ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret penampilan ATBZ dari SMP Petra 2 Surabaya di panggung Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026, Minggu, 27 September 2026.

Musik, koreografi, hingga properti menjadi bagian dari cerita yang dibawa tujuh tim dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North pada Minggu, 27 September 2026. Ketujuh tim tersebut tampil dalam sesi kedua Junior DBL Dance 2026 Surabaya.

Setiap penampilan menyuguhkan konsep yang berbeda. Ada yang mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, hingga cerita yang dekat dengan kehidupan dan budaya Indonesia. Semuanya diterjemahkan melalui gerakan dan konsep yang disiapkan masing-masing tim.

Seluruh penampilan pada hari tersebut terbagi dalam dua sesi. Setelah rangkaian aksi di sesi pertama, berikut rangkuman penampilan tujuh tim yang tampil pada sesi kedua Junior DBL Dance 2026 Surabaya!

Baca juga: Selamat! Ini Best Five Junior DBL Dance 2026 Surabaya

Surabaya Cambridge School

Surabaya Cambridge School (Alamort) membawakan konsep "The Living Wayang", memadukan keanggunan motif batik tradisional dengan hentakan musik modern dan koreografi hip-hop yang powerful.

Surabaya Cambridge School tampil lewat Alamort dengan membawa nuansa wayang ke atas panggung. Identitas budaya Indonesia terlihat dari kostum bernuansa batik yang dikenakan para dancer. Di saat yang sama, koreografi mereka tidak sepenuhnya terpaku pada gerakan tradisional karena sentuhan hip-hop juga hadir dalam penampilan.

Cerita dimulai dengan para dancer yang bergerak dalam pola teratur. Kehadiran sosok dalang menjadi gambaran awal tentang wayang yang masih mengikuti arahan dan belum memiliki kebebasan untuk menentukan geraknya sendiri.

Seiring cerita berjalan, karakter para dancer berubah. Gerakan yang semula kaku dan terarah perlahan menjadi lebih lepas dengan energi yang semakin kuat. Salah satu bagian yang turut memperkuat cerita adalah penggunaan tali di tengah koreografi. Properti tersebut membuat para dancer terlihat saling terhubung dalam satu rangkaian.

Menjelang akhir, seluruh elemen kembali menyatu. Alamort memperlihatkan pertemuan antara unsur tradisional dan gerakan modern dalam satu penampilan, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan zaman tidak harus membuat sebuah budaya kehilangan asalnya.

SMP Cita Hati East Surabaya

Aksi ekspresif tim dance SMP Cita Hati East Surabaya di depan latar bertuliskan "Perjalanan Musik Pop Indonesia".

SMP Cita Hati East Surabaya memilih musik sebagai benang merah penampilannya. Tim dance sekolah tersebut membawa penonton melewati beberapa periode perkembangan musik Indonesia melalui perubahan lagu, suasana, dan gerakan.

Nuansa masa lalu terasa sejak awal ketika Rek Ayo Rek dimainkan. Sebelum masuk ke bagian berikutnya, konsep radio menjadi gambaran bagaimana masyarakat pada masa itu mengenal dan menikmati musik.

Perjalanan kemudian bergerak ke era 90-an. Pergantian suasana ditandai dengan bunyi dering telepon yang menjadi penghubung antarzaman. Dari sana, cerita beralih menuju masa ketika televisi mulai mengambil peran dalam menghadirkan musik kepada masyarakat.

Bagian akhir membawa penampilan ke masa kini. Musik dengan aransemen remix membuat koreografi terasa lebih lepas dan enerjik. Perubahan tersebut menjadi cara tim dance SMP Cita Hati East Surabaya menggambarkan bahwa musik Indonesia terus mengalami perubahan seiring cara generasi menikmatinya.

SMP Petra 1 Surabaya

Menggambarkan perjalanan bangkit dari keraguan menuju keteguhan jiwa, United One’s SMP Kristen Petra 1 Surabaya tampil ekspresif menggunakan properti busur dan anak panah.

SMP Kristen Petra 1 Surabaya menghadirkan United One’s dengan sosok Srikandi sebagai inspirasi utama. Sebuah properti berbentuk panah digunakan sejak awal, memberikan petunjuk tentang karakter kuat yang menjadi bagian penting dari cerita mereka.

Penampilan bermula dari suasana yang menggambarkan rasa takut dan keraguan. Gerakan para dancer merepresentasikan seseorang yang masih berusaha menghadapi tekanan dan berbagai pikiran negatif yang membuat langkahnya tertahan.

Perlahan, suasana tersebut berubah. Dukungan dari orang-orang di sekitar menjadi bagian dari perjalanan menuju titik balik. Koreografi pun berkembang dengan energi yang lebih kuat. Perpaduan musik hip-hop dan unsur Jawa ikut memberi warna berbeda dalam perjalanan penampilan.

Pada akhirnya, sosok Srikandi hadir sebagai gambaran keberanian. United One’s membawa cerita tentang seseorang yang memilih bangkit dan menghadapi ketakutannya, bukan terus berada di dalamnya.

SMP Santa Clara Surabaya

Aksi ekspresif tim dance Saintex SMP Santa Clara Surabaya yang memadukan berbagai elemen budaya dalam satu harmoni di panggung Junior DBL Dance.

Keberagaman Indonesia menjadi cerita yang dibawa Saintex dari SMP Santa Clara Surabaya. Penampilan mereka tidak hanya mengandalkan satu bentuk tarian, tetapi memadukan berbagai elemen budaya untuk menggambarkan banyaknya warna yang dimiliki Indonesia.

Sejumlah properti dan karakter budaya hadir silih berganti di atas panggung. Penggunaan topeng hingga kemunculan barong membuat perjalanan koreografi terasa semakin beragam.

Setiap bagian membawa identitasnya masing-masing sebelum kemudian dipertemukan dalam satu rangkaian. Perubahan gerakan dan formasi menjadi cara Saintex memperlihatkan bagaimana berbagai perbedaan dapat berdampingan.

Di penghujung penampilan, seluruh dancer berada dalam satu kesatuan. Lewat konsep Bhinneka Tunggal Ika, Saintex ingin menunjukkan bahwa banyaknya budaya yang dimiliki Indonesia justru dapat menjadi bagian dari satu identitas bersama.

SMP Gloria 1 Surabaya

Aksi seru tim dance Xplosion SMP Gloria 1 Surabaya saat membawakan cerita petualangan Don dan buku peninggalan keluarganya.

SMP Gloria 1 Surabaya membawa Xplosion dengan cerita yang terinspirasi dari film animasi Jumbo. Penampilan mereka mengajak penonton mengikuti perjalanan Don, seorang anak yang memiliki mimpi dan menemukan inspirasi dari sebuah buku peninggalan keluarganya.

Suasana awal dibuat dekat dengan dunia anak-anak. Cerita kemudian mulai berubah ketika buku milik Don tidak lagi berada di tangannya. Kehilangan benda yang dianggap penting tersebut menjadi masalah yang harus ia hadapi dalam perjalanan cerita.

Namun, Don tidak menghadapinya sendirian. Teman-temannya justru hadir dan ikut membantu ketika ia berada dalam situasi sulit. Alur tersebut diterjemahkan melalui perubahan koreografi dan penggunaan sejumlah properti yang membuat suasana cerita semakin terasa.

Mini panggung dan backdrop menjadi bagian dari konsep Xplosion. Hingga bagian akhir, cerita berujung pada terwujudnya keinginan Don bersama teman-temannya untuk membuat sebuah panggung dan merayakan mimpi mereka bersama.

SMP Petra 2 Surabaya

Dengan formasi yang kuat dan properti selendang yang ikonik, para dancer ATBZ SMP Petra 2 Surabaya sukses menghidupkan pesan bahwa tradisi adalah akar untuk melangkah lebih jauh.

SMP Petra 2 Surabaya tampil bersama ATBZ dengan mengangkat hubungan antara generasi muda dan tradisi. Cerita mereka berawal dari seorang dancer yang tampil membawa unsur budaya tradisional dengan penuh percaya diri.

Situasi kemudian berubah ketika muncul pandangan yang meremehkan pilihannya. Anggapan bahwa sesuatu yang tradisional sudah tidak menarik menjadi konflik yang membuat karakter utama mulai kehilangan keyakinannya.

Dukungan dari teman-teman menjadi bagian penting dalam perubahan cerita. Dari situ, penampilan ATBZ perlahan membangun energi yang lebih kuat.

Unsur tradisional kemudian dipertemukan dengan hip-hop dan gerakan modern. Perpaduan tersebut menjadi gambaran bahwa mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus meninggalkan budaya yang sudah lebih dulu menjadi bagian dari identitas.

Lewat Rise in Tradition, ATBZ menutup cerita dengan gagasan bahwa tradisi masih bisa dibawa oleh generasi muda ke ruang yang lebih luas tanpa menghilangkan akar yang dimilikinya.

SMPN 6 Surabaya

Menggambarkan keteguhan dan keberanian "otot kawat, tulang besi", Sixsquad SMPN 6 Surabaya tampil memukau dengan formasi yang solid.

SMPN 6 Surabaya menutup rangkaian penampilan melalui Sixsquad yang mengangkat tokoh Gatotkaca. Sosok kesatria dalam pewayangan tersebut menjadi pusat cerita yang dibangun lewat gerakan penuh tenaga dan formasi yang tegas.

Kekuatan Gatotkaca menjadi salah satu unsur yang paling menonjol dalam penampilan. Ia digambarkan sebagai sosok yang mampu menghadapi berbagai rintangan dan tidak mudah mundur ketika berhadapan dengan tantangan.

Energi koreografi terus berkembang hingga memasuki bagian puncak. Gerakan yang semakin kuat mempertegas karakter Gatotkaca sebagai seorang kesatria, sementara formasi para dancer membantu membangun suasana cerita.

Pada bagian penutup, Gatotkaca ditempatkan sebagai pusat formasi. Sixsquad menjadikan sosok tersebut sebagai gambaran keberanian dan keteguhan, bahwa kekuatan tidak hanya terlihat dari kemampuan untuk menghadapi lawan, tetapi juga dari keberanian untuk tetap berdiri ketika menghadapi rintangan.

Saksikan siaran ulang Junior DBL Dance 2026 Surabaya sesi 2 melalui link berikut:

Baca juga: Wiro Sableng hingga Pasar Suroboyo Warnai Junior DBL Dance 2026 Surabaya

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS