Achievers Dance, tim dance pendamping putra SMA Darma Yudha Pekanbaru, mengusung tema "100% Indonesia" dengan cara yang berbeda. Mereka ingin membawa penonton kembali ke suasana Indonesia pada era 1990-an, ketika kehidupan sehari-hari terasa dekat dengan berbagai aktivitas sederhana.
Mulai dari menonton kartun jadul, menaiki angkutan kota atau angkot, bermain gim di gimbot, hingga bercanda dan menghabiskan waktu bersama teman-teman menjadi bagian dari cerita yang mereka hadirkan.
Melalui konsep tersebut, Achievers Dance ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada teknologi. Jauh sebelum penggunaan ponsel menjadi bagian dari keseharian, anak-anak tetap bisa menikmati waktu luang melalui permainan dan interaksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya.
Potret penampilan Achievers di AQUA DBL Dance 2026 Riau
Baca juga: Dari Sang Kakak, Danish Barr Menemukan Kecintaannya pada Basket
"Kesederhanaan itulah yang ingin kami hadirkan di Gelanggang Remaja Pekanbaru di panggung AQUA DBL Dance 2026 Riau," ungkap Jesslyn Ivana Kosasih, perwakilah Achievers Dance, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Tidak hanya mengandalkan koreografi, Achievers Dance juga berusaha menghidupkan suasana era 90-an melalui penggunaan properti yang mendukung jalan cerita.
"Kami menghadirkan properti seperti TV tabung sampai ornament dinding khas tahun 90-an," ujarnya.
Jesslyn mengaku mereka membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk menyiapkan penampilan mereka di panggung AQUA DBL Dance 2026 Riau. Selama proses tersebut, mereka saling menuangkan ide untuk dapat mengembangkan tema "100% Indonesia" dengan cara yang berbeda dari sekolah lain, sekaligus memastikan setiap elemen yang ditampilkan tetap menyatu dengan konsep utama.
Tantangan muncul ketika para kru tidak diperbolehkan masuk ke lapangan mengikuti regulasi terbaru AQUA DBL Dance 2026 Riau. Kondisi tersebut membuat mereka harus menyesuaikan strategi untuk memindahkan sejumlah properti yang cukup banyak tanpa mengurangi keseruan penampilan.
Baca juga: Muhammad Rafi Munandar, Kapten yang Jadi Penentu Lewat Free Throw
Meski perlu memikirkan ulang beberapa hal teknis, Achievers Dance tetap berupaya mempertahankan unsur hiburan dan nostalgia yang menjadi ciri khas konsep mereka. Lewat penampilan ini, mereka berharap penonton dapat merasakan kembali keseruan masa lalu dan menyadari bahwa momen sederhana bersama orang-orang terdekat juga memiliki kenangan yang berharga.
G-Stellars suarakan isu lingkungan di AQUA DBL Dance 2026 Riau
Berbeda dengan Achievers Dance yang mengajak penonton bernostalgia, G-Stellars dari Stella Gracia School Pekanbaru memilih mengangkat isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Mereka mengangkat cerita tentang ketergantungan manusia terhadap air dan udara, serta bagaimana kebakaran hutan dapat mengganggu keseimbangan kehidupan. Konsep ini menjadi cara G-Stellars menyampaikan kepedulian mereka terhadap persoalan kebakaran hutan dan kabut asap yang menjadi perhatian di Pekanbaru.
Baca juga: Austin Rafael Lee Ungkap Kunci Tampil Maksimal di Laga Perdana Darma Yudha
Penampilan G-Stellars diawali dengan gambaran kehidupan masyarakat yang berjalan berdampingan dengan air sebagai sumber kehidupan dan udara sebagai kebutuhan untuk bernapas. Lalu suasana berubah saat api mulai membakar hutan dan asap menyelimuti lingkungan.
"Perubahan itu menggambarkan kalau kebakaran hutan tidak hanya merusak alam, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kehidupan masyarakat," beber Qinara Janeeta Chandra, perwakilan G-Stellars.
Di tengah cerita tersebut, AQUA dihadirkan sebagai simbol air, kesegaran, dan harapan bagi kehidupan yang terdampak kabut asap. G-Stellars menyampaikan rangkaian cerita melalui gerakan dance dan elemen visual agar pesan yang ingin mereka bawa dapat dipahami penonton.
Penampilan G-Stellars di panggung AQUA DBL Dance 2026 Riau
Dengan demikian, penampilan mereka tidak hanya berfokus pada kekompakan koreografi, tetapi juga memiliki alur cerita yang menghubungkan persoalan lingkungan dengan pentingnya menjaga kehidupan.
Untuk mempersiapkan penampilan tersebut, G-Stellars membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka harus menyatukan koreografi, menyiapkan kostum dan properti, serta memastikan setiap detail mendukung cerita yang ingin disampaikan.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami karena kami ingin menghadirkan penampilan yang menarik sekaligus bermakna," ungkapnya.
Kerja sama dan komunikasi antaranggotanya menjadi bagian penting dalam menyatukan seluruh elemen tersebut. Bagi G-Stellars, hal paling berkesan dari penampilan musim ini adalah kesempatan untuk mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pekanbaru.
Mereka berharap pesan tersebut dapat mendorong kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, tindakan manusia terhadap lingkungan dapat membawa dampak besar bagi banyak orang, termasuk dalam menjaga udara tetap bersih dan kehidupan berjalan dengan lebih baik.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Tayangan Ulang Dance Bisa Ditonton di Sin!
Kalian bisa memantau informasi seputar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)