Seluruh rencana Nadine Decha Shabrina langsung berantakan pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Kala itu, tim basket putri SMAN 2 Surabaya (Smada) dijadwalkan untuk melakukan latihan rutin. Seluruh anggota telah tiba dan mempersiapkan diri untuk memberikan progres yang terbaik, mengingat pelaksanaan Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North tinggal 2 minggu lagi pada saat itu.
Namun, hanya Shabrina yang tidak kunjung hadir di sana. Seluruh teman-temannya lantas merasa khawatir dan menanyakan keberadaannya.
Setelah mencari tahu, ternyata Shabrina saat itu sudah terbaring di ambulans.
Shabrina mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan sekitar Tugu Pahlawan. Ia berangkat sendirian menggunakan sepeda motornya.
Baca juga: Susul Jejak Kakak, Sirhan Mecca Antar Putra Smada Melaju ke Playoffs
“Saya ditabrak orang. Di jalan saya sudah lampu hijau, orang dari arah lain menerobos lampu merah gitu, terus saya jatuh,” cerita Shabrina.
Setelah terjatuh, Shabrina masih bisa menjawab beberapa pertanyaan orang-orang yang membantunya. Namun, pandangannya perlahan mulai kabur. “Terus gak lama saya pingsan,” tambahnya.
Shabrina akhirnya terbangun lagi sekitar pukul 21.00 WIB. Ia sudah berada di rumah sakit. Setelah diperiksa lebih lanjut, Shabrina mengalami cedera kepala, pipi, bibir, dan rahang.
“Rahang atas saya agak retak karena benturan. Karena saya pakai behel, jadi lebih ketekan saat jatuh,” tutur Shabrina.
Melihat kondisinya yang saat itu sudah tak berdaya, Shabrina merasa sedih dan terpukul.
Karena sudah menduduki bangku kelas XII, musim ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk bermain bersama Smada di panggung DBL. Shabrina sudah sangat antusias untuk berjuang meraih mimpi bersama timnya.
Tidak ada yang menyangka bahwa ia akan berada dalam situasi seperti ini.
Baca juga: Musim Kedua Rayina, Saat Atmosfer DBL Tak Lagi Terasa Asing
Bahkan, saat dijenguk oleh salah satu temannya, Aliqa Quinsha Dinata, Shabrina sempat berbicara melantur tentang DBL karena cedera kepala yang dialaminya.
“Ini udah DBL belum, sih?” tanya Shabrina tanpa sadar.
“Belum, Shab. Belum,” jawab Aliqa.
“Ini udah DBL, ya?” tanya Shabrina lagi.
Percakapan tersebut terus berulang pada hari itu.
Nadine Decha Shabrina saat dijenguk oleh Aliqa Quinsha Dinata (kiri) dan teman-teman tim basket putri SMAN 2 Surabaya (kanan) jelang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North (Foto: dokumentasi pribadi Nadine Decha Shabrina)
Tim putri Smada sebenarnya berencana untuk berangkat ke Banyuwangi pada 25 Agustus 2026 untuk menjalani rangkaian training camp. Artinya, Shabrina harus merelakan momen kebersamaan itu demi menjalani proses pemulihan.
Sehari sebelum berangkat, mereka semua datang ke rumah sakit sepulang sekolah untuk menengok kondisi Shabrina. Ia juga akhirnya menjalani operasi pada hari yang sama.
Shabrina akhirnya menghabiskan 6 hari untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Segala bentuk pengobatan telah ia terima seusai operasi. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Shabrina akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.
“Tetap disuruh kontrol sama dokternya,” kata Shabrina.
Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada
Meskipun teman-teman Shabrina berada di Banyuwangi, mereka tetap tidak meninggalkannya sendirian. Jika ada waktu luang, mereka selalu menanyakan kabar dan memenaninya dari jauh.
“Selama saya di rumah sakit, mereka video call terus dari Banyuwangi. Sekitar setengah jam lah,” ingat Shabrina.
Bahkan, selama menjalani training camp, anak-anak Smada juga selalu melibatkan Shabrina dalam setiap aksi mereka. Itu mereka lakukan dengan menghiasi sepatu masing-masing dengan nama dan nomor punggung Shabrina serta pesan-pesan untuk menguatkannya.
Momen pemain tim putri SMAN 2 Surabaya menghiasi sepatunya dengan pesan untuk Nadine Decha Shabrina saat training camp di Banyuwangi (Foto: dokumentasi pribadi Nadine Decha Shabrina)
Bermain di panggung DBL pun memiliki arti yang spesial untuk Sabhrina. Ini merupakan momen yang nantinya tidak bisa diulang lagi. Apalagi, Shabrina sudah bekerja keras selama bertahun-tahun agar bisa turut membawa bangga nama sekolah di DBL Arena.
“DBL itu buat saya adalah destinasi terakhir dan ujung dari semua usaha yang telah kita lakukan,” tegasnya.
Maka dari itu, Shabrina terus berjuang agar bisa cepat sembuh dan ikut bermain bersama Smada di DBL East Java-North 2026. Ia rutin mengonsumsi vitamin, obat-obatan yang dibutuhkan, serta konsisten menjalani kontrol bersama dokternya. Waktu istirahat juga Shabrina manfaatkan secara optimal.
“Teman-temanku juga jadi ‘obat’ buat aku,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Shabrina akhirnya terus membaik. Ia bisa bergabung kembali bersama timnya tepat saat timnya telah dijadwalkan untuk bertanding di Round 2.
Selama membela Smada pada tahun terakhirnya, Shabrina bukan hanya sekedar bertekad untuk berkontribusi dalam meraih kemenangan. Ia juga ingin menikmati semua momen persaudaraan baik bersama tim maupun teman-teman suporter.
Kini, Shabrina dan Smada berhasil kembali ke babak Playoffs. Ia sungguh berlega hati karena memiliki teman-teman yang selalu ada untuknya dalam kondisi apa pun.
“Terima kasih, teman-teman. Hati-hati jika berkendara. Aku sangat bersyukur karena mereka suportif banget sama aku,” tutup Shabrina.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Pengalaman DBL Camp Jadi Bekal Aliqa pada Musim Terakhirnya Bersama Smada
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)