7 Tahun Perjuangan Coach Zain Merajut Mimpi Basket Smekda

| Penulis : 

M Zainudin Yusuf cukup kesulitan untuk menahan tangis saat tim putra SMKN 2 Surabaya (Smekda) berhadapan dengan Surabaya Cambridge School (SCS) pada Minggu, 20 September 2026.

Memasuki laga tersebut, Smekda telah meraih lima kemenangan beruntun. Berjuang dari Round 1, mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk resmi masuk ke babak Playoffs.

Namun, satu kemenangan tersebut harus membutuhkan perlawanan yang totalitas dan mati-matian. Berhadapan dengan salah satu finalis musim lalu tentu bukan lah suatu hal yang mudah. 

“Secara garis besar memang kalah jauh dari skill dan pengalaman, tapi saya tetap memberikan semangat karena ada keluarga kita menunggu di tribun, sehingga kita harus menampilkan yang terbaik dan jangan mengecewakan banyak orang,” jelas Coach Zain.

Semangat juang yang tinggi itu langsung berhasil dibuktikan Smekda pada awal-awal pertandingan. Saat kuarter pertama berakhir, keunggulan SCS hanya berjarak dua poin (9-7). Bahkan, mereka sempat menyamakan kedudukan 11-11 pada kuarter kedua.

Ditambah dengan kesetiaan ribuan massa Ultras Smekda (kelompok suporter Smekda) dan penonton di tribun umum yang tidak pernah berhenti untuk memberi dukungan, Coach Zain benar-benar seperti berada di atmosfer lain.

Atmosfer yang mengisyaratkan bahwa basket SMK bisa bersaing dan tampil lebih kuat di panggung tertinggi.

Baca juga: Ultras Smekda Bawa Aurora untuk Warnai Perjuangan Smekda di DBL Arena

Permainan dan kegigihan yang Smekda tunjukkan di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North ini juga merupakan produk dari mimpi Coach Zain yang sempat diragukan banyak orang sekitar 7 tahun lalu.

Kala itu, Coach Zain tidak pernah menyangka bahwa sebuah agenda bermain basket sederhana pada hari biasa akan menjadi awal dari kisah panjangnya bersama Smekda.

Setelah menuntaskan seluruh tugasnya dalam melatih tim basket SMA Hang Tuah 1 Surabaya, Coach Zain datang ke lapangan basket SMKN 7 Surabaya untuk bermain basket. Ia bertemu dengan Pak War yang merupakan guru olahraga dari sekolah tersebut.

Pak War mempunyai teman yang bekerja sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler di Smekda. Pak Arif namanya. Coach Zain akhirnya berkenalan dengannya. Pak Arif pun langsung memberikan tawaran kepada Coach Zain.

“Gimana? Mau gak ngelatih tim SMK?” tanya Pak Arif kepada Coach Zain.

Pertanyaan tersebut membuat Coach Zain harus berpikir panjang. Ia berpikir bahwa nantinya ia akan menghadapi banyak sekali tantangan ketika menahkodai tim basket SMK.

Bagaimanapun, Coach Zain tetap mengambil dan mencoba untuk memanfaatkan peluang tersebut. Pada 2019, ia akhirnya turut mengantar anak-anak Smekda bertanding di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North untuk pertama kalinya.

Kesanggupan Coach Zain sungguh diuji pada saat itu. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, ia hampir memutuskan untuk berhenti melatih Smekda.

Kendati demikian, Coach Zain langsung merubah pikirannya. “Ah, masa saya nyerah?” katanya.

Baca juga: Catatan Menit Bermain Musim Lalu Jadi Motivasi Vincent Bersama Smekda

M Zainudin Yusuf saat melatih SMKN 2 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Coach Zain bertekad untuk membuat perubahan bersama Smekda. Jika dulunya Smekda dinilai tidak mampu berkompetisi melawan tim-tim SMA lain, ia ingin menunjukkan bahwa mereka juga memiliki tim yang solid dan tidak bisa diremehkan.

Salah satu aspek yang ingin diubah terlebih dahulu oleh Coach Zain adalah attitude para pemain. “Alhamdulillah sudah bisa kami ubah secara perlahan. Dari yang awalnya emosional anak itu masih labil dan temperamennya tinggi, sekarang sudah bisa dikendalikan,” jelasnya.

Coach Zain memiliki cara tersendiri untuk mengupayakan tersebut. Ia menganggap para pemain Smekda sebagai anak-anaknya sendiri. Begitu pula dengan mereka yang melihat Coach Zain sebagai seorang ayah di Smekda.

“Contohnya Feren saat tahun 2023. Dia saat cedera langsung saya urus. Kebetulan saya punya fisioterapis langganan jadi saya ajak datang ke rumah, saya antarkan. Setelah selesai, langsung pulang supaya bisa segera main lagi,” ceritanya.

Bukan hanya itu, ketika ada pemain yang memiliki masalah yang membuat produktivitas mereka menurun di lapangan, Coach Zain langsung mendekati dan berbicara dengannya. Dengan demikian, chemistry antara Coach Zain dan Smekda jadi semakin kuat.

Itu pun masih merupakan bagian kecil dari perjuangan Coach Zain yang sesungguhnya untuk membangun dan menguatkan basket Smekda.

Sejak pertama kali memegang skuad ini, ia telah menjalani koordinasi intens dengan pihak sekolah agar tim basketnya bisa mengikuti beragam turnamen. Selain untuk menguji kekuatan, itu juga diperlukan untuk membangun nama dan reputasi basket Smekda.

Semua itu awalnya Coach Zain lakukan seorang diri. “Selain melatih, dulu juga pernah sekaligus jadi koordinator keuangan, koordinator ke sekolah, ke orangtua, dan lain sebagainya. Begitu sudah mulai terbentuk, akhirnya saya bagi tugas ke anak-anak yang bisa diandalkan,” ungkapnya.

Baca juga: Jari Dibalut Perban, Bukti Cinta Mati Zidane untuk Smekda

Bahkan, saat Smekda bertanding, Coach Zain selalu membawakan tujuh sepatu untuk dipinjamkan kepada anak-anaknya. 

Sebab, sejak pertama kali melatih Smekda hingga saat ini, sekitar 80 persen anak didiknya berasal dari kalangan menengah ke bawah. “Terlepas itu adalah sepatu mahal atau jelek, saya tetap pinjamkan,” kata Coach Zain.

Mengingat kenangan itu, tangis Coach Zain semakin pecah.

“Masalahnya saya pernah jadi orang yang gak punya uang untuk beli sepatu. Jadi kalau melihat anak-anak yang gak punya sepatu, saya sedih. Saya sempat berdoa, ‘Ya Allah, semoga anak-anak kedepan punya sepatu yang bagus,’” isaknya.

Para pemain Smekda juga turut memberikan dukungan yang berarti untuk Coach Zain. Ketika ia sedang berada dalam situasi rumit, mereka selalu hadir untuk membantunya.

Dengan begitu, hubungan yang dijalin oleh Coach Zain dan pemain Smekda jadi semakin bermakna. Mereka tidak hanya saling bahu-membahu untuk membangun tim yang kuat, tetapi juga untuk sama-sama meraih mimpi mereka.

Coach Zain juga sempat mendapatkan tawaran untuk melatih di tim-tim lain. Namun, ia menolak semua tawaran tersebut. Bagi Coach Zain, Smekda sudah menjadi rumah keduanya.

Value-nya Smekda itu gak bisa dibayar sama uang. Pekerjaan utama saya juga bukan pelatih. Saya jadi pelatih cuma ingin membagi ilmu ke anak-anak,” tegasnya.

Momen kebersamaan Aditya Firmansah, M Zainudin Yusuf, dan Suryo Hadi Prabowo Putra di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Seiring berjalannya waktu, Coach Zain akhirnya mendapatkan bantuan dari Aditya Firmansah, salah satu alumnus Smekda. Ia mulai mengemban tugas sebagai asisten pelatih pada 2023 lalu.

Kemudian, Suryo Hadi Prabowo Putra atau Coach Boyo juga hadir untuk menguatkan Smekda sejak 2025. Ada juga Dian Shelly Rahmawati yang turut setia mengawal anak-anak basket Smekda sebagai manajer.

Tidak lupa juga Acig Darmanto atau Bang Acig yang telah membangun fondasi kemampuan anak-anak Smekda dari nol di balik layar.

Baca juga: Bang Acig si Penyemai Mimpi Anak-anak Smekda di Lapangan Sepat

“Kami berlima ini saling menguatkan. Kami juga putar cara gimana cara anak-anak yang terkendala biaya bisa dibantu semaksimal mungkin supaya jangan sampai adanya kendala ini menghambat mereka untuk jalan lebih jauh,” ujar Coach Zain.

Kondisi para pemain Smekda yang mampu menyaingi skuad SCS pada paruh pertama ini merupakan bukti nyata dari seluruh jerih payah Coach Zain selama ini. 

Smekda memang akhirnya belum mampu mengimbangi permainan SCS pada dua kuarter terakhir. Mereka harus mengakui keunggulan SCS dengan skor 52-22 untuk menutup DBL East Java-North 2026.

Kelompok suporter SMKN 2 Surabaya menyambut tim basket mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Meski begitu, ini merupakan awal yang luar biasa dalam perjalanan panjang Smekda untuk menjadi tim basket SMK yang semakin kuat. 

Kekalahan ini dibutuhkan untuk menjadi evaluasi dan bahan bakar untuk melangkah lebih tinggi pada kesempatan berikutnya.

Selain itu, Coach Zain juga berharap perjalanan Smekda ini dapat memberikan pelajaran hidup untuk seluruh pemain. “Semoga ilmunya dimanfaatkan dengan baik. Semoga seluruh kebaikan ini dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka pada masa mendatang,” tutupnya.

Tahun demi tahun, para pemain Smekda memang terus berganti. Akan tetapi, Coach Zain dan seluruh staf kepelatihan Smekda tetap memiliki misi yang sama, yaitu memperjuangkan mimpi anak-anak basket SMK agar menjadi kenyataan.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Bukan Sekadar Mengejar Menang, Coach Boyo Rawat Kultur Basket Smekda

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Berawal dari TikTok, Zakyah Zahron Wujudkan Mimpi Masa Kecil di DBL
Hasil DBL South Sulawesi: Runner-Up Musim Lalu Pulang, Putri Eleven Tolak Revans
Skenario DBL East Java-North: Tiket Menuju Playoffs Semakin Terbatas!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East, Senin 21 September 2026
Hasil DBL West Java-East 2026: Slot Final Putri Komplet!