditanam sejak awal oleh Sebastian.

“Kakak aku selalu bilang kalau misal shoot aku miss nggak apa-apa. Nggak perlu marah karena sudah pasti ada kesempatan yang lain. Berani aja buat mencoba. Itu sih yang sampai sekarang aku jadikan pegangan,” ceritanya.

Perjalanannya di Junior DBL Bandung bersama SMP CBCS terhenti di laga perdana. Tim putra SMP CBCS kalah ketika bertemu dengan SMPN 5 Bandung. Putra SMPN 5 Bandung menang dengan skor 42-20. Sebastian menjadi pengumpul angka terbanyak di tim SMP CBCS dengan raihan 11 poin.

“Pastinya aku ada sedih karena ini kan kesempatan pertama tapi juga terakhirku main di SMP. Aku belum bisa maksimalkan itu. Tapi, aku siap buat wujudkan mimpi kakak aku buat bawa sekolah ke Fantastic Four nanti waktu SMA,” terangnya.

Kepada DBL Play, Sebastian ingin menitipkan pesan untuk dirinya sendiri. Pesan pengingat bahwa kegagalan bukan sebuah kesalahan melainkan sebuah pengalaman untuk berkembang.

“Gagal itu nggak masalah justru dari gagal itu kita bisa tahu apa yang kurang biar jadi anak yang lebih baik lagi. Berkembang lagi dan belajar lebih baik lagi,” tandasnya.

Menarik untuk ditunggu debut Sebastian di DBL West Java-East musim depan!

Profil SMP Cahaya Bangsa Classical School bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS