Musim kedua DBL membawa pengalaman berbeda bagi Rayina Riski Ardiningrum. Setelah merasakan langsung atmosfer pertandingan saat masih duduk di kelas X, pemain SMAN 2 Surabaya (Smada) itu kini tampil dengan kepercayaan diri yang lebih matang.
Hal tersebut terlihat ketika Smada menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada pertandingan keenam Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Senin, 21 September 2026. Smada langsung membuka laga dengan keunggulan 12-2 pada kuarter pertama. Mereka kemudian menjaga jarak hingga akhir pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan 31-15.
Rayina menjadi salah satu pemain yang mendapat menit bermain panjang. Center bernomor punggung 21 itu berada di lapangan selama 38 menit 29 detik. Ia menyumbangkan 12 poin, 3 rebound, dan 3 assist dalam kemenangan tersebut.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra-Putri Smada Bermain Dominan!
Ada perbedaan yang ia rasakan ketika kembali bermain di kompetisi ini. Tahun lalu, saat pertama kali tampil di DBL, Rayina masih harus beradaptasi dengan suasana pertandingan dan ramainya dukungan dari tribun. Pengalaman tersebut membuatnya lebih siap menghadapi musim keduanya.
"Kalau dari tahun kemarin, yang pasti tahun ini lebih pede lagi. Tahun kemarin aku baru pertama kali main DBL, jadi masih deg-degan banget. Sekarang sudah lebih terbiasa," ujar Rayina.
Kepercayaan diri itu tumbuh bersamaan dengan proses Rayina mengenal basket lebih jauh. Ia mulai bermain basket sejak kelas VII SMP. Setelah pandemi Covid-19 membuatnya mencari kegiatan baru, Rayina memilih basket karena memang menyukai olahraga.
Ia kemudian berlatih di DBL Academy dan masih menjalani latihan tersebut hingga sekarang. Di sana, Rayina lebih banyak memperkuat fundamental permainan, mulai dari shooting, dribble, hingga defense. Ia juga bergabung dengan The Lion untuk mendapat pengalaman bermain dalam sebuah tim.

Rayina Riski Ardiningrum (nomor punggung 21) melakukan dribble sambil mencari celah di antara dua pemain bertahan SMAN 2 Jombang.
"Kalau di DBL Academy lebih banyak belajar fundamental, seperti cara shooting, dribble yang benar, dan defense. Kalau di The Lion lebih ke team work, jadi belajar bagaimana main bersama tim," katanya.
Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada
Proses latihan tersebut membuat Rayina memiliki lebih banyak pengalaman ketika berada di lapangan. Ia tidak hanya memikirkan bagaimana menjalankan tugasnya sendiri, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dengan pemain lain.
Salah satu pemain yang cukup dekat dengannya dalam urusan basket adalah Aliqa. Keduanya sering bermain bersama dan berdiskusi mengenai permainan. Rayina berperan sebagai big man, sedangkan Aliqa lebih banyak menjalankan tugas sebagai playmaker.
Keduanya juga saling melengkapi ketika berlatih. Aliqa beberapa kali membantu Rayina memahami detail permainan, termasuk cara melakukan bumping. Bagi Rayina, komunikasi seperti itu membantunya semakin memahami situasi yang harus dihadapi ketika pertandingan berlangsung.
"Kalau main sama Kak Aliqa biasanya kami ngobrol soal basket. Dia juga sering ngajarin aku, misalnya cara bumping. Kalau di lapangan, aku sebagai big man dan Kak Aliqa sebagai playmaker," tutur Rayina.
Baca juga: Pengalaman DBL Camp Jadi Bekal Aliqa pada Musim Terakhirnya Bersama Smada
Satu musim yang sudah dilewati membuat Rayina mulai mengenali suasana pertandingan dengan lebih baik. Jika pada penampilan pertamanya ia masih merasa deg-degan ketika berada di tengah ramainya tribun DBL Arena, kini situasi tersebut terasa lebih familiar baginya.
Pengalaman itu juga membuat Rayina lebih bisa menjaga ketenangan saat pertandingan berlangsung. Ia berusaha menikmati permainan dan tidak terlalu terbebani oleh suasana di sekeliling lapangan.
Kebiasaan tersebut turut ia bawa ketika bermain bersama Smada. Rayina tidak hanya berusaha menjaga fokus untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengingatkan rekan setimnya agar tetap tenang dan menikmati pertandingan.
Hal tersebut menjadi bagian dari proses yang ia jalani sejak musim pertamanya. Setelah sebelumnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer DBL, kini Rayina mulai lebih terbiasa dengan situasi pertandingan dan bisa lebih fokus menjalankan perannya.
Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!
Saat menghadapi Sabers, Smada mampu mengontrol permainan sejak awal. Mereka unggul 23-8 pada akhir kuarter kedua dan memperlebar jarak menjadi 29-8 setelah kuarter ketiga. Meski begitu, Rayina menilai masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.
Defense menjadi salah satu perhatian. Smada memang berhasil membatasi Sabers hanya mencetak 15 poin, tetapi Rayina merasa pertahanan mereka belum sepenuhnya aman. Ia juga melihat penyelesaian di area paint masih perlu diperbaiki agar lebih tenang.
"Defense kami masih belum aman. Tadi sempat di kuarter tiga dan empat kami kesulitan mencetak angka karena bingung bagaimana melewati lawan. Finishing di paint area juga masih kurang tenang. Kadang badan terlalu overpower, jadi enggak masuk," jelasnya.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan Rayina dan Smada setelah pertandingan. Untuk dirinya sendiri, Rayina ingin memperbanyak repetisi agar gerakannya di area paint bisa lebih terkontrol. Ia juga perlu menjaga keseimbangan tubuh sebelum melakukan penyelesaian.
Baca juga: Langkah Panjang Audi Aryasatya Menjemput Mimpi yang Ia Percaya
Kemenangan atas Sabers sekaligus memastikan Smada kembali melangkah ke Playoffs. Bagi Rayina, ini menjadi pengalaman keduanya tampil di babak tersebut setelah musim lalu juga berhasil mencapai fase yang sama.

Tim basket putri SMAN 2 Surabaya (Smada) bersama coach dan tim dance mengabadikan momen setelah memastikan langkah ke Playoffs.
Perjalanan Smada masih berlanjut. Mereka akan menghadapi Sinlui pada pertandingan berikutnya. Rayina berharap timnya bisa membawa rasa percaya diri yang sama dan bermain tanpa terbebani suasana pertandingan.
"Buat teman-teman, enjoy saja dan jangan terlalu gugup. Semoga bisa memberikan yang terbaik dan minimal bisa sampai fantastic four," pungkasnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Rayina Riski Ardiningrum bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 2 Jombang vs SMAN 2 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).