ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi penggawa tim basket SMAN 4 Jember, Bumi Raditya Putra Budi saat berlaga di DBL East Java-East 2026

Bumi Raditya Putra Budi atau akrab disapa Radit awalnya tidak pernah membayangkan olahraga bela diri bakal menjadi bagian penting dalam hidupnya. Semua bermula saat pandemi COVID-19. Ketika aktivitas di luar rumah terbatas, kesehariannya lebih banyak diisi dengan tidur dan makan.

Melihat hal itu, orang tua Radit menyarankannya mengikuti olahraga bela diri agar memiliki aktivitas. Pilihan tersebut juga tidak datang tanpa alasan. Sang ayah memang gemar menonton pertandingan MMA. Sejak kecil, Radit pun sudah cukup dekat dengan olahraga tarung.

“Awalnya ikut bela diri cuma karena mau menurunkan berat badan. Waktu COVID-19, saya banyak tidur dan makan, jadi orang tua menyuruh saya ikut bela diri supaya punya aktivitas,” cerita Radit.

Radit memulai perjalanannya lewat Muay Thai. Saat duduk di kelas V SD, ia sudah mengikuti kejuaraan pertamanya di tingkat provinsi dan meraih juara tiga.

Setelah itu, cabang olahraga yang dipelajarinya semakin beragam. Sang pelatih mengajarkan Radit berbagai disiplin bela diri agar ia bisa mengikuti lebih banyak pertandingan. Muay Thai, kickboxing, Indonesia Beladiri Campuran Amatir-Mixed Martial Arts (IBCA MMA), hingga karate kemudian menjadi bagian dari perjalanan olahraganya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi pada 2024. Saat mengikuti Kejuaraan Provinsi Road to Thailand IBCA MMA, Radit menjalani latihan yang jauh lebih intens karena ingin mengejar target tampil di Thailand.

Baca juga: Jaran Slining Hingga Petik Laut Hadir di AQUA DBL Dance!

Ia bahkan harus menurunkan berat badan hingga 10 kilogram dalam waktu dua bulan.

Potret Radit rayakan gelar juara di Kejuaraan Nasional karate Kyokushin Nakamura bersama kedua orang tuanya (Foto: dokumentasi pribadi milik Bumi Raditya Putra Budi)

“Di lomba itu perjuangan buat menurunkan berat badan dan latihan saat itu sangat intens untuk mengejar target agar bisa ikut ke Thailand,” ujarnya.

Target tersebut memang belum terwujud. Radit seharusnya berangkat ke Thailand, tetapi ada satu dan lain hal yang membuat keberangkatannya batal.

Pengalaman lain yang tidak kalah membekas datang dari Kejuaraan Nasional Karate Kyokushin pada tahun yang sama. Radit sebelumnya sama sekali belum pernah mengikuti karate. Ia baru mempelajari aturan-aturannya sekitar lima bulan sebelum kejuaraan.

Meski minim pengalaman, Radit mampu melaju hingga partai final. Namun, kebiasaannya dari olahraga bela diri lain justru terbawa saat pertandingan. Ia tiga kali melakukan pelanggaran karena memukul kepala lawan, sedangkan serangan tersebut tidak diperbolehkan dalam karate.

Pelanggaran itu membuat poin diberikan kepada lawan dan Radit harus puas menjadi juara dua.

“Berkesannya karena pengalaman saya minim, tetapi bisa mendapatkan juara itu saja sudah tidak sesuai dengan ekspektasi saya,” katanya.

Perjalanan Radit kemudian membawa dirinya ke lapangan yang berbeda. Memasuki SMP, ia mulai mengenal basket.

Baca juga: Lima Cerita Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-East

Basket sebenarnya sudah cukup dekat dengan keluarganya. Beberapa anggota keluarga besar Radit yang bermain basket. Bahkan sejak kecil, ia sudah beberapa kali diminta mencoba olahraga tersebut. Namun, Radit selalu menolak.

Sampai akhirnya, saat kelas VIII, ajakan teman untuk bermain basket membuatnya berubah pikiran. Ia mulai mencoba dan kemudian serius menekuni olahraga tersebut sejak awal kelas IX.

Kini, Radit menjalani musim keduanya bersama tim basket SMAN 4 Jember di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-East.

Perpindahan dari olahraga individu ke olahraga tim ternyata tidak terlalu sulit baginya. Radit merasa pengalaman mempelajari berbagai cabang bela diri membuatnya terbiasa beradaptasi dengan aturan dan permainan baru.

“Alhamdulillah, kalau dipelajari sebentar, dari segi aturan dan permainan di olahraga apa pun saya bisa langsung beradaptasi,” tuturnya.

Dua olahraga tersebut memang memiliki banyak perbedaan. Namun, ada satu hal dari bela diri yang kemudian terasa manfaatnya ketika Radit bermain basket, fisik.

Latihan bela diri yang selama ini dijalaninya membuat Radit terbiasa dengan latihan fisik yang lebih keras. Pengalaman itu kemudian membantunya ketika harus berhadapan langsung dengan lawan di lapangan.

“Karena sebelumnya ikut bela diri, akhirnya berguna banget di basket, terutama saat body contact dan segi fisik,” ujarnya.

Pada hari kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-East, Selasa 22 September 2026, Radit kembali turun bersama SMAN 4 Jember. Mereka harus mengakui keunggulan SMAN 1 Probolinggo dengan skor 19-38. Meski begitu, Radit turut menyumbangkan 5 poin dan 3 rebound.

Baca juga: Hasil DBL East Java-East: Putra-Putri Smada Jember Tampil Perkasa!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS