ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi penggawa SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Abrian Wira Prayoga saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 east Java-East

Abrian Wira Prayoga, atau yang akrab disapa Yoga, menjalani tahun terakhirnya bersama Ksatria Glagah di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-East. Musim ini menjadi penutup dari tiga tahun perjalanannya membela SMAN 1 Glagah Banyuwangi di DBL East Java-East.

Tahun terakhir itu turut diwarnai penampilan apik Yoga di lapangan. Dua laga terakhir menjadi bagian dari cerita tersebut. Sehari sebelumnya, Glagah berhasil mengalahkan SMAN 2 Probolinggo dengan skor 48-36. Yoga tampil menonjol lewat 19 poin, 14 rebound, dan 1 assist.

Hari ini, Kamis, 24 September 2026, Glagah harus mengakui keunggulan SMKN 2 Probolinggo dengan skor 43-55. Meski hasil pertandingan tak sesuai harapan, Yoga kembali mencatatkan double-double lewat 19 poin dan 17 rebound.

Dua penampilan tersebut membuatnya mencatatkan double-double secara beruntun.

Namun, cerita Yoga di basket tidak dimulai dari catatan tersebut. Jauh sebelum menjadi salah satu student-athlete yang diandalkan Glagah, ia pernah merasa tidak cukup mampu ketika pertama kali mengenal basket di kelas VIII SMP.

Baca juga: Ini Best 5 AQUA DBL Dance 2026 East Java-East

Saat itu, Yoga bersekolah di SMPN 1 Rogojampi. Teman-temannya sudah lebih dulu mengenal basket, sementara dirinya masih berusaha mengikuti permainan. Ia bahkan lebih sering memilih menyendiri di pinggir lapangan.

“Dulu saya menyendiri di pojokan lapangan,” kenangnya.

Salah seorang temannya kemudian mengajak Yoga berlatih lebih serius. Kalimat sederhana dari sang teman menjadi salah satu pemicu dirinya untuk terus berkembang.

“Kamu harus buktikan di event pertama kamu besok,” ujar temannya saat itu.

Yoga kemudian mendapat kesempatan berlatih bersama salah satu klub basket. Dari sana, ia mulai membangun kemampuan yang sebelumnya masih jauh dari kata matang.

“Awalnya saya enggak bisa apa-apa sebelum ikut latihan di klub, sampai akhirnya bisa jadi seperti ini,” tutur Yoga.

Sekitar dua tahun setelah pertama kali mengenal basket, Yoga mulai merasa kemampuannya berkembang. Keinginan untuk terus bermain membawanya ke SMAN 1 Glagah. Di sana, ia kembali harus bersaing dengan para student-athlete yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan tempat di tim DBL.

Baca juga: Pita Hitam di Pundak Matura untuk Pak Hari

Yoga akhirnya menembus tim ketika duduk di kelas X. Para senior menjadi bagian dari proses awalnya di Glagah. Tiga tahun kemudian, perannya berubah. Yoga kini justru menjadi salah satu yang harus membantu menjaga kepercayaan diri para student-athlete yang lebih muda.

Perubahan itu juga datang dari caranya mempersiapkan diri. Yoga terbiasa berlatih sendiri sebelum aktivitas sekolah dimulai. Ia bahkan bangun sekitar pukul 04.00 WIBi untuk melakukan latihan mandiri.

Latihan pagi itu menjadi rutinitas yang ia jalani untuk memperkuat kemampuannya. Selain itu, Yoga juga fokus mengasah kemampuannya sebagai pemain center.

Bukan hanya latihan basket yang menjadi caranya menjaga kondisi. Ketika sedang merasa tertekan atau pikirannya sedang penuh, Yoga memilih jogging untuk menenangkan diri.

Kebiasaan tersebut juga membawanya pada pengalaman lain di luar DBL. Coach Iman, pelatih tim basket SMAN 1 Glagah sempat mengajaknya mengikuti seleksi PON Jawa Timur. Awalnya Yoga tidak terlalu percaya diri karena harus bersaing dengan pemain-pemain yang lebih senior.

Alih-alih memikirkan hasil, Yoga memilih menjadikan seleksi tersebut sebagai pengalaman. Ia justru terkejut ketika namanya kembali dipanggil untuk mengikuti seleksi kedua. Kini, ia masih berharap bisa mendapat kesempatan masuk seleksi terakhir dan membawa nama Banyuwangi.

Baca juga: Sebuah Ajakan Saat Pandemi yang Mengubah Perjalanan Raditya

Di tahun terakhirnya bersama Glagah, Yoga juga belajar melihat perannya dengan cara berbeda. Ia mulai mengurangi ego dan lebih banyak memikirkan rekan setimnya.

“Lebih nurunin egonya, cara leadership-ku ke tim, harus support ke teman-teman dan adik-adik kelas agar tetap pede mainnya dan lebih enjoy,” ujarnya.

Tiga tahun di DBL East Java-East akhirnya membawa Yoga sampai pada penghujung perjalanannya bersama Glagah. Ada sedih karena harus meninggalkan tim yang telah menjadi bagian besar dari hidupnya, tetapi juga bangga melihat sejauh mana dirinya berkembang sejak pertama kali berdiri di pinggir lapangan.

“Rasanya sangat sedih campur bangga, karena bisa sampai di sini dan berpartisipasi di DBL selama tiga tahun,” tutup Yoga.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS