Di tengah riuhnya gemuruh suporter yang memadati Sahabat Arena Semarang, ada satu sosok yang mencuri perhatian di tribun VIP.
Siang itu, ia tampak fokus menikmati sengitnya laga semifinal antara SMA Tritunggal Semarang kontra SMA Kolese Loyola Semarang.
Tanpa jersei tim kebanggaan, tanpa anak atau cucu yang sedang berduel di lapangan, Kayani Lestari tetap setia melahap setiap detik pertandingan.
Di usianya yang menginjak 63 tahun, kehadiran rempuan yang akrab disapa Oma Kayani ini hadir murni demi merawat cintanya pada atmosfer Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North.
"Kalau di lapangan kita tahu euforianya para suporter, pemain, sampai pelatih. Bagaimana sikap pemain lawan, tim dancer, itu sangat menyenangkan dan hal itu nggak bisa dilihat dari live streaming," tutur Oma dengan nada antusias.
Kecintaan Oma Kayani pada basket bukanlah hal baru. Ia sendiri merupakan mantan atlet basket lokal yang aktif bermain sejak kelas 6 SD pada tahun 1975 di klub Sahabat Semarang, hingga akhirnya baru resmi gantung sepatu beberapa tahun lalu, tepat di usia 58 tahun.
Darah atlet itu ia turunkan penuh pada ketiga buah hatinya. Sejak kecil, anak-anaknya dilatih sendiri soal dasar-dasar bermain basket di lapangan yang dibangun khusus di depan rumahnya.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL Central Java-North, Rabu, 7 Okober 2026
Kerja keras tersebut mengantarkan ketiga anaknya menjadi alumni DBL di beberapa zaman, mulai dari Gracia Mutiara (Alumni SMA Sedes Sapientiae Semarang). Christopherus Endradi (Alumni SMK PIKA Semarang), dan Yustinus Yoseano (Alumni SMA Tritunggal Semarang).
"Ketiganya playmaker, posturnya tidak tinggi sekitar 166 sentimeter, tapi mainnya titis dan bagus-bagus. Pagi jam 5 mereka sudah bangun untuk latihan dribble, shoot, dan passing sebelum berangkat sekolah," kenang Oma Kayani.
Bagi Oma Kayani, olahraga tak pernah boleh mengorbankan pendidikan. Prinsip student-athlete yang dijunjung tinggi DBL selaras dengan pola didik yang ia terapkan di rumah.
Ketiga anaknya berhasil menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi dengan prestasi akademis yang gemilang.
"Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau mau jadi atlet yang baik, nilainya juga harus baik. Main basket itu tidak hanya pakai otot, tapi juga harus pakai otak," tegas perempuan yang kini juga aktif mengajar seni tari tersebut.
Kekaguman Oma Kayani pada DBL pun tak lepas dari regulasi ketat soal kedisiplinan dan akademik pemain, hingga konsep kemasan acara yang dinilainya sangat profesional.
"Pemain harus punya nilai bagus baru bisa main. Pelatih dan ofisial juga rapi berjas dan berdasi meski Semarang panasnya bukan main. Itu enak dilihatnya, dan mematahkan stigma kalau anak atlet itu sekolahnya nggak karuan," tambahnya.

Oma Kayani (paling kiri) bersama suami dan cucu tercinnta di sisi lapangan Sababat Arena Semarang
Semangat basket di keluarga Oma Kayani terus beregenerasi lewat cara yang unik. Anak keduanya, Christopherus Endradi, bahkan memiliki rekam jejak yang lengkap di DBL Central Java-North.
Setelah membela SMK PIKA Semarang pada edisi awal DBL (2008-2009), bahkan sempat mengalami momen unik menjadi dancer dadakan berjersey basket akibat regulasi jumlah personel, Christopherus kembali ke DBL sebagai Liaison Officer (LO) tim pada 2012.
Tak berhenti sampai di situ, takdir membawa Christopherus kembali ke panggung DBL pada 2019 dan 2024. Bekerja di Astra Motor Jawa Tengah, ia sempat hadir di Final Party DBL Central Java-North 2024 sebagai perwakilan sponsor utama dan duduk di kursi tamu kehormatan.
Baca Juga: Christopherus Endradi Menamatkan DBL Semarang, Awalnya Pemain Kini Jadi Partner!
Meski anak-anaknya telah dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, kesetiaan Oma Kayani menyaksikan DBL secara langsung di Sahabat Arena tak pernah luntur.
Di sela-sela kesibukannya mengajar tari, ia selalu menyempatkan diri datang meski harus menembus cuaca terik Kota Semarang.
Termasuk hadir lebih awal demi mengawal pertempuran dua tim papan atas Semarang di panggung Fantastic Four.
"Perjalanan dari rumah cuma sekitar 5 kilometer dari Sahabat Arena. Jadi kalau sempat dan ada yang mengantar, pasti berangkat. Saya suka mendukung anak-anak yang mainnya bagus dan fair play. Di sini semua pemain main tenaga, main bersih, dan jernih," pungkasnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Kalian bisa memantau informasi seputar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)