Laga demi laga menjadi bagian dari proses Gloria 1 menemukan ritmenya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.
Dua pertandingan pertama menghadapkan mereka pada situasi yang berbeda, mulai dari laga yang sempat berjalan ketat hingga pertandingan ketika Gloria 1 mampu mengontrol permainan sejak awal.
Setelah melewati rangkaian panjang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dan finis sebagai runner-up, Gloria 1 kembali menghadapi tantangan di panggung East Java Championship.
Kali ini, para finalis DBL Surabaya dipertemukan dengan finalis dari DBL Malang, DBL Madiun, dan DBL Jember.
Dua laga awal menjadi kesempatan Gloria 1 untuk membangun ritme. Mereka tidak selalu langsung unggul sejak menit pertama.
Ada momen ketika lawan mampu memberi perlawanan, tetapi Gloria 1 perlahan menemukan cara untuk mengendalikan pertandingan.
Laga pembuka menghadapkan mereka dengan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta). Sehari berselang, SMAN 1 Bululawang (Smabul) menjadi lawan berikutnya.
Dua pertandingan ini menjadi gambaran awal bagaimana Gloria 1 menjalani East Java Championship. Lantas, seperti apa perjalanan mereka dalam dua pertandingan pertama?
Versus SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung
Pada pertandingan Selasa, 6 Oktober 2026, Gloria 1 mengawali perjalanan mereka di East Java Championship dengan menghadapi SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta).
Pertandingan berlangsung cukup berimbang pada menit-menit awal. Smariduta bahkan lebih dulu membuka angka melalui Magazha Farrel Pranaja sebelum Gloria 1 merespons lewat Kevin Alexander Kangin dan Styfen Pedro Mangewa.
Kedua tim masih bergantian mendapatkan momentum hingga penghujung kuarter pertama. Gloria 1 sempat unggul, tetapi Smariduta tidak membiarkan jarak melebar dengan cepat.
Memasuki menit-menit terakhir, Matthew Peterson Wicaksono dan Farabhie Putra Halzar membantu Gloria 1 menjaga keunggulan dari garis free throw. Suryadinata Putera Hartono kemudian menutup kuarter dengan turnaround jumper untuk membawa Gloria 1 unggul 11-8.
Memasuki kuarter kedua, permainan Gloria 1 mulai terlihat lebih terarah. Suryadinata membuka kuarter dengan driving layup, lalu Al Izza Keita Willy Pribadi ikut menambah angka.
Setelah itu, Gavyn Leonard Evangelo mulai menjadi salah satu pembeda. Dua aksi beruntun, termasuk tripoinnya, membuat Gloria 1 menjauh hingga 19-8.
Smariduta semakin kesulitan membendung serangan Gloria 1. Matthew Peterson, Nathaniel Marvel Suryadinata, dan Kenzo Elbert Kristanto bergantian menambah angka, sementara Farabhie turut menjaga produktivitas tim melalui free throw.
Kenzo bahkan mencetak tip-in dan kembali memasukkan bola pada detik-detik terakhir kuarter. Gloria 1 pun menutup paruh pertama dengan keunggulan 30-11.
Selepas jeda, Gloria 1 tetap memegang kendali permainan. Farabhie dan Nathaniel membuka perolehan angka pada kuarter ketiga, tetapi momen menarik kemudian datang dari Glenn Mathew Patar Matondang.
Glenn mencetak dua keranjang secara beruntun untuk menjaga produktivitas Gloria 1. Smariduta tidak sepenuhnya kehilangan perlawanan karena Magazha kembali memberi respons pada penghujung kuarter.
Magazha mencetak dua keranjang, termasuk satu driving layup. Namun, Suryadinata memastikan Gloria 1 tetap menutup kuarter dengan tambahan angka dan memasuki kuarter terakhir dalam posisi unggul 40-15.
Keunggulan tersebut terus dijaga Gloria 1 hingga pertandingan berakhir. Kevin Alexander Kangin dan Suryadinata kembali menemukan ruang untuk mencetak angka, sementara Matthew Peterson ikut memperlebar jarak.
Styfen kemudian menambah dua angka sebelum Kenzo mengambil peran pada menit-menit akhir. Dua keranjang beruntun dari Kenzo memastikan Gloria 1 tetap produktif hingga pertandingan selesai.
Smariduta sempat menambah angka melalui Naza Excellino dan pemain lainnya. Namun, jarak yang sudah terbentuk membuat Gloria 1 mampu mengamankan laga pembuka dengan kemenangan 58-20.
Versus SMAN 1 Bululawang
Sehari berselang, Rabu, 7 Oktober 2026, Gloria 1 kembali menjalani pertandingan. Kali ini, SMAN 1 Bululawang (Smabul) menjadi lawan mereka.
Berbeda dari laga pembuka yang sempat berjalan ketat, Gloria 1 terlihat lebih cepat menemukan ritme permainan sejak kuarter pertama. Smabul masih mampu menjaga skor tetap berdekatan pada awal pertandingan.
Tristan Sura Prawara dan Muhammad Sam’un Han menjadi sumber angka bagi Smabul, sementara Gloria 1 mengandalkan permainan Felix Leonard Manuel dan Glenn Mathew Patar Matondang.
Momentum mulai berubah ketika Suryadinata Putera Hartono melepaskan tripoin. Tembakan tersebut membuat Gloria 1 mulai menjauh dan membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan serangan.
Gavyn Leonard Evangelo kemudian ikut menambah poin menjelang akhir kuarter pertama. Gloria 1 menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 15-6.
Glenn menjadi salah satu pemain yang paling menonjol ketika pertandingan memasuki kuarter kedua. Ia beberapa kali berhasil menemukan celah dari permainan terbuka dan terus menambah angka untuk Gloria 1.
Dua kesempatan dari garis free throw juga berhasil dimanfaatkan Glenn. Produktivitasnya menjadi salah satu faktor penting dalam pelebaran jarak Gloria 1 atas Smabul.
Gloria 1 tidak hanya bergantung kepada Glenn. Kevin Alexander Kangin dan Suryadinata turut menjaga aliran serangan, sementara Smabul masih mencoba merespons lewat Tristan, Sam’un, dan Azriel Al Baihaqi Setyawan.
Suryadinata kembali mencetak angka pada detik-detik akhir. Gloria 1 pun memasuki jeda dengan keunggulan 33-15.
Memasuki kuarter ketiga, Gloria 1 kembali menunjukkan kontrol permainan. Glenn langsung membuka kuarter lewat tripoin, sebelum Farabhie Putra Halzar dan Felix Leonard Manuel ikut memperlebar keunggulan.
Kenneth Menville Sugiarto juga mulai memberikan kontribusi dengan dua keranjang. Serangan Gloria 1 pun tidak hanya bertumpu pada satu pemain.
Felix kemudian menjadi penutup rangkaian serangan Gloria 1 pada kuarter tersebut. Dua keranjang yang ia cetak di penghujung kuarter membuat Smabul semakin sulit mengejar.
Gloria 1 menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 50-18. Memasuki kuarter terakhir, mereka hanya perlu menjaga ritme permainan yang sudah terbentuk.
Kuarter terakhir berjalan dengan tempo yang lebih longgar, tetapi Gloria 1 tetap menjaga produktivitas. Al Izza Keita Willy Pribadi, Glenn, Farabhie, dan Nathaniel Marvel Suryadinata bergantian menambah angka.
Kenzo Elbert Kristanto kemudian ikut mencetak dua keranjang, sebelum Matthew Peterson Wicaksono dan Styfen Pedro Mangewa menambah poin. Gloria 1 masih mampu menjaga jarak hingga menit-menit akhir.
Smabul sempat mencuri perhatian lewat tripoin Obala Dzaky Wahyu Sasongko dan tambahan angka Galih Azka Putra Firdaus. Namun, Gloria 1 sudah terlalu jauh untuk dikejar.
Kenneth menutup perolehan angka timnya sekaligus memastikan kemenangan kedua Gloria 1 di East Java Championship dengan skor 71-26.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)