ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Undika Zaka Reka Wardoyo (nomor punggung 21) saat bersiap memasuki lapangan dalam sesi pemanggilan starting five SMAN 1 Jember jelang pertandingan penentuan di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship pada tanggal 7 Oktober 2026.

Dua tahun lalu, Undika Zaka Reka Wardoyo masih berstatus rookie ketika pertama kali membawa SMAN 1 Jember (Sketsa) ke panggung Championship. Lawannya saat itu adalah SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui).

Pertandingan pada 8 Oktober 2024 itu berakhir dengan jarak yang sangat lebar. Sinlui menang 92-31. Ada 61 angka yang memisahkan Sketsa dari salah satu tim terbaik di DBL East Java-North.

Dua tahun berselang, Undika kembali berada di lapangan yang sama. Bukan lagi sebagai rookie, melainkan pemain kelas XII yang sedang menjalani tahun terakhirnya. Kali ini, Sketsa datang sebagai Champion DBL East Java-East di Jember dan kembali bertemu Sinlui pada Fantastic Four, Rabu, 7 Oktober 2026.

Baca juga: Romeo Tutup 3 Musim Bersama Sketsa dengan Penuh Kebanggaan

Cerita yang terjadi pun jauh berbeda. Sketsa langsung mengambil kendali sejak kuarter pertama dengan keunggulan 13-6. Sampai babak pertama berakhir, mereka masih unggul 27-21. Sinlui baru membalikkan keadaan pada kuarter keempat sebelum akhirnya menang 60-55.

Lima angka menjadi jarak terakhir Sketsa dengan Final. Undika sempat benar benar percaya tiket menuju partai final bisa mereka dapatkan.

"Dari awal sampai kuarter tiga itu sudah unggul. Aku sempat percaya diri kalau kami bisa menang dan masuk Final. Dari pemanasan sampai akhir aku sudah percaya diri bisa menang," ujar Undika.

Kepercayaan itu perlahan runtuh ketika Sinlui mulai menemukan ritme. Beberapa pemain Sketsa juga mengalami kram dan cedera sehingga tenaga mereka menurun memasuki bagian akhir pertandingan.

Baca juga: Lima Poin dan Mimpi Coach Angga yang Belum Selesai untuk Sketsa

Undika sendiri bermain selama 30 menit 32 detik. Ia mencatatkan 16 poin, 4 rebound, dan 3 assist untuk menjaga Sketsa tetap berada dalam persaingan. Kondisi tubuhnya memang tidak sepenuhnya fit sejak dua hari sebelum berangkat ke Surabaya. Namun, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik pada pertandingan terakhirnya.

Aksi Undika Zaka Reka Wardoyo (nomor punggung 21) saat melakukan dribble di tengah ketatnya pertahanan St. Louis 1 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

"Bangga sih sama tim bisa menyaingi juaranya Surabaya. Memang kurang beruntung saja buat hari ini. Teman teman mulai menurun fisiknya dan banyak yang kram, cedera juga. Aku sempat hampir kram," katanya.

Bagi Undika, lima angka tersebut bukan sekadar selisih kekalahan. Angka itu menjadi penanda perkembangan yang ia rasakan setelah tiga tahun berada di Championship.

Pertemuan pertama dengan Sinlui pada 2024 berakhir dengan selisih 61 angka. Kini, pada tahun terakhirnya, Sketsa mampu memimpin tiga kuarter dan membuat Sinlui harus menunggu hingga kuarter keempat untuk mengambil alih permainan.

“Tahun pertama aku kelas X kalah sama Sinlui, agak jauh. Tahun ini agak sedih dan sakit sih karena kami sudah bisa mengimbangi sampai sejauh ini. Tapi karena memang belum waktunya, dan belum beruntung saja,” tutur Undika.

Baca juga: Putri El Salvavit dan Debut Berharganya Bersama Putri Sketsa di DBL Arena

Ia juga punya alasan mengapa pertandingan di Surabaya terasa berbeda. Setelah menjalani kompetisi di Jember, Championship menjadi panggung tempat Undika merasa Sketsa benar benar diuji menghadapi lawan dengan level permainan yang lebih tinggi.

"Ini lawan yang sepadan di Surabaya ini yang ditunggu-tunggu. Di sini kami lebih tertantang karena lawannya juga punya level yang bagus." ujarnya.

Untuk sampai pada titik tersebut, Sketsa tidak hanya mengandalkan pengalaman. Sebelum berangkat ke Surabaya, mereka meningkatkan latihan fisik dan set permainan. Ada endurance, latihan penguatan menggunakan dumbbell, hingga lari sekitar 6,5 kilometer setiap Jumat dengan rute yang naik turun.

Undika juga membawa pelajaran dari DBL Camp tahun sebelumnya. Ia banyak mengamati permainan para pemain di sana, terutama detail defense dan hal hal sederhana yang bisa diterapkan dalam pertandingan.

"Dari DBL Camp banyak sih yang aku dapat. Aku melihat anak anak yang masuk camp, dari defense sampai hal hal sederhana. Itu aku bawa dan coba terapkan sampai saat ini," jelasnya.

Baca juga: Hua Ind Mania Hadir dari Malang, Temani Langkah Putri Kosayu di DBL Arena

Basket sendiri awalnya hanya salah satu olahraga yang ingin ia coba. Ketika kelas V SD, Undika sempat mengikuti basket selama sekitar satu bulan sebelum pandemi menghentikan aktivitasnya. Ia juga pernah mencoba sepak bola, bulu tangkis, dan renang.

Baru ketika masuk SMP Negeri 7 Jember, ia mulai memilih basket dengan lebih serius. Sang mama meminta Undika memilih satu cabang olahraga karena tidak mungkin menjalani semuanya sekaligus. Dari situlah basket perlahan menjadi pilihan yang ia pertahankan sampai sekarang.

"Yang bikin aku suka teman temannya. Awalnya merasa agak cocok ke basket. Lama lama enjoy saja, seru juga. Teman teman saling support dan asik, jadi aku fokus ke basket sampai saat ini," kata Undika.

Di luar lapangan, ada sisi lain yang membuat keseharian Undika berbeda dari kesibukan seorang pemain basket. Ia masih pergi mengaji di TPQ sekitar rumah. Sejak kelas IX, ia juga belajar hadroh setelah ustaz di lingkungan ngajinya ingin membentuk kelompok tersebut.

Baca juga: Saat Ekspektasi Diri Jadi Beban, Viella Belajar Tampil Lebih Lepas

Rutinitas itu tetap berjalan meski sekolah dan latihan sering membuat waktunya penuh. Sang mama bahkan memiliki aturan yang tidak bisa ditawar. Jika ingin latihan basket, Undika harus lebih dulu menjalankan kewajibannya di sekolah dan mengaji.

"Kalau mau basket, sekolahnya harus pertama. Kalau latihan enggak mau ngaji, sudah enggak usah lagi. Jadi kalau dia mau ngaji berarti latihan. Kalau dia enggak mau ngaji berarti latihannya juga libur," tutur mama Undika.

Aturan tersebut tidak membuat Undika berhenti mengejar basket. Sebaliknya, dukungan orang tua justru ikut membawanya sampai tahun terakhir Championship. Pada pertandingan terakhirnya di Surabaya, ayah dan mamanya datang langsung dari Jember. Sang ayah baru pulang dari Banyuwangi pada malam sebelumnya, lalu mereka berangkat sejak subuh menggunakan kereta.

Undika Zaka Reka Wardoyo (nomor pungung 21) melakukan drive cepat untuk menerobos lini pertahanan lawan yang mencoba menutup ruang geraknya.

Baca juga: Nyaris Gagal Berangkat, Azna Tetap Kejar Debut di DBL Arena

Kini, perjalanan Undika bersama Sketsa di Championship telah selesai. Mimpi menuju Final memang belum terwujud. Namun, ia meninggalkan sebuah perkembangan yang bisa terlihat jelas dari angka.

Undika pernah berada di lapangan ketika Sketsa kalah 92-31 dari Sinlui. Tiga tahun kemudian, ia menutup perjalanan tersebut dengan pertandingan yang hanya berjarak lima angka.

Ia masih ingin melanjutkan basket dan berharap bisa merasakan level profesional. Namun, setelah ini bukan lagi Undika yang akan berdiri sebagai pemain kelas XII di lapangan Championship. Adik adiknya yang akan meneruskan perjalanan Sketsa.

"Kalau dari aku, mungkin fisiknya lebih dikencengin, terus kekompakan. Selalu dekat sama teman teman, sama tim, dan solid sama teman teman sendiri. Jangan sampai bermusuhan. Fisik itu utama, jangan meremehkan," pesannya.

Baca juga: Esemkada Ukir Sejarah, Sekolah Dampingi Langkah di DBL East Java Championship

Tahun terakhir Undika memang berakhir sebelum Final. Tetapi perjalanan tiga tahunnya meninggalkan sebuah ukuran sederhana tentang perkembangan Sketsa. Dari jarak 61 angka menjadi lima angka.

Bagi Undika, mungkin itu belum cukup untuk disebut selesai. Namun, untuk adik adiknya, lima angka tersebut bisa menjadi titik awal untuk mengejar satu langkah yang belum sempat ia tuntaskan bersama Sketsa.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Undika Zaka Reka Wardoyo bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS