ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Ernest mendampingi SMP Cita Hati East Surabaya dari pinggir lapangan pada Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Selasa, 22 September 2026.

Bagi Coach Ernest, tidak semua pemain harus tumbuh dengan cara yang sama. Ada yang datang dengan pengalaman, kemampuan, dan karakter berbeda. Tugasnya bukan membuat mereka seragam, melainkan memaksimalkan apa yang sudah mereka miliki.

Prinsip itu kembali terlihat ketika SMP Cita Hati East Surabaya menghadapi SMP Vita Surabaya pada pertandingan pertama Junior DBL 2026 Surabaya, Selasa, 22 September 2026. Cita Hati East menang 34-25 dan kembali melangkah ke Fantastic Four. Hasil ini menjadi kemenangan kedua mereka atas Vita setelah pertemuan musim lalu.

Bagi Coach Ernest, setiap pertandingan tetap punya kesulitannya sendiri. Karena itu, ia mengapresiasi bagaimana pemain mampu menjalankan instruksi dan rencana yang telah disiapkan.

"Yang pasti setiap game ada kesulitannya masing-masing ya. Dan seperti yang game yang udah barusan kita lewati juga sama ya. Buat kita itu game yang enggak mudah. Tapi ya balik lagi saya bangga sama anak-anak karena bisa jalanin instruksi dan plan yang udah disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Perjuangan Anak Tetap Jadi Kebanggaan Orang Tua Putri Cheetah East!

Coach Ernest sudah menangani Cheetah East sejak 2018. Pada tahun pertamanya, ia mendampingi tim SMP putra dan putri. Perannya kemudian bertambah pada 2020 hingga 2023 ketika ia menangani tim SMA dan SMP secara bersamaan.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat langsung perubahan yang dialami pemain di usia SMP. Menurutnya, mereka tidak hanya sedang belajar basket, tetapi juga berada dalam fase transisi yang turut memengaruhi sikap serta cara mereka bermain.

Aksi pemain SMP Cita Hati East Surabaya bernomor punggung 6 saat menggiring bola dan menembus pertahanan lawan, melewati hadangan pemain SMP Vita Surabaya.

"Yang pasti waktu SMP itu kan masa-masanya transisi lah. Jadi tantangan di kitanya juga besar ya karena pasti mulai perubahan sikap, terus egonya mulai muncul. Jadi ya kita harus ngerti fase itu sama mereka," jelasnya.

Perubahan tersebut juga terjadi secara fisik. Pemain yang masih kecil ketika kelas VII bisa bertumbuh ketika kelas VIII, sementara perkembangan setiap pemain tidak selalu berjalan bersamaan. Karena itu, Coach Ernest memilih menyesuaikan pendekatannya dengan kondisi yang ada di tim.

Baca juga: Drew dan Nick, Saudara Kembar yang Kompak Tanpa Sinyal Khusus

Ia pun tidak menetapkan standar bahwa semua pemain harus mampu melakukan hal yang sama.

"Saya memang enggak memasang target kamu harus bisa ini itu enggak, tapi ya saya manfaatin aja apa yang ada di tim saya, maksimalin itu aja," katanya.

Bagi Coach Ernest, yang perlu dikembangkan juga bukan hanya kemampuan bermain. Kemampuan mengambil keputusan dan attitude menjadi hal yang ia perhatikan karena keduanya dinilai akan tetap dibutuhkan pemain setelah mereka tidak lagi bermain basket.

"Basket itu kan isinya keputusan, decision. Itu kan salah satu cara buat belajar mereka juga ya, ngambil keputusan cepat dan tepat. Terus attitude juga sih ya pasti. Karena kan itu membawa mereka nantinya setelah enggak basket itu sejauh mana," tuturnya.

Baca juga: Momen Haru Diane Taruno Antar Si Kembar di Junior DBL 2026 Surabaya

Hal tersebut kemudian berjalan beriringan dengan kebiasaan pemain sebagai bagian dari tim. Menurut Coach Ernest, mereka juga belajar mengatur waktu di tengah kegiatan sekolah dan latihan. Ketika teman-temannya memiliki waktu lebih untuk bermain, beristirahat, atau belajar, pemain tetap harus menjalani jadwal latihan yang sudah menjadi bagian dari rutinitas.

Dari kebiasaan tersebut, kedisiplinan menjadi bagian lain yang ikut mereka pelajari. Bagi Coach Ernest, pembentukan pemain tidak berhenti pada apa yang mereka lakukan ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga bagaimana mereka menjalani tanggung jawab sebagai bagian dari tim.

Skuad SMP Cita Hati East Surabaya berfoto bersama setelah memastikan diri melaju ke babak semifinal Junior DBL 2026 Surabaya.

"Yang pasti permainan secara tim lah yang harus dibuat lebih solid. Karena tantangannya di depan kan lawannya juga lebih berat pasti. Jadi kalau kita enggak main tim susah. Itu aja," katanya.

Targetnya pun tidak berubah. Coach Ernest ingin membawa Cita Hati East menjadi juara, meski ia menyadari persiapan dari bangku pelatih hanya akan berarti jika dijalankan para pemain di lapangan.

"Harapannya sih bisa juara lah. Target kita ya buat juara lah. Tapi ya semua balik lagi ke usaha dan kerja keras kita sih ya di lapangan. Eksekutornya kan anak-anak juga. Kita ya saya sebagai pelatih kan cuma bisa mempersiapkan," pungkasnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Ibu Dwi Hargiyani, Saksi Perjalanan Basket Cita Hati East

Profil Coach Ernest bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMP Cita Hati East Surabaya vs SMP Vita Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS